Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2019

IRT

Akan selalu ada, orang-orang yang menganggap pekerjaan menjadi ibu rumah tangga itu tak pantas dibanggakan. Atau setidaknya, lebih remeh temeh dibandingkan pekerjaan yang menghasilkan atau mendapat gaji bulanan. Maka disinilah pentingnya mengenal diri. Punya konsep. Tahu apa yang diinginkan. Paham tujuan hidup. Karena, jika kita tak menghargai diri sendiri, bagaimana mungkin kita bisa mempercayai penghargaan dari orang lain? Menjadi ibu rumah tangga seutuhnya, atau memilih bekerja diluar rumah adalah pilihan masing-masing. Semua ada lebih kurangnya. Kita tak akan pernah sepenuhnya mengerti posisi seseorang kecuali dengan menjalani hidupnya. Kebanyakan hal di dunia ini tak bisa kita ubah. Yang paling dimungkinkan untuk diubah adalah cara pandang kita sendiri ke arah yang lebih positif. Dan itu, satu sumbangsih nyata bagi masyarakat. Setidaknya, akan berkurang satu pasang mulut dan jari yang ringan berkomentar nyinyir.

MENGAJAK ANAK KE MASJID? WHY NOT?*

"Hehe.. biarkan saja. Mumpung lagi semangat. Besok lusa lain lagi ceritanya." Ini adalah jawaban Ibuq atas pertanyaan tetangga mengenai saya yang mendadak rajin ke masjid. Saat itu masih SD, saya lupa tepatnya kelas berapa. Ada rombongan KKN mahasiswa dari Mataram datang ke desa kami. Selain memberikan les belajar gratis, mereka juga mengadakan acara-acara di balai desa. Dan mengatakan bahwa 'meramaikan masjid itu baik'. Dimulai dengan sholat berjamaah. Maka saya dan beberapa teman lalu tak pernah alpa sholat Dhuhur dan Ashar disana. Sholat selainnya di rumah atau di tempat ngaji. Kami bersemangat dan merasa melakukan hal baik. Sampai pertanyaan dengan nada meledek itu terlontar "Sampai kapan kira-kira Fit bakal rajin ke masjid?" Huh! Saya tersinggung. Pokoknya saya akan buktikan bahwa ini bukan angin-anginan. Lihat saja, saya akan tetap rajin ke masjid apapun yang terjadi. Tetapi, tekad kuat itu tunduk pada pengalaman dan pengetahuan Ibuq beserta sang...

INI PEMILU ATAU BENCANA ALAM?

INI PEMILU ATAU BENCANA ALAM? "Cepat! Cepat! Cepat! Lelet sekali jadi perawat. Kalau begini nanti kerjanya, mati pasien kalian!" Terimakasih kepada kakak senior saya di Poltekkes Kemenkes Mataram dulu yang selalu meneriakkan kalimat ini di tiap sesi ospek. Kalimat yang begitu menghujam dalam jiwa gadis baru tamat SMA dan memutuskan menjadi perawat. Sampai-sampai saya berkeyakinan semua tindakan tanpa terkecuali harus dilakukan secepat mungkin. Setelah melewati fase praktek klinik terlebih bekerja, akhirnya saya bisa keluar dari pemahaman yang keliru tersebut. Bahwa tubuh manusia, tidak selemah itu. Ia adalah mesin paling efisien. Akan melakukan banyak kompensasi demi mempertahankan hidup. Ya, dalam situasi gawat darurat memang tindakan cepat dan tepat itu mutlak. Apalagi jika menyangkut sirkulasi (perdarahan), ada sumbatan jalan napas, atau masalah di pernapasan. Kehilangan darah yang banyak, atau tak dapat oksigen dalam waktu sekian menit, dapat menyebabkan kematian yan...

JADI APA?

JADI APA? "Mbak, besok maunya Fayyadh jadi apa?" Tak hanya anak-anak, suami pun beberapa kali menanyakan pada saya inginnya esok lusa Fayyadh jadi apa. Tak seperti Abah @firmansyahabakar yang punya keinginan yang lebih spesifik, saya cuman menjawab "Terserah jadi apa, yang penting Fayyadh jadi anak sholih. Jika sudah sholih, insya Allah jadi apapun akan dijalankan dengan sebaik-baiknya." Entah bagaimana zaman yang akan Fayyadh hadapi esok. Sekarang saja, cita-cita menjadi dokter dan guru sudah banyak digantikan dengan youtuber dan selebgram. Dan memaksakan keinginan pada anak, dari jaman kapanpun bukan hal yang baik. Meskipun begitu, saya menyimpan satu keinginan yang sebisa mungkin didoktrin pada Fayyadh. Jadi apapun kelak, agar ia juga meluangkan waktunya untuk menjadi relawan. Relawan apa saja, yang penting lembaganya baik dan benar. Karena saya dan abahnya membuktikan sendiri, bahwa begitu banyak hal baik yang kami dapatkan dari kegiatan relawanan ria. Ber...