"Jika kita suka sesuatu, lumrahnya kita akan suka siapapun yang melakukan atau memilikinya. Misalnya mobil A, kita akan tetap suka mobil itu meskipun yang punya adalah tetangga kita."
"Faktanya, melihat mobil A itu malah menyesakkan ketika bukan kita yang memilikinya. Salahnya dimana? Bukankah itu mobil yang sama? Mengapa menimbulkan sensasi berbeda?"
"Disini, masalahnya adalah hati. Dimana iman yang sangat rendah bersemayam. Terisi oleh dengki. Menganggap kita lebih tahu dari Allah. Mengapa bukan kita yang punya? Padahal lebih mampu? Wallahu'alam. Yang jelas menurut Allah tidak begitu. Tetangga kitalah yang mampu. Buktinya dia yang punya."
Glek! Rentetan taujih yang disampaikan Ippho Santosa di Islam Itu Indah pagi makjleb bener. Ternyata itu masalahku selama ini. Hati yang masih kotor dan mendengki.
Ujung-ujungnya bisa berpengaruh pada tauhid. Karena meragukan keputusan Allah juga berarti meragukan Maha Kuasa dan Maha MengetahuiNya.
Semoga dengan mengetahui penyakitnya, lebih mudah menemukan obatnya. Belajar syukur dan sabar. Juga berkeyakinan baik. Tak putus doa dan terutama usaha. Selepas itu tawakal. Hasil tak akan mengkhianati usaha.
Allah tak pernah tidur. Aku yang kebanyakan tidur 😷. Meskipun demikian selepas ini ada semangat baru. Untuk memulai lagi langkah baik. Jadi diri yang lebih baik. Insya Allah.
Maka bismillah..
Comments
Post a Comment