Skip to main content

Ubun-ubun Bayi Berdenyut: Normalkah?

Fontanela Mayor.

Bagus ya untuk nama anak? Baru lahir sudah jadi mayor. Panggilannya nanti Ela.. Ela.. e.. e.. e..

Atau Aurelia Aurita? Jelas dipanggil Aurel (tanpa Hermansyah). Nama secantik itu adalah nama ilmiah dari ubur-ubur. Sedangkan Fontanela Mayor adalah nama ilmiah dari ubun-ubun besar.

Teruuuuus, hubungannya apa Fit? Ya dihubung-hubungkan saja. Berhubung saya seneng gitu nulisnya. Ubun-ubun dan ubur-ubur ternyata nama ilmiahnya kece-kece 😅

Jadi, yang saya mau bahas itu ubun-ubun bayi Mak. Yang kemarin lusa diributkan tetangga. "Kok ubun-ubunnya Fayyadh masih lunak? Anakku loh umur segini udah keras. Makanya kasi ramuan ini. Atau tutup pake koin. Kamu sih nggak mau pakein topi."

Bukannya nggak mau Mak, tapi daripada yang bersangkutan nangis kejer? Kan saya pencinta damai 🙃

Jadi Mak, tanpa dikasi ramuan atau ditutup, itu ubun-ubun akan menutup sendiri pada waktunya. Yaitu mulai 9 bulan sampai dua tahun. Jika sebelum itu masih lunak, ya wajar.

Kepala bayi tersusun dari lima tulang tengkorak dan bersifat fleksibel. Tulang-tulang ini belum terhubung sempurna sehingga memiliki dua ruang terbuka yaitu ubun-ubun besar di depan dan ubun-ubun kecil di belakang.

Fungsinya agar kepala fleksibel melewati jalan lahir. Juga sesuai dengan perkembangan otak yang akan berkembang pesat sampai berusia 18 bulan.

Lalu bagaimana dengan ubun-ubun yang berdenyut? Jangan khawatir ya Mak. Itu normal. Pertanda adanya aliran darah di area tersebut. Coba perhatikan, denyutan itu seirama dengan denyut jantung bayi. Walaupun terlihat dan teraba lunak, ubun-ubun sejatinya dilindungi membran yang sangat kuat.

Tetapi ada kondisi yang perlu diwaspadai. Yakni ketika ubun-ubun cekung atau cembung.

Ubun-ubun cekung biasanya dikaitkan dengan dehidrasi berat. Terutama jika bayi mual muntah dan atau diare.

Sebaliknya jika cembung, hal ini biasanya karena peningkatan tekanan dalam otak. Bisa juga karena bayi menangis. Tetapi perlu waspada jika tetap cembung setelah selesai menangis. Apalagi jika disertai demam.

Segera bawa ke fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami kedua hal di atas.

Ubun-ubun yang menutup terlalu cepat atau terlalu lambat dapat mengindikasikan adanya kelainan. Segera bawa ke dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut. Apalagi jika lingkar kepalanya tidak sesuai umur.

Jadi selain berat badan, sebenarnya lingkar kepala juga penting untuk diketahui Mak. Agar kita tahu perkembangan anak secara keseluruhan.

Jadi, apa ada yang terinspirasi dengan nama Fontanela? #eh

Fitria

Ibunya Fayyadh

#30DWC
#30DWCJILID15
#DAY24
#SQUAD10

Comments

Popular posts from this blog

Anggun: Ibu

Aku suka dangdut? Ngggg.. kayaknya nggak hard to believe banget. Apalagi karena aku juga suka lagu-lagu India. Lagu yang ku suka variatif, nggak terbatas di genre tertentu atau satu penyanyi. Yg penting ngena di hati. Dan malam ini, entahlah aku mesti senang atau sedih. Aku hampir menangis menyaksikan penampilan finalis DA3 dari Bima, Anggun. Mungkin karena mengetahui kisahnya sebagai TKI dan hanya pernah bertemu beberapa kali dengan anaknya. Mungkin karena di dekatku ada ibuq, dan membayangkan lagu itu adalah ungkapan hati ibuq dan ibu-ibu lainnya di seluruh dunia. Ditambah lagi aku belum bisa berbuat banyak untuknya. Atau mungkin, sekali lagi mungkin. Ini yang dikatakan: apa yang dilakukan dengan hati, akan sampai ke hati. Apalagi ketika baitnya sampai pada 'Kau adalah simbol kesempurnaan dariku yang tak sempurna'. Tuhan, sampai disini aku merinding. Betapa besar anugerah dan kenikmatan menjadi seorang ibu. Sesuatu yang kerapkali ku impikan. Tapi aku sadar, mungkin Allah ...

The Reflex

Siang ini di atas motor.. Tikungan agak tajam ke kanan tampak 50 meter di depanku. Tangan kiri sedia memegang rem. Tangan kanan yang sedari tadi konsen menarik gas mengendur dan berganti menarik rem. Lalu membawa stang motor sedikit membelok ke arah kanan. Tikungan terlewati dengan mulus. Semua dilakukan dengan spontan. Like they said, if you do something for years, you get pretty good at it. Or in my case, used to it. Because I'm not sure I'm a good or lousy rider. Sometimes it feels like the first but not rarely I feel the second. Aku melakukannya sebelum memikirkannya. Semua diatur otak di alam bawah sadar. Lalu ketika mobil dari arah berlawanan menyalip dan melewati kami dengan terpaut jarak sekian puluh senti saja, jantungku langsung seperti ingin meloncat dari rongganya. Bahkan jantungku bukan milikku sendiri. Ia bekerja mengikuti ritme tubuh. Sesuai dengan kebutuhan. Aku tak bisa mendiktenya untuk berdetak 85 kali saja. Ia memiliki mekanisme tersendiri. Pun paru-paru...

Malin Kundang

"Dimana itu Nak?" Pertanyaan protokoler akhirnya keluar di ujung sana. I almost roll my eyes if it wasn't for the answer itself. What was this place called again? My brain went blank. In panic state I running in storange room names my brain, rummaging for some memory. Nope, nada. Fortunately, there's last source of knowledge standing there. I turn to her and ask. "Dimana namanya ini lenga?" My, my. The look on her face is priceless. Just like I ask her where is my keys when its dangling in my bag. I I can't help but broke into laugh. "Ya Allah lenga beneran side lupa?! Karang Sukun." Cue for the stern-looking-mom-expression. It was so understatement. I was lived in that area for almost one year yet it's name easily slipped from my mind. I was never intended to comeback to my old landlord yet Cg's landlord came 500 kilometers across sea to attend her wedding. Yep, I can totally see the picture here. Not only that time Cg must huffing ...