Sepulang dari Poltabes mengurus SIM kemarin, alih-alih melaju ke Poltekkes untuk menyerahkan proposal pada Bu Suratiah, aku memutuskan membelokkan stang motor ke arah RSM. Niat awalnya untuk mengedit proposal sambil menunggu jam 10, dimana aku janjian dengan Mbok Ayu Panji. Sesampai disana, niatan itu berubah 180 derajat. Bukannya takzim menyimak penuturan Mbah Google mengenai komplikasi, aku malah khusyuk mempublish notes baru di pesbuk. Hilang sudah semangatku untuk melengkapi data dan memperbaiki proposal skripsi. Ku tutup rapat pintu proposal dan mulai membuka percakapan dengan bu Novi dan mbak Susi. Iseng-iseng ku tanyakan tentang bu Suratiah, pembimbing 2-ku, yang berjilbab syar’I dan subhanallah anggun serta keibuan, dan ini yang terpenting, ternyata beliau termasuk perintis RSM dulu semasa masih bernama LKM. Mbak Susi ternyata tak tahu banyak tentang beliau, dari Bu Novilah aku mendapat cerita lengkap. Beliau orangnya memang pintar dan disiplin. Suaminya juga seorang...
Sebuah muara dari aliran-aliran kata yang tak tertumpahkan di tempat bernama bumi.