"Kamu yakin mau merk itu? Nggak yang lain?" Tanya seorang suami pada istrinya. Mereka sedang berdiri di etalase susu ibu hamil di seberang kami. "Iya Mas, katanya merk ini paling bagus." Jawab si istri sumringah. Sang suami tampak garuk-garuk kepala. Saya tak heran, susu bubuk berkotak ungu di tangan si istri harganya lumayan dibandingkan merk lain. Jadi de javu, ingat setahun lalu saya dan suami berada di posisi yang sama dengan mereka. "Hamil berapa bulan Mbak?" Seorang sales bertanya ramah. "Alhamdulillah masuk 3 bulan Mbak." "Masih mual/muntah?" Lanjutnya "Alhamdulillah udah nggak terlalu." "Oh ya, bagus Mbak. Susu hamilnya Mbak minum apa aja selama ini?" "Nggak minum Mbak." Seandainya tak peduli kesopanan, saya akan mengambil hape dan memotret si Mbak saat itu. Ekspresinya begitu priceless. Dalam sepersekian detik berubah drastis dari kaget-tak percaya-dan nyaris horor. Hari gini ada calon ib...
Sebuah muara dari aliran-aliran kata yang tak tertumpahkan di tempat bernama bumi.