JANGAN SIMPAN BUAH BERSAMA SAYUR
"Aphaaaa??? "
(Kamera dizoom, dijauh dekatkan, lalu masuk backsound berdentum-dentum)
"Bukankah selama ini mereka selalu bersama Luis Armando? Apa salah mereka sehingga harus dipisahkan?"
"Dengar dulu Rosalinda.."
"Tidak. Bahkan dokter Salvador pun mengatakan kebanyakan penyakit itu bisa sembuh dengan banyak makan buah dan sayur."
"Tapi Rosalinda, aku mendengar kabar ini dari Professor Fulgosso, pimpinan Dokter Salvador."
"Masalahnya Luis Armando, kita belum punya kulkas. Jika tidak disimpan di tas belanja yang sama, aku sering lupa masih ada sayur atau tidak."
"Rosalinda, maafkan aku yang belum.."
Cukup.. cukuuuup!
Kalau diteruskan, nggak jadi-jadi saya nulis 'mengapa' sayur dan buah sebaiknya tidak disimpan bersama.
Jadi begini Mak, sayur dan buah termasuk produk yang perishable, alias mudah rusak. Jadi penyimpanannya (kalau bisa) harus tepat. Untuk menjaga kesegarannya.
Sayur dan buah dapat mengeluarkan gas etilen yang mampu mempercepat pematangan. Di sisi lain, berarti mempercepat pembusukan.
Segala jenis sayuran hijau biasanya kandungan etilennya rendah. Sedangkan buah apalagi mangga, pisang, apel, markisa itu kandungan etilennya tinggi. Jadi jika dicampur tempat penyimpanannya, maka sayuran akan lebih cepat busuk.
Yang perlu dicatat adalah tomat, karena walaupun digolongkan sayuran, ternyata gas etilen tomat juga tinggi. Jadi disimpannya di tempat berbeda saja.
Bagaimana kalau di kulkas? Sama saja. Walaupun ditempatkan di rak berbeda, tetapi hitungannya tetap satu tempat yang tertutup.
Apa harus pake taperwer? Biar kulkas juga cantik dan rapi. Monggo, tapi kekurangan wadah yang tertutup (taperwer dan downline-nya) adalah gas CO2 yang tidak bisa keluar.
Terus gimana dong? Nyimpan sayur aja kok ribet amat!
Maaf Buibu, ini sharing saja cara yang tepat. Kalau bisa ya dikerjakan, kalau nggak ya jangan repot.
•Jadi kalau bisa diletakkan di tempat terpisah, kalau ada wadah dari bambu seperti besek itu lebih baik. Jika ditaruh di dalam plastik, usahakan buka tutupnya sedikit.
•Untuk umbi-umbian macam singkong dan ubi, jangan diletakkan di tempat yang sangat kering. Usahakan di tempat yang agak lembab. Jika ada jerami atau daun kering, ditumpuk dan dikasi air sedikit. Ini penting agar kadar pati tidak cepat turun. Yang menyebabkan singkong atau umbi lain mengeras seperti kayu.
•Untuk beras, yang paling ideal adalah rice book. Atau tempat yang tertutup lainnya agar tidak dimasuki serangga atau tikus. Apalagi dipatok ayam. Yang penting, prinsipnya adalah first in, first out. Jadi yang dibeli duluan, dimasak duluan.
•Buah-buahan dengan kadar etilen tinggi, seperti pisang, apel, alpukat, mangga, markisa, jangan dimasukkan ke dalam kulkas. Karena mempercepat pembusukan bahan makan lain.
•Bagaimana dengan makanan yang sudah matang? Tidak masalah. Karena sudah beda bahasan. Makanan matang tidak terpengaruh oleh gas etilen. Tetapi, alangkah lebih baik kalau bisa jangan dihangatkan lagi.
•Katanya, nasi yang sudah lebih sehari di magic com tidak bagus. Apa benar? Sayangnya iya. Semakin lama di magic com, terjadi proses yang menyebabkan kadar gula dalam nasi semakin tinggi. Jadi kalau bisa dihindari. Apalagi untuk penderita diabetes.
Sekian sharing kali ini. Kalau bisa mari upayakan hidup sehat, kalau belum bisa jangan dibawa stres.
Karena jiwa yang sehat, akan diikuti oleh badan yang lebih sehat (dibandingkan orang yang stres).
Sumber: Pak Raharjo, S.TP.
Comments
Post a Comment