Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2018

Antara MLM dan Sahabat Lama

Mis Biutipul menandai Anda dalam kiriman. Begitu kurang lebih notifikasi pesbuk di suatu pagi. Waaah, alhamdulilah. Hati berbunga-bunga. Ternyata dia masih ingat sama saya. Teman lama yang sudah lama nggak kontakan. Akhirnya karena kelamaan jadi malu negur duluan. Nggak peduli mesti berangkat kerja itu notifikasi yang biasanya cuman digeser langsung di-klik. Lalu jeng! Jeng! Jeeeeng! Ternyata di-tag promosi MLM. Bak antiklimaks, ngenesnya disana, gemes juga disitu, belum malu udah kegeeran, tapi porsi terbesar adalah rasa kecewa. Gimana ya? Yaaah, campur aduk gitulah. Ada yang pernah ngalamin? Mungkin bisa mendeskripsikan lebih baik. "Kamu sensitif banget sih? Namanya juga orang usaha." Iya, saya ngerti. Apalagi yang baru gabung mesti lagi semangat-semangatnya toh? Tapi apa harus main tag, atau langsung inbox tanpa ba-bi-bu sebelumnya. Jujur, bukannya tertarik saya jadi illfeel duluan. Apalagi kalau yang ngetag itu bukan orang yang dikenal. Reaksi saya ini mesti banyak ...

Menghabiskan Jatah 20000 Kata

Kemarin dulu, seseibuk menegur saya kurang kerjaan karena menuliskan panjang lebar tentang susu ibu hamil. Waktu itu sih rasanya tidak kurang kerjaan, wong kerjaan rumah aja kadang banyak yang nggak beres. Tapi sekarang saya sadar. Seseibuk itu benar. Saya kurang kerjaan. Tepatnya, mulut saya. (Terimakasih banyak Bu). Sudah menjadi rahasia umum jika perempuan itu banyak bicara. Konon, rata-rata dalam sehari bisa mengeluarkan 20000 kata. Sementara lelaki hanya 7000 kata. Jadi jangan heran walaupun sedang komen-komenan di grup wa, ketemu orang yang sama di tukang sayur juga perempuan bakal ngerumpi. Lalu bagaimana dengan saya yang kadang 16 jam sehari hanya bersama bayi yang baru bisa mengoceh? Belum lagi jika dihitung 8 jam ditinggal si bayi tidur. Jadi, hitungannya saya cuma sendiri di sepertiga hari. Bagaimana bisa menghabiskan jatah pengeluaran 20000 kata? Itu baru sehari. Lainnya, silakan hitung sendiri. Jadi, tanpa saya sadari sebenarnya menulis panjang-panjang itu mekanisme pe...

Kosongkan Gelasmu

'Saya Fitria. Malam ini siap mengosongkan gelas dan mengisinya dengan ilmu.' Adalah salah satu password jika kami akan memulai kelas online. Masing-masing bisa mengubah wadah dan isinya sesuai keinginan. Saya sering pake baskom terus pura-pura ya diisi es krim 😁 Maknanya, kami wajib mengosongkan pikiran (bukan buat dihipnotis yang pasti 😅) dari pemikiran kalau kami 'sudah tahu'. Pikiran 'sudah tahu' ini diibaratkan air di dalam gelas. Kalau sudah ada isinya kan susah ya diisi lagi? Siapa tahu itu isinya Mango Thai seminggu yang lalu. Meskipun enak tapi kalo udah basi mau diapain? Padahal bakal diisi Green Tea Milk ples cincau bikinan sendiri yang esnya dikit tapi dingin. #mengilerkandirisendiri Jadi mikir, kenapa baru ngeh ada metode begini yak? Kalo tahunya dari dulu-dulu kan sok tahunya bisa dikurangin 😷 Sering banget baru lihat judulnya 'Cara Mencuci Baju' sudah mikir "Kan hari-hari juga udah nyuci. Apa p...

Menantang Diri Untuk Kebaikan

#30DWC Apa itu #30DWC? Yang menyempatkan diri baca status saya akhir-akhir ini sampai titik darah penghabisan mesti ngeh dengan tagar ini. #sokngartismodeon. Selalu saya tuliskan di akhir disertai #DAYBERAPA. Meskipun tidak ada yang repot-repot bertanya, saya mau ceritakan 😀 *koor sak karepmu ae terdengar di belakang. Jadi, 30DWC adalah singkatan dari 30 Days Writing Challenge . Jadi tantangan menulis selama 30 hari nonstop. Tantangan ini lewat di Instagram (ya, saya punya @fitriasulaiman tapi benar-benar cuman jadi silent reader) dan entah mengapa nge-klik gitu di hati. Tanpa membuang waktu saya meminta izin suami apa boleh ikut atau tidak. Saya butuh dukungan dan ditransferkan uang pendaftaran 😂 Wait, tantangan kok berbayar? Iya, karena ini bukan hanya tantangan. Tetapi ada kelas online-nya sekian kali. Juga ada feedback dari mentor yang sudah mumpuni di bidang kepenulisan dan sesama fighter yang menerima tantangan ini. Kelas dimulai tanggal 20 Oktobe...

Lamunan di Stasiun Balapan

"Maaf Mas, tiket Prameks yang jam 16.00 sudah habis. Adanya yang jam 18.00. Kalau mau ada KA Senja Solo Ekspres jam 17.30, harga tiketnya 55K." Ok fix, kami ketinggalan kereta ke Jogja. Dan harus menunggu dua jam di stasiun. Aroma kekecewaan masih kental. Maka mari tarik napas dulu. Kejadian hari ini memang sudah tertakdir. Mulai dari saya yang salah mengerti waktu berangkat, persiapan yang molor, sampai bapak g*car yang ngambil rute berbeda untuk menghindari macet, yang ternyata bikin waktu perjalanan memanjang jauh. Jadi saya menghabiskan waktu dengan mengajak Fayyadh jalan-jalan. Tak lama ia mulai melamun dan tertidur. Lalu saya duduk dan hanya memperhatikan orang-orang yang akan naik kereta. Ada yang berjalan cepat-cepat menyeret koper dan plastik berisi oleh-oleh. Ada yang berjalan perlahan dengan bantuan tongkat tanpa membawa apapun. Ada mahasiswa yang kurus seperti penderita TBC. Ada siswa yang lemaknya bergelambir-gelambir. Ada yang begitu memperhatikan detail pak...

Ubun-ubun Bayi Berdenyut: Normalkah?

Fontanela Mayor. Bagus ya untuk nama anak? Baru lahir sudah jadi mayor. Panggilannya nanti Ela.. Ela.. e.. e.. e.. Atau Aurelia Aurita? Jelas dipanggil Aurel (tanpa Hermansyah). Nama secantik itu adalah nama ilmiah dari ubur-ubur. Sedangkan Fontanela Mayor adalah nama ilmiah dari ubun-ubun besar. Teruuuuus, hubungannya apa Fit? Ya dihubung-hubungkan saja. Berhubung saya seneng gitu nulisnya. Ubun-ubun dan ubur-ubur ternyata nama ilmiahnya kece-kece 😅 Jadi, yang saya mau bahas itu ubun-ubun bayi Mak. Yang kemarin lusa diributkan tetangga. "Kok ubun-ubunnya Fayyadh masih lunak? Anakku loh umur segini udah keras. Makanya kasi ramuan ini. Atau tutup pake koin. Kamu sih nggak mau pakein topi." Bukannya nggak mau Mak, tapi daripada yang bersangkutan nangis kejer? Kan saya pencinta damai 🙃 Jadi Mak, tanpa dikasi ramuan atau ditutup, itu ubun-ubun akan menutup sendiri pada waktunya. Yaitu mulai 9 bulan sampai dua tahun. Jika sebelum itu masih lunak, ya w...

Fase Oral Bayi: Bukan Tanda Siap Makan

"Ngapain kamu kasi anakmu gigit-gigit gelas? Kan sakit mulutnya!" Pagi-pagi sudah sarapan protesan dari Lombok. Kemarin saya kirimkan dua video Fayyadh ke teman sekolah Ibuq. Secara beliau tidak punya ponsel pintar. Video yang menurut saya lucu ternyata dianggap ther-lha-lhu 😂 Yak, mungkin selera humor saya datang dari Mamiq 🤔 Jadi, di video itu Fayyadh sedang tengkurap. Mainan air mineral gelas. Berhubung dia sedang fase oral ya itu pantat gelas juga diemut. Karena gelasnya bersih dan lembut saya biarkan, bahkan videokan. Gemes lihat dia gemes. Tapi bikin neneknya lemes 😅 Tapi bagaimanapun, saya masih beruntung. Setidaknya Ibuq tidak bilang "Makanya, kasi makan. Kamu nggak kasian liat dia ngeliatin terus?" Atau yang lebih klasik, "Jangan kasi ngemut-ngemut barang, nanti jadi kebiasaan." Atau yang nyinyir, "Jangan pelit gitu Mbak. Kasi makan anaknya biar gemuk." Intinya, yang menganjurkan bayi makan pad...

(Tak) Tahu Terimakasih

"Aku kesel. Dia sudah dikasi minjem barang, lama pula, masak aku yang mesti ke tempatnya ambil sendiri? Dimana sopan santunnya?" Seorang teman curhat. Jika dia orang lain, maka saya akan bilang, "Ya udah, diikhlasin aja. Yang penting kita udah bantu." Atau malah mencap-nya gila hormat dan tidak ikhlas 😂 Tapi tidak, dia adalah orang yang tulus. Dan tidak mengurus hal remeh remeh macam diucapkan terimakasih atau tidak. Hanya saja, jika soal attitude, dia sangat peduli. Saya baru sadar, ternyata tidak semua orang se-cetek itu. Iya, hampir semua orang akan kecewa jika tak diberi ucapan terimakasih atas barang/jasa yang telah diberikan. Tetapi, dengan alasan berbeda. Si teman ini, kecewa lebih karena sikapnya. Teman yang memiliki track record baik ternyata memiliki 'cela' dalam hal yang kelihatannya sepele, tapi imbasnya jauh ke hubungan mereka. Juga untuk dia pribadi. Orang yang tak tahu terimakasih, akan sulit mendapatkan pertolongan dari oran...

Foto Di Dinding Ruang ICU

"Malam terjadinya bom itu memang aneh. Biasanya kalo sudah jam 8 di malam Minggu kami sibuk. Tapi sudah jam 9 kami masih bisa beli nasi goreng dan ngobrol-ngobrol. Eeeeeh jam 10 ke atas pasien membanjir. Mayoritas korban dibawa ke Sanglah. Pintu belakang semua dibuka. Waktu itu belum banyak rumah sakit besar sekitar Kuta. Belum juga ada sistem triage. Kebayang nggak gimana chaos-nya situasi. Kami tidak bisa menolak pasien sementara tenaga dan sarana terbatas." Cerita dosen kami. Beliau kala itu masih dokter muda yang bertugas di IGD RSUP Sanglah Denpasar. RSUP Sanglah merupakan rumah rujukan, termasuk yang terbaik dan terlengkap di Indonesia. Jadi membayangkan mereka gelagapan sedikit sulit. Tetapi kembali lagi, itu kejadian 10 tahun yang lalu. Tentu saja situasinya berbeda. Bom Bali 1 tak hanya mengguncang Pulau Dewata. Tetapi juga menyita perhatian dunia. Se-Indonesia pun menyaksikan reportasenya dari media. Namun tak ada yang bisa menyamai menyaksikan secara langsung. K...

(semoga bukan) Ibu Durhaka

"Bilang sama dia, kalo mau minta maaf sudah saya maafin." Kata Ibuq ketika tetangga memintanya masuk ke ruang bersalin. Nyeri bukaan hampir lengkap rupanya tak mematikan rasa geli di hati. Bukan itu maksud memanggil Ibuq. Saya hanya ingin meminta kartu berobat di dompet yang dibawanya agar rekam medis saya  sebelumnya bisa diambilkan 😅 Sudah menjadi tradisi di daerah kami, ketika seorang wanita sulit melahirkan, maka ia akan meminta maaf kepada orang lain terutama ibu dan suaminya. Ada yang ekstrim sampai harus meminum air bekas cucian kaki suami. Semua dipercaya agar mempermudah proses persalinan. Bukannya saya tak merasa memiliki salah pada Ibuq. Tapi hubungan kami tak segamblang itu. Maksudnya, kami jarang sekali meminta maaf. Mungkin pas lebaran saja 😁. Alhamdulillah, sampai sekarang kami tak pernah bertengkar hebat. Apalagi sampai terdengar tetangga. Ketidaksepahaman kami biasanya hanya sampai bertukar kalimat beberapa kali, lalu salah satu da...

Orang Dewasa: Mendongenglah!

Salman. Nama itu diam-diam saya simpan dalam-dalam di lubuk hati. Sejak pertama kali mendengarnya di usia sekolah dasar (SD). Nama yang terdengar keren, gagah, dan pintar. Sepintar sosok Salman Al Farisi yang diceritakan Mamiq (ayah) di malam bercerita. Jadi, sewaktu SD kami-saya dan empat orang teman-mengaji di ruang tamu setelah Magrib. Berlima kami akan mengelilingi ruang sempit di antara sofa coklat kotak-kotak dan meja persegi panjang. Mamiq sendiri duduk di satu sofa yang menghadap ke pintu. Yang paling istimewa dari malam mengaji kami adalah malam Ahad, karena malam itu adalah malam bercerita. Mamiq akan menceritakan kisah-kisah Nabi atau sahabat dengan caranya sendiri. Menggunakan bahasa sehari-hari (bahasa Sasak). Jadi kami merasa begitu dekat dengan tokoh-tokoh itu. Sampai bisa membayangkan para sahabat duduk bersila dan berbincang di dalam masjid desa. Setelah dewasa saya baru tahu jika beliau sering berimprovisasi. Tak hanya Mamiq. Nenek dan paman saya pun sering berceri...

ANAK PEREMPUAN SEMUA: BENARKAH SALAH IBUNYA?

ANAK PEREMPUAN SEMUA: BENARKAH SALAH IBUNYA ? "Pas anak kedua saya lahir, kan laki-laki. Suami bilang 'Yaaah, kok laki lagi?' Ya ngapain nanya saya? Saya kan cuman nerima. Kamu kasi gen laki ya jadi laki, kasi gen perempuan ya jadi perempuan." Cerita dosen saya ibu Asmawati saat membuka kuliah keperawatan maternitas. Ah, selalu keren ibu mah. Bukan rahasia jika di kebanyakan negara, apalagi negeri tercinta Indonesia, anak lelaki menjadi primadona. Ada sesuatu yang kurang jika tak memilikinya. Tak jarang menyangkut harga diri. Bahkan di beberapa daerah, keluarga harus 'mengadopsi' anak lelaki harus agar bisa meneruskan nama/adat. Selama ini seringkali hanya perempuan yang disalahkan jika hanya melahirkan anak-anak perempuan. "Ndeq bi tao nganak (kamu nggak pintar ngelahirin)," katanya kalau di Lombok 😥 Sehingga kadang ini menjadi pembenaran lelaki untuk menikah kembali, demi mendapat keturunan laki-laki. Lalu setelah menikah ternyata a...

Mengenal Bercak Mongol

MENGENAL BERCAK MONGOL "Mbak, kamu udah keramas belum?" Tanya rekan piket begitu saya duduk sempurna di kursi. "Hah? Nggak i Mbak? Kenapa?" "Kan gerhana bulan. Nanti anakmu item loh.." Jangankan keramas, mandi aja nggak sempat. Baru pulang dari satu acara terus lanjut piket malam. Untung malam itu nggak ada pasien 😅 Qadarullah, Fayyadh memang terlahir dengan kulit coklat. Coklat ya, bukan hitam. Karena kulit hitam itu sebutan untuk saudara kita dari benua Afrika. Pagi setelah selesai piket malam kala itu saya bikin status FB yang menanyakan mengapa ibu hamil harus mandi di malam gerhana bulan. Bermacam jawaban muncul. Lalu ada seseorang yang concern dan inbox saya. Sebut saja dia (D) dan saya (S). D: Mbak, saya juga dulu nggak dengerin ortu disuruh mandi. Eeeeeh pas lahir anak saya ada item-item di punggungnya. S: Di daerah pantat juga ada ya Mbak? D: Iya. S: Kayak memar gitu? D: Iya, tapi nggak hilang-hilang. S: Mbak, itu memang ba...

Totto Chan dan Keterlambatan Yang Manis

"Belum. Dan aku pengen banget. Banyak penulis keren dan psikolog nyebutin buku itu. Rata-rata review-nya bagus. Mo minjem nggak tahu sama siapa." Jawab saya ketika suami menanyakan apakah saya pernah membaca buku Totto Chan. Saya tak perlu meninggikan suara meskipun kami sedang di atas sepeda motor. Semangat yang menggebu otomatis membuat suara makin nyaring. Apa yang ia katakan selanjutnya membuat saya ingin jingkrak-jingkrak. "Nanti aku beliin." Janjinya. Dan tiga hari kemudian, buku bersampul putih itu datang.  Ilustrasinya sangat sederhana. Seorang gadis kecil berjaket putih dan tersenyum simpul. Bukannya terlihat membosankan, kesan yang saya dapat justru seperti akan membuka warisan berharga dari jaman dahulu. Jadi deg-degan dan tidak sabaran. Totto Chan dan Gadis Cilik di Jendela ditulis oleh Tetsuko Kuronayagi. Isinya tentang seorang gadis cilik yang ceria dan sangat bersemangat, berimajinasi tinggi, dan memiliki kebiasaan aneh seperti berlama-lama memand...

Merawat 'Preman'

"Fit, ke bed 5 ya? Bilang sama pengunjung masuknya satu-satu gen.." Mbok Dwi menyuruh sambil tersenyum. Glek! Bed 5 pasien yang itu. Sedang dikelilingi lima laki-laki kekar. "Mbok aja, saya nggak berani." "Mbok udah tadi Fit.." Hmmm.. baiklah. Sambil menghitung langkah saya berjalan dari nurse station ke bed 5 yang berjarak hanya 2 meter. Berharap tidak segera sampai. Tapi langkah kaki ini rupanya berkhianat dan sebelum pikiran aneh-aneh muncul secepatnya saya buka mulut dan berkata "Bapak-bapak, ampure nggih jenguknya gantian nggih. Satu-satu. Biar pasiennya dan pasien lain bisa istirahat." Tak satupun dari pengunjung yang mengalihkan pandangannya dari pasien.  Saya makin jengah, ingin segera pergi. Lalu terdengar jawaban "Nggih" dari salah satu pengunjung. Tapi begitupun tak ada yang melangkah keluar.  Saya hanya menarik napas kemudian undur diri. Untuk kemudian menarik napas lebih panjang ketika dua orang lagi masuk mengelilin...

Jangan Kaget, Hal Berikut Bisa Terjadi Setelah Melahirkan

"Memang sakit Mbak. Tapi nanti itu kalau sudah muncul rasa kayak pengen BAB, Mbak Fit tinggal ngeden sekian kali. Keluar deh bayinya. Langsung lupa deh sakitnya gimana. Malah langsung pengen nambah lagi." Ibu tukang sayur tertawa. Lagi, cerita ibu-ibu biasanya hanya tentang sakitnya melahirkan. Atau larangan tidak boleh ini itu yang sebagian besar adalah mitos 🙃 Melahirkan adalah momentum besar. Sebuah pertaruhan nyawa. Tetapi semua tak selesai disana. Sebab, petualangan panjang menjadi seorang ibu justru baru dimulai. Ternyata, banyak hal yang terjadi pada tubuh wanita setelah melahirkan tapi tidak ada yang pernah cerita pada saya 😅 Berikut saya tuliskan dari berbagai sumber dan dari pengalaman pribadi. 1. Wajah dan kulit Disebut 'makin hitam dan kusam' adalah makanan saya sehari-hari saat hamil 😥 Terutama menjelang trimester akhir. Itu baru wajah, belum lagi di area lipatan. Ada juga garis hitam horizontal di perut yang dina...

Hal-hal Yang Sangat Diperlukan Ibu Setelah Melahirkan

"Kalau aku janjian sama temen jenguk orang yang habis lahiran, kami biasanya beliin kado buat ibunya. Kasian, ibunya kan capek baru berdarah-darah. Butuh perhatian juga, buka. Cuman bayinya." Khas Bunda Yusi Laman, statement ini juga anti-mainstream. Jangankan orang lain, ibu (dan calon ibu) saja biasanya lebih mementingkan bayi dari dirinya. Sedari hamil sibuk mempersiapkan ini dan itu untuk bayi, eh setelah melahirkan bingung sendiri. Ternyata banyak juga hal yang dibutuhkan tapi tidak disiapkan sebelumnya. Sebuah postingan tentang persiapan persalinan yang ditulis sahabat saya Herniza menjadi viral. Bukti bagaimana kehamilan dan persalinan begitu disiapkan, tapi bagaimana setelah itu? Maka saya menuliskan disini beberapa hal yang sangat diperlukan ibu setelah melahirkan sesuai pengalaman pribadi. 1. Obat Anti Nyeri Biasanya ini sudah diresepkan begitu ibu pulang dari fasilitas kesehatan. Saya sendiri hanya minum 1 pepel yang dari Puskesmas dan tidak membeli lagi. Vit...