JANGAN SIMPAN BUAH BERSAMA SAYUR "Aphaaaa??? " (Kamera dizoom, dijauh dekatkan, lalu masuk backsound berdentum-dentum) "Bukankah selama ini mereka selalu bersama Luis Armando? Apa salah mereka sehingga harus dipisahkan?" "Dengar dulu Rosalinda.." "Tidak. Bahkan dokter Salvador pun mengatakan kebanyakan penyakit itu bisa sembuh dengan banyak makan buah dan sayur." "Tapi Rosalinda, aku mendengar kabar ini dari Professor Fulgosso, pimpinan Dokter Salvador." "Masalahnya Luis Armando, kita belum punya kulkas. Jika tidak disimpan di tas belanja yang sama, aku sering lupa masih ada sayur atau tidak." "Rosalinda, maafkan aku yang belum.." Cukup.. cukuuuup! Kalau diteruskan, nggak jadi-jadi saya nulis 'mengapa' sayur dan buah sebaiknya tidak disimpan bersama. Jadi begini Mak, sayur dan buah termasuk produk yang perishable, alias mudah rusak. Jadi penyimpanannya (kalau bisa) harus tepat. Untuk menjaga kesegarannya. Say...
Menyapih anak adalah pengalaman emosional bagi setiap ibu dan anak. Bagaimana tidak, awalnya bisa saja penuh drama. Mulai dari ASI belum keluar, perlekatan anak belum sempurna, payudara bengkak, puting lecet, endebra endebra. Setelah ibu dan anak sudah bisa menikmati prosesnya, anak tambah besar. Tumbuh gigi, duhai nikmatnya. Belum lagi posisi nenen yang sudah seenaknya si anak. Sudahlah itu nenen dipelintir sana-sini macam berita politik di media. Tapi dibalik semua itu, menyusui adalah proses yang indah. Tak hanya transfer nutrisi, ia juga jalan membangun ikatan yang hanya dimiliki ibu dan anak. Jadi ketika waktunya tiba, maka proses sapih kadang jadi butuh perjuangan. Untuk sapih secara fisik maupun batin. Kadang anak sudah siap, ibunya yang belum ikhlas. Setelah ASI eksklusif, WHO menyarankan untuk meneruskan pemberian ASI sampai dua tahun. Dalam Al Qur'an disebutkan, waktu dua tahun adalah bagi mereka yang ingin menyempurnakan penyusuan. Jika ingin menyapih sebelum itu diperbo...