Skip to main content

Posts

Showing posts from October, 2018

Susu Ibu Hamil: Wajibkah?

"Kamu yakin mau merk itu? Nggak yang lain?" Tanya seorang suami pada istrinya. Mereka sedang berdiri di etalase susu ibu hamil di seberang kami. "Iya Mas, katanya merk ini paling bagus." Jawab si istri sumringah. Sang suami tampak garuk-garuk kepala. Saya tak heran, susu bubuk berkotak ungu di tangan si istri harganya lumayan dibandingkan merk lain. Jadi de javu, ingat setahun lalu saya dan suami berada di posisi yang sama dengan mereka. "Hamil berapa bulan Mbak?" Seorang sales bertanya ramah. "Alhamdulillah masuk 3 bulan Mbak." "Masih mual/muntah?" Lanjutnya "Alhamdulillah udah nggak terlalu." "Oh ya, bagus Mbak. Susu hamilnya Mbak minum apa aja selama ini?" "Nggak minum Mbak." Seandainya tak peduli kesopanan, saya akan mengambil hape dan memotret si Mbak saat itu. Ekspresinya begitu priceless. Dalam sepersekian detik berubah drastis dari kaget-tak percaya-dan nyaris horor. Hari gini ada calon ib...

Cerita Dibalik Nama

"Mbak, arti namane Dek Fayyadh opo toh?" Tanya Iffah. "Murah hati, atau dermawan." Jawab saya. "Oh, kalo namaku Iffah artinya suci. Pernah toh karena tak pikir artinya gitu aku nggak wudhu pas mau sholat, kan udah suci. Eeeeh, ternyata ndak boleh gitu." Hahaha.. dasar bocah. Polos men. Tapi setidaknya dia tahu arti namanya. Saya sering mengernyitkan dahi ketika bertanya pada seseorang dan ia tidak tahu arti apalagi sejarah namanya. Apa dia tidak bertanya? Atau orang tuanya tidak menceritakan? Penting ya Fit? Apalah arti sebuah nama. Well, menurut saya sih penting. Ada banyak nilai yang bisa digali disana. Salah satunya, adalah harapan dan romantisme orang tua. Nama saya sendiri adalah Baiq Fitria Suryani. Jadi bukan nama FB ya (maafkan kealayan ini 😁). Katanya, dulu saya akan dinamai Ade Irma Suryani, tapi ada keluarga yang mencegah, katanya "Nanti meninggalnya cepat seperti alm. Ade Irma." 😅 Baiq adalah gelar perem...

AKHIR SI PENGUMPAT

Apa beda geng cewek dan cowok kalo baru ketemu? Kalo cowok, baru ketemu manggil 'Njing! Nyet! Ngan!' dan sejenisnya, tapi abis itu pada ketawa-ketawa sampai pulang. Kalo cewek, manggilnya 'Say, Cin, Inces' dan semacamnya, tapi di belakang sering saling omongin 😅 Ini kata meme sih, tapi kok ada rasa akurat-akuratnya gitu ya? 😂😂😂 Untungnya saya nggak termasuk golongan cewek yang begitu (mulai bela diri). Bukannya apa-apa, saya emang nggak pernah manggil teman 'Say!' 🙃 Mengumpat adalah mengeluarkan umpatan, menjelek-jelekkan orang, atau mengeluarkan kata-kata kotor karena marah atau jengkel (KBBI). Ya, kadang memang ada waktu ketika tidak ada kata yang bisa mengungkapkan betapa buruknya suasana hati kecuali kata-kata umpatan. Setelah mengumpat, apa rasanya jadi plong? Wallahu'alam. Yang jelas kalau saya pribadi tidak. Malah merasa bersalah. Ngapain emosi sesaat begitu musti mengotori mulut? Te...

Karakter Uang

"Heran deh sama ibumu, baru denger dia pengen kelapa muda langsung Mak Ijah (bukan nama sebenarnya) nyuruh anaknya petikin di sawah. Aku yang jelas-jelas cerita di depannya pengen masak bayam didiamin. Padahal bayamnya lagi subur-suburnya di kebun. Padahal rumah kami dempetan, belum lagi kalau dihitung dia itu bibinya suamiku." Curcol tetangga seberang jalan. Saya hanya tersenyum. Entahlah, tapi memang rezekinya Ibuq seringkali berbeda dengan orang lain. Misalnya saat kenduri. Walaupun bawaannya sama, nanti ibu-ibu dapat berkat (makanan yang dibawa pulang setelah kenduri) standar misalnya nasi, sayur nangka, dan kerupuk, tak jarang ibu juga membawa pulang sesisir pisang atau sebungkus gulai daging. Ketika saya tanya, Ibuq biasanya hanya tertawa dan menjawab tidak tahu. Tapi saya perhatikan, Ibuq memang tidak pernah segan membantu orang. Sampai rela menomorduakan kepentingannya sendiri. Kecuali memang benar-benar tidak bisa. Ibuq juga paham karakter orang. Jadi kalau meras...

Bochor.. bochor.. bochor..

Bochor.. Bochor.. Bochor.. Iklan ini, walaupun konsepnya nggak wah-wah amat, tapi gampang sekali diingat. Mungkin karena aksen bule yang panik karena rumahnya bocor itu lucu, atau memang karena psikologis orang Indonesia kebanyakan menganggap bule itu keren. Entahlah, yang penting pesannya sampai dan banyak orang yang (mau tidak mau) jadi tahu. Kebocoran biasanya dianggap sesuatu yang merugikan. Seperti di iklan itu, menyebabkan banyak kerusakan peralatan elektronik, perabot rumah, bahkan tugas sekolah. Lalu apa reaksi kita jika dikatakan bahwa semua kita sebenarnya memiliki kebocoran di rumah masing-masing? Pasti banyak yang tidak terima, menolak, atau malah memfoto bagian-bagian rumah untuk membuktikan bahwa rumahnya tidak bocor. (Okay, mungkin ini lebay 😅) Tidak percaya? Coba cek pemasukan tiap bulan, kemana larinya? Apa tersimpan semua di rekening? Tentu tidak. Sudah habis untuk bayar ini itu, beli ini itu. Bahkan tak jarang berhutang untuk menutupi kebutuhan. Na...