Skip to main content

Posts

Showing posts from April, 2017

Daun Yang Jatuh Tak Akan Membenci Angin

Akhirnya berkesempatan juga membacanya. Meski hanya dari format pdf. Khas Tere_Liye. Berhasil membuatku menitikkan air mata. Walaupun tak sampai tergugu. Dan aku mengerti. Mengapa ia mencintai novel ini. Potongan teka teki itulah telah sempurna. Aku menduganya sejak dulu. Jika ingin jujur dan mengesahkan diri sebagai seorang yang sombong, maka akan ku katakan jika firasatku seringkali benar. Cinta yang tak terkatakan lebih menyakitkan daripada cinta yang tertolak, katanya. Dan bukan hanya katanya, kenyataan juga membuktikan demikian. Ibuq malah telah bertahun lalu mengatakan, perempuan bagaimanapun besar cintanya akan bisa lulus dengan kebaikan lelaki. Tetapi lelaki, dengan segala pembawaannya bisa menipu. Jika cinta ia akan memuliakan, jika tidak ia bisa meninggalkan. Ini berlaku untuk lelaki kebanyakan. Jauh-jauh hari Ibuq mengingatkan pilihan itu. Pilihlah ia yang mencintaimu. Insya Allah I will, one day. Lalu apa kabar dengan hatiku? Tokoh siapa yang akan mampu mewakiliku? Den...

Tawa

Idealisme mati-matian untuk satu orang , tetapi ketika dihadapkan pada orang lain idealisme yang sama menguap tak bersisa. Rasanya jauh lebih sakit dari pengkhianatan. This is what I feel. Betrayed. By my own father. Kalo bukan karena beliau yang suruh, tak akan aku kerjakan. Nggak rela sama sekali motoran di siang bolong cuman buat nganter sandal yang pagi tadi juga sudah dicari oleh orang lain. Tugas itu bukan untuk sesuatu yang memiliki manfaat besar selain tampil. Lebih dari itu, ini sebuah perbudakan. Aku jauh lebih khawatir terhadap apa yang akan terjadi di masa depan pada anak itu. Ketika semua orang tak mau mengambil pilihan lain selain menurutinya. Baiklah, mungkin aku juga merasa iri hati. Masa kecilku jauh dari sempurna. Apalagi dimanja seperti putri. Tapi aku takkan menukarnya dengan apapun. Ingin sekali aku mengajarkan disiplin seperti apa yang ku baca di artikel-artikel parenting. Tetapi apa daya, sikap kerasku tak berbanding lurus dengan kemauan orang tua. Omongann...

Antara Nasi Bungkus RSU Mataram dan Kepundung

Nasi bungkus RSU. Adalah menu andalan anak kos atau anak kesehatan yang sedang praktek di RSUP NTB (waktu masih di samping kantor  gubernur). Isinya standar, nasi putih, ayam suwir, sambal goreng kacang panjang, kering tempe, dan sambal. Bisa tambah ati ampela atau ayam goreng jika mau. Juga kerupuk. Penjualnya berjejeran di kiri kanan jalan dekat gereja di depan RSUP. Itu satu ruas jalan, isinya pedagang nasi semua dengan menu yang hampir 100% sama. Tak hanya disana. Sering kita jumpai di satu kompleks kios/toko jualannya sama. Apa nggak ada yang mau sedikit kreatif gitu? Bikin variasi. Biar kelihatan stand out dibanding yang lain. Tapi katanya, justru dengan mengompleks gitu jualannya dijamin laku karena orang jadi tahu kalo butuh apa cari kemana. Tinggal cocokkan harga dan sreg-sregan sama pedagang dan atau rasanya. Belum lagi kalau diingat ungkapan terkenal itu, jika 'rezeki sudah diatur sama yang Diatas'. Kita mah tinggal usaha aja. Tapi kok bisa ada yang lebih laku ...

Behind the scenes 'Begawe'

Begawe (kenduri) ala kampung itu keliatannya aja sederhana. Kadang nggak ada pelaminan, apalagi spot foto yang instagramable. Tamu-tamupun nggak yang pake pakaian perlente en kendaraan bagus. Tapi jangan tanya budgetnya. Ini penjelasannya. Seperti postingan saya beberapa minggu sebelumnya (sok penting mode on). Di kampung jika ada begawe maka persiapannya sudah dari H-7 ke belakang. Begawe kali ini di Desa Selat Kecamatan Narmada. Disini adatnya selain tamu diberi makan juga sebelumnya disajikan beraneka macam jajan. Satu nampak bisa berisi 4-5 macam. Jadi wajar kalo lebih dari sepertiga budget itu dipake buat bikin jajan. Nah, bikin jajan ini murni tugas perempuan. Terus para lelaki ngapain? Jadi mereka ini yang tugasnya di bagian perdapuran. Dari mulai masak nasi dan tujuh jenis lauk berbeda ((ya bener, nggak salah denger. Gulai daging, sayur nangka, sayur pepaya, sayur ares, sayur pudak (pokok kelapa muda), sayur lebui (kedelai hitam), sate tanpa bulayak, telur rebus, ebatan (sej...

Suka

"Jika kita suka sesuatu, lumrahnya kita akan suka siapapun yang melakukan atau memilikinya. Misalnya mobil A, kita akan tetap suka mobil itu meskipun yang punya adalah tetangga kita." "Faktanya, melihat mobil A itu malah menyesakkan ketika bukan kita yang memilikinya. Salahnya dimana? Bukankah itu mobil yang sama? Mengapa menimbulkan sensasi berbeda?" "Disini, masalahnya adalah hati. Dimana iman yang sangat rendah bersemayam. Terisi oleh dengki. Menganggap kita lebih tahu dari Allah. Mengapa bukan kita yang punya? Padahal lebih mampu? Wallahu'alam. Yang jelas menurut Allah tidak begitu. Tetangga kitalah yang mampu. Buktinya dia yang punya." Glek! Rentetan taujih yang disampaikan Ippho Santosa di Islam Itu Indah pagi makjleb bener. Ternyata itu masalahku selama ini. Hati yang masih kotor dan mendengki. Ujung-ujungnya bisa berpengaruh pada tauhid. Karena meragukan keputusan Allah juga berarti meragukan Maha Kuasa dan Maha MengetahuiNya. Semoga denga...

TGB

Lagi rame tentang insiden yang dialami Gubernur NTB di Bandara Singapura. Tapi tulisan ini bukan tentang itu. Sudah banyak yang mengulas dengan segala rentang emosi. Cukuplah saya mengatakan bangga dengan sikap beliau dan semoga bisa diteladani. Kali ini hanya ingin menuang kembali memori lama. Ada fakta dan sedikit gosip hasil menguping. "Buat apa sih Tuan Guru Bajang merusak diri begitu? Nyalon jadi gubernur kan banyak nyogok segala macam." "Iya bener. Coba kalo sudah jadi Tuan Guru ya tetap begitu. Ngasi kita-kita ini pengajian." Well, dengan senang hati saya mengatakan kekhawatiran ibu-ibu ini tak terbukti. Tuan Guru kesayangan mereka tetap jadi tuan guru seperti sebelum jadi gubernur. Mengisi pengajian juga tetap meskipun jadwalnya tentu berkurang karena banyaknya amanah lain. Saya hanya sekali bertemu langsung. Enam tahun silam saat masih jadi mahasiswa unyu di Poltekkes Kemenkes Mataram. Ketika itu saya dan beberapa teman lain menjadi tim medis dalam ba...

Binar Mata Luh Sri

"Terimakasih ya. Cuman Fitri yang mau jadi teman saya." Tulisan Luh Sri diatas notes warna-warni itu sukses mengaduk-aduk perasaan. Bahagia bercampur rasa bersalah. Namun tak urung membuat saya mengabadikan tulisan itu dalam foto yang sayangnya sudah hilang bersama handphone-nya. Luh Sri adalah pasien gangguan jiwa di RSJ Bali. Saya tak disana ketika ia dipindahkan dari IGD ke bangsal. Piket hampir seminggu di ruangan yang membuat wajah semua pasien familiar. Jadi wajar saja saya keheranan menemukan sosok yang duduk memeluk kedua kakinya di sudut ruangan pagi itu. Ada sesuatu selain rasa penasaran yang menarik dari Luh Sri. Ketika saya sapa dan ia menjawab dengan suara yang sengau, saya langsung memutuskan bahwa ialah yang akan menjadi pasien kelolaan. Pasien kelolaan adalah pasien yang kami rawat khusus dan pantau perkembangannya selama satu Minggu. Lalu didokumentasikan dalam asuhan keperawatan. Sebuah laporan yang memuat data diri pasien, diagnosa keperawatan, interven...

Hope

Don't lose hope they said. But how I can do it if I already starting to lose myself? And I'm afraid, along the journey I'll lose the other too. Especially my Lord. No, not Him. Never him I plead. I merely hope that a little faith in my heart will pull me through.

Nothing

Sit beside you doing nothing mean absolutely everything to me. I fell almost instantly with the sentence even before my ever slow brain finish the analyzing. Like any other too sweet sentence. Too sweet to be true. But nothing beat experienced it first hand. Again, unfortunately it's not about the prince charming yet. But I feel it at least. In a form of five ball of furs. My cats and kitten. I love the feel of their fur against my arm. I love to hug them. Feel their head rest in my hand, my stomach, my thigh. I don't know why it feel so wonderful. The love is there. So with the trust. I trust them completely. They will never broke my heart although I often feel like I'm the one who begging them. Why? The can't say they love me back can they? Even though they ignore me most of times and only give me their sole attention when I'm about to give them the meal. But they do there. Every single time I feel down and need Emergency Cuddle Therapy. Not in a fairy tale t...

Takut

Saya tidak terlalu takut pada ular. Ya. Saya takut pada petir. Tidak. Saya takut pada angin topan. Tidak. Itulah beberapa pernyataan dan jawaban yang ku berikan pada psikotest pagi ini. Jujur ada sedikit ketakutan pada beberapa hal itu, tapi ketakutanku pada pemilikNya jauh lebih besar. Kadang-kadang saya merasa dikuasai roh jahat. Pada pernyataan ini aku bimbang harus menjawab ya atau tidak. Nyatanya, ketika aku melakukan hal yang tak seharusnya ku lakukan, aku merasa hopeless pada diriku sendiri. Entah dimana kontrol diriku. Tapi jauh di lubuk hati aku tahu akulah yang melakukan hal itu. Setan hanya bisa membujukku, selebihnya ku lakukan sendiri. Jadi jelas benarnya pernyataan itu: You sin like Allah can't see. Yet Allah forgive you like He saw nothing. Jadi bagaimana aku bisa lari? Kadang, setelah melakukan kesalahan pada pohon yang kokoh pun aku merasa ngeri untuk lewat. Atau saat bersandar pada tembok. Adakah jaminan Allah tak murka lalu pohon atau tembok tiba-tiba ja...

Nothing

Sit beside you doing nothing mean absolutely everything to me. I fell almost instantly with the sentence even before my ever slow brain finish the analyzing. Like any other too sweet sentence. Too sweet to be true. But nothing beat experienced it first hand. Again, unfortunately it's not about the prince charming yet. But I feel it at least. In a form of five ball of furs. My cats and kitten. I love the feel of their fur against my arm. I love to hug them. Feel their head rest in my hand, my stomach, my thigh. I don't know why it feel so wonderful. The love is there. So with the trust. I trust them completely. They will never broke my heart although I often feel like I'm the one who begging them. Why? The can't say they love me back can they? Even though they ignore me most of times and only give me their sole attention when I'm about to give them the meal. But they do there. Every single time I feel down and need Emergency Cuddle Therapy. Not in a fairy tale t...

Takut

Saya tidak terlalu takut pada ular. Ya. Saya takut pada petir. Tidak. Saya takut pada angin topan. Tidak. Itulah beberapa pernyataan dan jawaban yang ku berikan pada psikotest pagi ini. Jujur ada sedikit ketakutan pada beberapa hal itu, tapi ketakutanku pada pemilikNya jauh lebih besar. Kadang-kadang saya merasa dikuasai roh jahat. Pada pernyataan ini aku bimbang harus menjawab ya atau tidak. Nyatanya, ketika aku melakukan hal yang tak seharusnya ku lakukan, aku merasa hopeless pada diriku sendiri. Entah dimana kontrol diriku. Tapi jauh di lubuk hati aku tahu akulah yang melakukan hal itu. Setan hanya bisa membujukku, selebihnya ku lakukan sendiri. Jadi jelas benarnya pernyataan itu: You sin like Allah can't see. Yet Allah forgive you like He saw nothing. Jadi bagaimana aku bisa lari? Kadang, setelah melakukan kesalahan pada pohon yang kokoh pun aku merasa ngeri untuk lewat. Atau saat bersandar pada tembok. Adakah jaminan Allah tak murka lalu pohon atau tembok tiba-tiba ja...