Skip to main content

Posts

Showing posts from September, 2018

RUAM POPOK: SALAH ORTU ATAU POPOKNYA?

"Yaa Allah, pantesan! Coba liat Bik." Saya menunjukkan pantat Fayyadh pada Bik Janah. Di beberapa titik kulit sekitar anusnya bukan lagi merah muda karena radang, tapi sudah merah tua karena luka. "Pantas selama ini kalo pipis atau pup dia nangis banget", jawab Bik Janah. Yaa Rabb, seketika saya lemas. Dan mulai menyalahkan diri. Ibu macam apa tak tahu anaknya ruam popok? Waktu itu Fayyadh belum genap 10 hari. Sebelumnya dia memakai popok kain bertali dua yang sehari saja cuciannya mencapai dua ember. Tetapi tiga hari ke belakang kami memutuskan untuk memakaikan popok sekali pakai (pospak) karena akan ada acara di rumah selama dua hari. Tidak ada tempat menjemur pakaian dan tentu saja lebih praktis, begitu pertimbangannya. Tetapi yang terjadi, sungguh diluar dugaan. Baru tiga hari dan ruamnya sudah separah itu. Seketika kami hentikan pemakaian pospak dan tisu basah lalu kembali pada popok kain. Tak lupa mengoleskan krim ruam popok tiap selesai membersihkan pipi...

KETIKA FAYYADH TAK HENTI MENANGIS (KARENA KOLIK?)

"Bu guru, Fayyadh kenapa?" Kak Seni, tetangga kami yang baik hati itu datang malam-malam mengetuk pintu. Sudah tiga malam menjelang Magrib Fayyadh menangis terus. Lalu bisa tertidur diatas jam 9 karena kelelahan. Dikasi nen menolak, cek diaper masih kering, semut segala macam nggak ada yang nempel di badan, baju standar dari kemarin-kemarin. Pokoknya kami bingung dan stres. Belakangan rupanya Kak Aeni mengaku agak khawatir jika Fayyadh sering nangis nggak berhenti. Karena biasanya setelah itu kami akan digoyang gempa yang lumayan besar. Terus selesai gempa dia akan tidur dengan nyenyaknya. "Kecil-kecil sudah dianggap cenayang," kata Abahnya 😅😅😅 Konon hewan-hewan bisa 'mendeteksi' jika akan terjadi bencana alam. Sehingga mereka akan mencari tempat yang lebih aman. Bagaimana dengan bayi? Wallahu'alam. Psikologis penduduk Lombok saat-saat itu memang dipenuhi ketakutan dan was-was. Tubuh selalu dalam keadaan 'figh...

Bahagia

-Lah , kok anakmu item? -Lah, bapak ibunya item kalo putih nanti dipertanyakan anak siapa -Berat badannya naiknya dikit ya, si itu loh naiknya sekilo lebih. -Alhamdulillah, yang penting naik -Anakmu nggak kayak si ini sih, bisa dititip-titip, cepet nangis -(alhamdulilah, berarti bonding dengan ibunya bagus) Alhamdulillah, kebahagiaan menjadi seorang ibu tidak diukur karena bayi saya memiliki kulit yang diinginkan banyak orang, atau karena badannya yang gembul, atau karena dia anteng digendong siapapun, atau hal-hal semisal. Saya bahagia karena Allah telah memberikan kesempatan yang begitu indah. Mempercayakan tubuh ini menjadi 'alat' terciptanya manusia baru. Memberikan hati untuk mencintainya dan berusaha yang terbaik untuknya. Karena diluar sana, begitu banyak wanita yang Allah beri kesempatan yang sama, tapi tidak sepaket dengan hati. Bayi masih merah tega ditinggal di kebun, di halte, di kamar mandi. Tak sedikit pula yang menjadi pembunuh. Karena diluar sana, lebih...

HADIAH ISTIMEWA

Pernah nggak keluar daerah lalu membeli oleh-oleh untuk sanak saudara? Meskipun uang berlimpah, biasanya tetap ada perbedaan dalam pemberian. Tergantung untuk siapa. Yang paling berbeda dan istimewa adalah untuk yang paling dekat di hati. Sedangkan untuk teman biasa cukuplah belikan satu jenis untuk semua. Seperti itu juga masalah perempuan. Masalah? Ya, anda tidak salah dengar. Masalah perempuan itu banyak, dari kekurangpedean diri sampai kerepotan mengurus rumah. Yang remeh remeh sampai yang bisa mengguncang dunia persilatan. Memang sudah rahasia umum jika wanita hobi curhat. Tapi masalah paling sensitif tidak bisa ia bagi kecuali dengan yang paling dekat di hati. Jadi lelaki, jika suatu sore ia datang dengan masalah yang sampai membuatnya berurai air mata, maka jangan hanya bilang 'oh ya' apalagi diam tak berkutik. Dia sedang memberikan 'hadiah istimewa' padamu, yakni sebuah kepercayaan. Maka sambutlah, dengarlah, dan jika tak menemukan kata untukku menenangkan...

HANTU ITU BERNAMA BABY BLUES

"Eeeeh.. eeeeh.. No.. no.. no.. Jangan gitu cara nyusuinnya! Nanti kepala Dedeknya peyang!" Tanpa ba-bi-bu sesebibi yang datang menjenguk langsung mengangkat Fayyadh yang tidur di samping saya. Tipikal para bibi dari keluarga dekat. "Ini lihat, kepalanya sudah agak peyang sebelah kiri." Lanjutnya sambil menunjuk alis kiri Fayyadh, yang menurut saya masih simetris-simetris saja. Tak ingin berdebat, saya hanya mengangguk dan senyum terpaksa. Menjelang pulang, sesebibi tersebut kembali mengulang pesan yang sama pada Abah Fayyadh yang dijawab "Nggih Bi." Sesaat kemudian azan Maghrib terdengar, seisi rumah sibuk mengambil air wudhu sementara Abah Fayyadh berangkat ke masjid. Saya bawa Fayyadh yang lelap dan menidurkannya di kasur. 'Nak, Ibu tak pernah mau mencelakaimu. Meskipun omongan sesebibi tadi kok rasanya seperti itu.' Saya membatin. Bukan tanpa alasan saya 'berani' menyusui Fayyadh sambil tidur. Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI...

KETIKA FAYYADH DEMAM

Kemarin, 5 September 2018 alhamdulilah Fayyadh genap dua bulan, bertepatan dengan jadwal Posyandu keduanya. Sejak semalam ibunya deg-degan. Karena itu berarti Fayyadh akan dapat imunisasi DPT 1 yang KIPInya seringkali demam. (Ya, kami sepakat untuk imunisasi Fayyadh, yang wajib aja. Jadi mohon tidak ada komentar pro dan antivaks. We have our own choices. *Belagak famous 😎) Sejak pukul 07.00 WITA si kecil sudah mandi, dan tidur lagi memberi kesempatan ibunya buat siap-siap. Menjelang jam 8 baru bangun dan minta nenen. Sampai setengah 9 baru selesai. Ketika disendawakan, keluarlah gumoh yang lumayan. Repot lagi cari tisu. Belum selesai dibersihkan, muncullah suara merdu lainnya. Fayyadh pup. Dan buanyak 😂😂😂 Jadi mikir, ni anak mau berangkat Posyandu nggak sih? Hampir jam 9 semua kelar dan terburu-buru ibu berangkat. Bayangan terlambat sudah di depan mata. Eeeeh sampai sana ternyata kami yang pertama datang 😅 Setelah ditimban...

Wanita Tambah Cantik Setelah Menikah (dan Melahirkan), Ini Penyebabnya

Sebelumnya, judul yang saya buat sudah mirip media online jaman now nggak? 😁😁😁 #receh Awal menulis ini, tergelitik dengan bayangan diri sendiri di cermin. Dan mengingat salah satu komentar yang tak kalah menggelitik. "Tapi pemirsa setuju kan jika artis A ini jauh lebih cantik dan menarik setelah menjadi ibu?" -Presenter gosip, jaman masih jahiliah. Namanya artis cantiknya ya diatas rata-rata. Tapi tambah cantik lagi? (Emak-emak dasteran gigit jari). Lalu saya perhatikan, ya, memang si artis sekarang jauh lebih menarik dibandingkan masih single dulu. Lalu sayapun bertanya-tanya "Iya, ya. Kok bisa?" Dan ternyata setelah saya meluaskan pengamatan, tak hanya artis, tapi wanita-wanita di sekitar saya pun begitu. Meskipun ya banyak juga begitu-begitu aja atau malah makin tak mengurus diri. Abaikan yang terakhir, kita fokus kepada yang makin menarik saja (saya pakai kata itu karena katanya cantik itu relatif 😅). Setel...

Relawan

"Sana dah, tinggalin Fayyadh kalo gitu!" Balas Ibuq dengan nada anteng, tapi dengan wajah bengis. Terimakasih Buq, setidaknya pencarian jati diri selama bertahun-tahun usai sudah. Akhirnya saya tahu bakat sarkastik ini turunan siapa 😅😅😅 Balasan Ibuq ini saya terima ketika tanpa sadar menggumamkan wa yang terkirim ke suami, "Kalau pas kayak gini pengen rasanya terbang ke lokasi (gempa)." Ahad, 29 Juli 2018 Pukul 6.47 WITA Pulau Lombok diguncang gempa berkekuatan 6,4 SR. Gempa yang cukup kuat dan lama. Membuat saya yang waktu itu masih di tempat tidur ngelonin Fayyadh segera memboyongnya keluar. Alhamdulillah dia masih terlelap dan tidak terganggu sama sekali. Lalu beberapa menit setelahnya saya membuka wa. Dan laporan di grup relawan membuat mulut ternganga tak percaya. Innalillahi, ternyata gempa tadi menimbulkan kerusakan serius. Terutama di Kecamatan Sembalun, Kecamatan Sambelia, dan di Bayan, Lombok Utara. Beberapa rumah sam...