Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2017

Magang

"Jadi sekali lagi saya tegaskan, apa kamu sanggup bekerja disini tanpa menerima gaji? Dan sanggup di kemudian hari tidak menuntut itu apalagi diangkat menjadi PNS?" Jika ditanya seminggu yang lalu, aku masih akan ragu menjawab. Antara bilang yang sebenarnya atau apa yang ingin mereka dengar. Jujur aku sangat bimbang menerima posisi magang ini, karena tahu benar tanpa gaji. Sedangkan di Namira yang bergaji pun aku masih ngos-ngosan. Akhir bulan tetap minta di ibu. Belum lagi jika ditambah fakta aku ragu diterima murni atau karena ada apanya. Ibuq dan Mamiq begitu gembira mendengar kabar ini. Setidaknya anaknya bekerja setiap hari dan tempatnya tidak terlalu jauh. Belum lagi jika dihitung ada peluang untuk menjadi PNS. Masalah gaji nomer sekian. Tetapi alasan paling kuat adalah karena mendengar nasihat dari Mas Ippho Santosa. "Jika anda bekerja dengan ketekunan orang yang pantas digaji 10 juta tetapi hanya mendapatkan 2 juta dari tempat anda bekerja, maka percayalah. A...

Evaluasi Ramadhan H1

H1 +Memperbanyak istigfar +Membantu Munying yang nggak bisa turun dari atap +Membonceng Kak Nyeng pulang kerja -Kebanyakan tidur, apalagi setelah sahur -Telat masuk kerja -Kebanyakan pegang hape Ramadhan hari pertama berlalu. Sayangnya aku masih belum bisa sepenuhnya produktif. Schedule yang sudah disusun hanya bisa dikerjakan sepertiganya. Aku masih terlalu banyak tidur. Dengan alasan tidak sahur dan tidak bisa melakukan ibadah lain. Padahal Ibuq dan Naq Janah yang puasa mengerjakan begitu banyak hal. Bersih-bersih. Menyiapkan alat dan bahan jajan. Mencuci baju. Dimana nuraniku? Well, mungkin ini salah satu dasar mengapa Allah belum percaya padaku untuk menjadi seorang istri. Aku belum bisa mengalahkan nafsuku yang begitu besar. Padahal aku hafal jika Rasulullah mendoakan keberkahan di pagi hari bagi umatnya. Dan membenci mereka yang tidur kembali setelah subuh. Tak masalah jika syuruq sudah tiba. Ah, sampai kapan harus begini? Bukankah sudah semangat bilang ke adik-adik un...

Dia

Sahur 1 Ramadhan 1438 H Ada yang hilang. Aku memang bangun berkali-kali, mendengar suara tadarrus dan menanti waktu ini. Memasak. Tetapi sekarang aku duduk diam di dalam kamar. Aku tak bisa ikut berpuasa hari pertama ini. Women and their period 😢 Aku tak terlalu sedih, tetapi tak memungkiri jika seperti ada ruang kosong. Namun insya Allah tak mengurangi kegembiraanku sambut Ramadhan. Alhamdulillah, kemarin siang buku 'Ramadhan Produktif Untuk Penulis Kreatif' sampai di tanganku. Kasihan masnya. Dia sudah menelepon untuk konfirmasi akan mengantarkannya ke rumah. Qadarullah, sepulang kerja hapeku lowbat lalu ku matikan dan dicharging. Walhasil, masnya menelepon berkali-kali dan nyasar. Untung orangnya baik. Ia tetap tersenyum dan melanjutkan mengantar paket berikutnya ke Jenggik dan sekitarnya. Barakallahu fiik Mas. "Cuman ini aja? Mahal banget?" Komentar Naq Janah. Ya, memang jika dilihat lembarannya saja tak mencapai 100. Malah kebanyakan isinya koson...

Lombok

Ramai lagi tentang 'penghinaan'. Status yang tadinya dimaksudkan untuk satu tokoh menjadi heboh karena ujung-ujungnya memaparkan banyak kejelekan 'orang Lombok'. Mengapa saya memberikan tanda '...'  pada beberapa kata diatas? Karena 1) Jujur. Saya merasa itu tak sepenuhnya penghinaan karena apa ditulis orang tersebut ada benarnya. Banyak dari 'orang Lombok' yang pemalas dan merasa paling benar. Termasuk saya. 2) Tetapi perlu diingat: sebutan 'orang Lombok'  menjadi tak relevan karena dianggap menghina semua orang Lombok tanpa terkecuali. Padahal mungkin saja si penulis hanya pernah bertemu saya atau beberapa teman saya yang sayangnya memiliki sifat-sifat jelek yang telah disebutkannya dalam status itu. Saya dan teman-teman saya yang jelek itu, mungkin hanya 10% atau kurang dari populasi orang Lombok. Namun karena perilaku jelek kami, nama orang Lombok keseluruhan menjadi tercoreng. Silakan marah, silakan yang mau menuntut. Tetapi tolong jang...

Dupa 07/08: Antara Pencitraan dan Kenyataan

Kering kerontang, tidak rapi, dan kurang bersih. Ketiganya adalah kesan pertama ketika menginjakkan kaki di SMA 1 Terara pada awal semester 2 tahun ajaran 2005/2006. Maklum sindrom mendadak kota. Padahal sebelumnya SMP di tetangga sebelah. Tetapi saya memutuskan bersekolah di SMA 1 Narmada dengan alasan 'ingin suasana baru'. Tetapi takdir berkata lain. SMA yang dihindari justru menarik kembali. Tetapi karena terbiasa melihat SMA 1 Narmada yang begitu asri, bersih, dan rapi (sekolah ini masuk 5 besar sekolah terbersih di Indonesia). Jadi wajar jika saya mengalami cultural shock melihat kondisi SMA 1 Terara yang saya sebut di awal. Namun benarlah pepatah Jawa itu, waiting tresna jalan saka kulina. Cinta datang karena terbiasa. Sekolah yang tadinya saya cela berubah menjadi yang tercinta. Well, meskipun penampakannya tak banyak berubah itu tak lagi menjadi masalah. Karena isi di dalamnya itulah yang membuat indah. Di sekolah ini, saya mendapat guru-guru hebat, ilmu yang berm...

Kecelakaan

"Ciiiiiit... Brakkk!!!" Terdengar suara rem ditarik kemudian disusul tabrakan dari depan rumah Kak Hus. Kami yang sedang menunggu di ruang depan sontak berlari melihatnya. Tampak dua orang remaja putri menabrak bagian depan mobil Uni Mira. Keduanya terjatuh ke samping kiri. Untungnya tak ada luka serius ataupun kerusakan parah di motor mereka. Hanya tampak gorengan sepanjang kurang lebih 2x10 meter di bemper bawah mobil. Uni Mira tak mengatakan apapun selain menanyakan keadaan mereka. Justru yang lebih ribut adalah kami dan para  tetangga yang menyaksikan. Petuah harus begini begitu dan kesaksian bagaimana kejadiannya. Dua remaja tanggung itu mampu mengangkat motor matic mereka tanpa dibantu. Alih-alih meminta maaf, mereka tak membuang waktu untuk melesat meninggalkan tempat kejadian. Orang-orang hanya menggelengkan kepala. Anak jaman sekarang. Di dalam rumah kehebohan berlanjut. "Eee nggak lihat orang mau belok itu.. " "Keaslian ngobrol kali.." ...

Jodoh Semut

Suatu hari pernah bilang sama Puji "Semut aja Allah kasi jodohnya Ji. Masak kita nggak?" Dan sukses mengembalikan moodnya yang jatuh karena tak kunjung bertemu jodoh. Binatang secara kasta lebih rendah dari manusia. Namun benarkah demikian? Nyatanya setelah mati binatang akan tetap menjadi tanah. Tak akan dibangkitkan dan dimintai pertanggungjawaban atas segala perbuatannya. Ketika merasa dosa sudah sampai langit, kadang aku merasa iri binatang. Tetapi ketika mengharap ampunanNya, aku bersyukur walaupun akan menghadapi hari yang berat di akhirat. Insya Allah kami akan menuju surga dengan rahmatNya. Malam ini, kembali terbersit perasaan serupa. Ketika melihat seorang peserta tuna netral di sebuah acara televisi. Fisik tak sempurna dan wajah jauh dari lumayan. Tetapi istri dan keempat anaknya begitu mencintainya. 'Jika ia saja Allah berikan jodoh, masak aku nggak?' Hanya sekelebat setelah pertanyaan itu terlintas aku menariknya kembali. Sombong jika aku mengataka...

Uang Logam

Belanja di toko gede cuman beli minuman kopi. "Pak, saya boleh bayar pakai uang logam kan?" "Oh ya silakan, bagus malah." Lalu saya jejerin di depan kasir uang logam seribu dua biji dan tujuh uang logam lima ratusan. Mas-mas di samping dan belakang saya senyam-senyum. Biasa aja Mas, saya memang semempesona itu. Hoek! Mas-masnya mendadak hiperemesis. Jujur, saya masih nggak ngerti kenapa mesti disenyumin kalo belanja pake receh apalagi di toko gede. Padahal mereka butuh buat kembalian. Daripada ngasi permen terus pembeli nggak ikhlas? Tapi memang uang receh memiliki kasta rendah di dunia peruangan. Apalagi jika disandingkan dengan yang merah-merah. Pernah menemukan kenyataan menyakitkan tentang recehan 200 perak. Ceritanya mau beli coklat di warung sebelah rumah. Udah semangat ngumpulin recehan di dompet (gaya, padahal tinggal itu doang isinya). Ternyata pas bayar adiknya dengan senyum penuh makna berkata, "Maaf Kak Pit, disini recehan 200 udah nggak b...

Terlambat

Salah satu masa tergelap dalam hidup saya adalah bulan-bulan menanti kepastian pelaksanaan profesi Ners. Tanggal tak kunjung jua ditentukan, sementara orang tua selalu menanyakan. Seumur-umur belum pernah namanya studi molor dari jadwalan. Untunglah ada pekerjaan dan komunitas BSMI Bali disana. Jika tidak maka entahlah apa yang akan terjadi. Tapi tetap, suatu kesempatan berani bilang gini: Yaa Allah, dosaku banyak banget ya sampe dihukum begini? Dan mendadak petir menyambar, halilintar menggelegar. Jujur, masih ada rasa nyeri jika ingat kala itu. Meskipun bukan sepenuhnya salah mahasiswa. Tetapi inilah derita pribadi introvert. Selalu menyalahkan diri sendiri. Nyeri itu bertahan sampai beberapa lama. Butuh sesuatu apa gitu untuk bisa move on. Dan closure itu datang pagi ini. Lewat materi yang disampaikan dr. Kurnia Akmal, Kabid P3KL Dikes Lombok Timur. "Saya masuk kuliah 1998 dan selesai sembilan tahun kemudian. Bukan termasuk waktu yang pendek. Dalam waktu itu saya merasak...

Bola

"Waaaah, bagus yaa kakinya Papi ada bolanya?" "Huh?" "Iya itu coba liat. Cuman Papi loh yang punya, yang lain mana ada. Yaya aja nggak punya." "Huh? Alaq bal (ada bola). Badus ne nae tu (Bagusnya kakiku)" The truth is, kaki kanan Dafi bergelembung. Menginjak bara api ketika bermain di halaman. Sekarang juga grade 2, tetapi nggak terlalu luas dan merah. Dia juga nggak nangis lama. Hanya kalo ngeliat masih kayak nggak rela gitu. Ples kalo jalan masih nggak berani. Jadilah fokus tindakan semalam adalah agar ia berani berjalan sendiri. Masih ngeluh dan takut karena jika menginjakkan kaki tiba-tiba, terasa sakit. Akhirnya Allah gerakkan lisan ini untuk menyebut kalimat itu. Ada bola di kakinya. Anak batita mah senang-senang saja dikatakan spesial memiliki bola yang nempel di kaki. Tak lama bahkan dia sudah berani berjalan (meskipun saat mulai melangkah masih mengeluh). Lalu kemudian 'membanggakan' bolanya pada Mamiq. Yang kemudian dibal...

Opportunist: a case of comparison

The opportunists. Adalah kata yang pertama kali terlintas ketika melihat sepasang suami istri yang berjualan Nasi Puyung di Kawasan Pusuk Sembalun. Nasi Puyung yang pedas dimakan di udara dingin Pusuk adalah perpaduan yang sangat ciamik. Ditambah rasa lapar dan lelah setelah menempuh perjalanan jauh akan membuat nasi hangat terasa lebih nikmat. Belum lagi jika dihitung tak ada saingan lain yang mumpuni. Kuliner yang banyak adalah cilok. Makanan berat yang lain adalah mie instan dan kalau pun ada nasi sudah dibungkus beberapa jam sebelumnya. Harga juga tak berbeda dari outlet Nasi Puyung di tempat lain. 10K untuk yang biasa dan 15K untuk yang komplit. Lumayan murah untuk ukuran tempat wisata. Oh ya, satu lagi: porsinya lumayan besar dengan tambahan lauk ayam suwir. Jadi tak heran ketika akan memesan saya harus mengantri karena mereka sibuk melayani pembeli yang lain. Padahal jam makan siang masih satu jam lagi. Sang istri yang menyiapkan nasi dan lauk sedangkan suaminya yang menyajik...

Dear Ahokers

Dear para Ahokers, jika kalian begitu mencintainya, maka demikian pula kami mencintai Islam dan utama-ulama kami, bahkan mungkin lebih. Jika kalian mengirimkan bunga dan balon, menyalakan lilin, bernyanyi bersama maka seperti itulah kami berkumpul bersama dalam kebersamaan. Bedanya kami melakukannya dengan zikir, sholat berjamaah, dan mendengarkan tausiyah dari ulama-ulama kami. Jika kalian sekarang merasa tak terima dan menganggap hukum tak adil, maka seperti itulah yang kami rasakan. Tak terima mengapa kitab suci kami dikatakan menjadi alat kebohongan bagi ulama kami juga hukum yang seperti tak berjalan semestinya. Jika dari hari Rabu sampai entah kapan kalian menggelar aksi dukungan, maka persis seperti itulah tujuan 411, 212, 313, dan 505 maksudkan. Memberikan dukungan pada apa yang kami cintai. Maka, tak bisakah kita sebagai insan yang sama-sama sedang jatuh cinta saling toleransi untuk menikmati euforia jatuh cinta itu? Kalian dengan cinta itu, dan kami dengan cinta ini. Toh...

Ramadhan dan Menulis

Ramadhan bulan yang dinanti. Dengan segala keistimewaannya. Pahala datang berlipat ganda. Ramai umat beriman memacu diri. Apa target Ramadhan tahun ini? Selain amal yaumiyah, tentu ada hal lain lagi. Seperti beberapa waktu ini. Menjadi pengangguran, sungguh bukan impian semua orang. Apalagi ketika kedua orang tua yang sudah berumur masih sibuk bekerja setiap hari. A failure. That's what I saw in myself. Saw, yes. Karena alhamdulillah Allah telah keluarkan aku dari rasa tak syukur itu. Sesungguhnya, rezeki Allah amat luas. Tak hanya berupa uang dan sarana mendapatkannya. Ternyata di rumah juga rezeki. Karenanya memiliki banyak waktu untuk mengerjakan sesuatu yang tak sempat dikerjakan. Salah satunya adalah menulis. Tak jarang aku menghabiskan waktu membuat status yang panjang-panjang. Cerpen, kata salah seorang teman. Sempat tersinggung, tapi bagaimana lagi? It's who I am. Bahasannya pun hal remeh temen. Aku tak punya banyak ilmu untuk menggarap hal yang berat-berat. Ber...

Merekam Ramadhan

M"Jadi gimana target Ramadhan tahun ini? Jangan kayak tahun kemarin ya. Udah bikin-bikin tapi pas terakhir nggak ada kabar.." Adalah status pesbuk saya beberapa minggu lalu. Sudah menjadi rutinitas tahunan dengan beberapa teman untuk menetapkan target Ramadhan. Sebagai pewujudan dari ayat 'berlomba-lombalah dalam kebaikan'. Target, maknanya adalah sasaran (batas ketentuan dan sebagainya) yang telah ditetapkan untuk dicapai (KBBI, 2017). Dengan memberi batas, maka ada garis yang tak boleh dilewati. Sama halnya dengan ketentuan, mencakup beberapa hal yang harus dilakukan atau sebaliknya, harus dihindari. Dalam Islam, kita dibiasakan untuk melakukan segala sesuatu sesuai aturan. Ada ketentuan-ketentuan yang harus dipenuhi agar apapun yang kita lakukan bisa dinilai sebagai ibadah. Jadi, membuat target pun semestinya harus yang jelas dan teliti. Agar lebih mudah pengaplikasiannya dan tak menyisakan kebingungan nantinya. Meminjam istilah keperawatan, ada akronim SMART...

Para Emak

Since junior high school, I have proudly believed that I got three more pairs as my parents. Kali ini bicara soal para emak. Inaq Tuan, belajar soal strategi dagang. Keceplas-ceplosan namun membuat kita mikir. Apa yang kita lihat tak sesederhana kenyataannya. Inaq Mbung Raja. Lots and lots of love and forgiving. Cinta itu harus ditunjukkan. Dengan cara memberi hadiah. Rajin ngirimin makanan. Tak pernah lepas doa. Kekurangan atau kelebihan itu diterima dengan sama syukurnya. Inaq Bendung. She's the epitome of phlegmatis. Nerimo. Merendah. Anything that remind you of a very understanding mother. I never hear her complain about people's flaw but herself.

Nama

Ketika menyebut satu nama semudah membalikkan telapak tangan, maka kau tahu bahwa semuanya telah baik. Mungkin tak semuanya, tapi setidaknya dalam hatimu. Karena kau telah akui, memikirkan nama itu pun kau tak mau. Lidahmu telah kelu sebelum kau mampu mengucapkannya. Dengan bibir bergetar. Nyeri di dada memutuskan untuk terlihat di oleh dunia lewat matamu yang berkaca-kaca. Bersama waktu, nyeri itu kian menumpul. Sampai hampir tak terasa. Tapi ia ada. Menunggu kesempatan untuk meradang kembali. Sampai kau menutup kesempatan itu dengan penerimaan. Bertahan menyimpan bara hanya akan menyisakan terbakar sebagai pilihan terakhir. Maka Rabbmu mengirim waktu yang berbaik hati memadamkan bara itu. Membuatmu tak memiliki pilihan selain tanpa sadar melarung semua abu yang tersisa. Meskipun itu berarti tak ada lagi yang tersisa. Dan kau harus kembali memulai segalanya. Menerima. Semudah itu. Tapi benar-benar tak mudah.

Announcement

"Terimakasih Sus.." Kata pasien yang baru selesai diukur tekanan darahnya. Saya hanya membalas dengan senyum. Lalu berpamitan. Setelah berbalik mata ini tertumbuk pada sosok bayi perempuan yang begitu menggerakkan. Usianya tak lebih dari enam bulan. "Wah, lucunya" sapa saya sambil menjentikkan jari. Dia tertawa riang. Langit-langit mulutnya sampai terlihat. Lalu mencoba melonjak-lonjak dengan kaki mungilnya. Tampak raut bangga sang ibu yang memegangnya. "Tapi jangan lama-lama yaa jenguk ya, kasian dedek nanti", ujar saya setengah tertawa. Tawa si dedek menular euy! "Baru juga sampe! " nada yang ketus itu sempurna menghapus tawa di wajah saya. Memaksa saya menghadapi pemilik kalimat. Bapak muda di samping kiri si bayi yang duduk selonjoran. Wajahnya acuh, seperti kalimat sebelumnya itu tak datang darinya. Tapi saya tak diam dan berkata "Bapak, mohon maaf. Tetapi diluar juga sudah ditempel pengumuman kalo anak kecil dibawah usia 12 tahun ...

Dalam Kenangan

Kamu biasa denganku Kamu biasa ada aku Namun hidup jangan berhenti hanya bola aku pergi Setelah filmnya dingin di bioskop, aku baru tahu kalau soundtracknya dinyanyikan Krisdayanti dan inilah lirik lengkapnya. Aku belum bisa memposisikan diri sebagai yang bernyanyi. I don't believe that I'm that important to anyone except my family. Namun sebagai yang dinyanyikan,  maybe I can relate. But as I sadly believe, no ordinary person who cannot be replaced. Sometimes by a better person. Aku mungkin belum menemukan tempat dan orang-orang sebaik Bali disini. Tapi aku telah terbiasa menjalaninya. Still baper here and there, but I can manage. Allahummarzuqna rizqon halallan toyyiban wa mubarokan. Rabbi anzilni munzalammubarokan wa antara khoirul munzilin. Ah, bahkan doa indah itu ku dapat disana. Hadiah indah dari anak-anak Mandala. Doa yang tak abai ku panjatkan tiap waktu shalat. Lebih sering lagi ku dengungkan tiap bekerja dan akan melamar pekerjaan. Sejauh ini, aku tak pernah...