Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2019

YANG SAYA PELAJARI SETELAH MENIKAH

Salah satu kalimat yang paling mengiritasi kesensitifan masa single saya adalah "Hidup itu dimulai setelah menikah Mbak." Gimana ya?  Bikin saya ngerasa kayak virus, yang nggak bisa hidup tanpa nempel di mahluk hidup. Juga inferior, seakan-akan masa single dengan segala problematikanya itu nggak ada apa-apanya. Ternyata oh ternyata, artinya tidak sesederhana pikiran sensi saya. Banyak sekali hal yang dulu membingungkan, terjawab sempurna setelah menikah. Pun dengan satu permasalahan, bisa dilihat dengan persepektif yang samasekali berbeda. Seperti ketika saya heran melihat Ibuq sesenggukan saat Mamiq sakit. Beliau sedih karena tidak ada keluarga yang datang menjenguk. Padahal sakitnya karena kelelahan mengurus masalah keluarga. Kesannya kok jadi nggak ikhlas gitu bantuin orang. Tapi ternyata, sayapun kecewa ketika mengalami hal yang sama. Apakah ini tanda kami istri yang tak ikhlas? Wallahu'alam, semoga tidak. Jika iya, semoga Allah memperbaiki hati kami. Terbuktilah kata...

BUMIL, BABYMOON YUK!

Emang artis aja yang bisa babymoon? Kami juga. Destinasinya aja nggak kalah kece. Udah berkali-kali menang award internasional. Sampai turis-turis lokal dan mancanegara pengen banget mengunjungi. Kebanyakan yang udah datang, mau balik lagi. Dimana? Lombok dong! Bali mah, lewat (baca: transit). Krik.. krik.. krik.. Bilang aja elu pulang kampung Fit. Yaaah, tapi kan biar terkesan bombastis gitu.  Eniwe, kalau memang ada kemampuan, babymoon-lah Mak dan calon emak. Apaan tuh babymoon? Semacam perjalanan romantis dengan suami, untuk meningkatkan bonding sebelum debay lahir. Karena akan banyak kerepotan dan adaptasi sana sini setelah lahiran. Biasanya akan menimbulkan stres. Nah, bonding yang kuat dengan pasangan akan meminimalisir konflik karena stres tadi. Jangan bayangin babymoon kami pake nginep di hotel berbintang berhari-hari. Cuman sehari, nginep di rumah bibi, besoknya jalan ke hutan Sesaot. Sudah direncanakan sejak di Solo. Saya yang merasa lebih segar bugar di kehamilan kali in...

Penguji Kesabaran No. 1

"Fayyadh," kata suami sambil mengelus kepala si bocah yang baru numpahin es kelapa muda. "Terimakasih ya sudah menjadi penguji kesabaran Abah."  Lalu sambil melirik saya ia melanjutkan, "Yang nomor 2. Yang nomor 1 tetap ibumu." Saya kemudian tersenyum manis dan membalas "Terimakasih Abah, Ibu selalu jadi yang pertama. Ibu terharu." Tadinya mau dilanjutkan dengan kalimat 'Ibu juga merasakan hal yang sama', tapi dibatalkan di detik terakhir. Eniwe, ada yang sepakat nggak Buibu? Bagi para istri, suami itu penguji kesabaran No. 1. Semarah-marahnya sama anak, sebentar lagi bisa ngomong lembut. Peluk cium. Bahkan minta maaf. Kalo sama suami, nesu alias rasa yang tertinggal setelah marah itu naudzubillah. Dari hitungan jam sampai bisa berhari-hari. Minta maaf? Ya tunggu nesu-nya reda lah! Tapi balik lagi, ternyata suami juga menganggap bukan anak yang menjadi penguji kesabaran No. 1. Melainkan kita para istri. Jadi sebenarnya bukan hanya kita ya...

PENGALAMAN KHITAN ANAK USIA 13 BULAN

"Duuuh, nggak kasian khitan kan masih kecil?" "Nangis nggak Fayyadh pas disunat Mbak?" Keduanya adalah pertanyaan favorit orang ketika mengetahui kami khitan Fayyadh empat bulan yang lalu. Untuk pertanyaan pertama, khitan itu secara medis aman dilakukan di semua usia. Tetapi justru paling bagus jika dilakukan saat masih newborn alias bayi dibawah sebulan. Karena saat itu pembelahan sel sedang tinggi-tingginya sementara bayi tak banyak bergerak, sehingga penyembuhan luka jauh lebih cepat dan bagus. Diluar negeri, khitan malah dilakukan sebelum bayi dibawa pulang dari rumah sakit tempatnya dilahirkan. Sayangnya, dulu abah dan kakek Fayyadh tak mengizinkan ia dikhitan saat bayi. Jadi cita-cita saya kandas. Adalah dr. Lucy Sahrodji, Sp. A. yang menyarankan kami segera mengkhitan Fayyadh. Saat itu kami datang berkonsultasi karena berat badan Fayyadh yang naik dikit-dikit sehingga BB-nya kurang ideal. Setelah memperhatikan tren KMS-nya, dr. Lucy menyatakan BB Fayyadh masi...

BAYI DAN ANAK BERMAIN DENGAN KUCING, AMANKAH?

"Mbak, itu bekas apa?" Tanya anak-anak ketika melihat luka di tangan Fayyadh. "Dicokot (digigit) Pupus." "Hiiiiy.." "Tapi kok tadi masih mau main Mbak?" "Yaaa namanya masih kecil, belum tahu kapok." Pupus adalah kucing orange belang yang sering datang pagi-pagi ke kontrakan kami. Sepertinya dia bukan peliharaan siapa-siapa karena ketika ditanyakan di grup wa ibu-ibu tidak ada yang mengakui. Fayyadh mah senang-senang saja. Tapi rasa antusiasnya berbanding terbalik dengan Pupus. Dia tidak begitu suka diganggu sehingga terjadilah sekitar 3 kali insiden Fayyadh digigit tangannya. Untunglah lukanya tidak begitu dalam. Anak digigit, dicakar, alergi, dan tertular penyakit biasanya adalah hal yang ditakuti orang tua sehingga tidak mengizinkan anaknya bermain dengan kucing. Jika dua hal pertama kadang tak bisa dihindari sehingga memang bayi dan anak-anak harus tetap diawasi ketika bersama kucing, maka tak demikian halnya dengan penyebab alergi d...

MANTAN-NYA SUAMI, ENAKNYA DIAPAIN YA?

Eits, tenang dulu. Postingan kali ini bukan niat bikin rusuh. Apalagi memiliki unsur dan niat menyakiti orang lain. Cuman pengen libur sejenak dari posting soal anak. Uhuks.. Adapun yang melatarbelakangi tulisan ini adalah postingan manis seorang teman (sebut saja si A) yang mengunggah foto masakan istrinya. Sooo? Ada yang bikin saya terusik. Yaitu satu komen yang nulis 'enak mana sama masakan si ini?' yang disinyalir adalah mantan si A. Dan percakapan menjadi panjang. Begini gaes. Apa faedahnya bandingin masakan istri orang sama mantanya? Urgensinya dimana? Kalo si istri baca gimana? Terus nanya-nanya sama si A soal mantannya? Terus kepo dengan masa lalu mereka? Terus jadi mogok masak? Terus.. terus.. #provokasialainfotainment Yaelah Fitria, begitu aja dibaperin. Itu namanya becanda. Be-can-da. Sorry to say, buat saya itu bercandanya nggak etis. Si A baru saja menikah. Ya terserahlah mantannya itu chef internasional atau apa, tapi buat apa dibawa-bawa? Kebanyakan perempuan itu...