Skip to main content

Posts

Showing posts from 2013

Jaga Malam Dara: Sebuah Tiket Ke Masa Lalu

"Tiang pamit Pak nggih, cuman mau cek infus manten. Ini mau habis kira-kira sejam lagi. Nanti insya Allah tiang balik untuk gantikan dengan yang baru." Setelah menerima anggukan dari bapak pasien, aku melangkah keluar ruangan. Koridor Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya terasa lengang. Tak ada rekan tim medis atau penjenguk pasien yang lalu lalang. Ku lirik jam tangan di lengan kiri, terbaca pukul 00.45 wita. 'Pantas', pikirku. Pandanganku kemudian tertumbuk pada seorang gadis kecil, berusia sekitar 10 atau 11 tahun yang tertidur pulas bersama adik perempuannya di depan ruang perawatan. Hanya beralaskan tikar dan berselimutkan selembar kain batik lusuh. Namun tidur mereka begitu pulas. Mungkin lelah setelah menunggui ibu mereka yang baru melahirkan, dan bermain bersama adik baru. 'Malam yang sama, namun dengan atmosfir yang berbeda 180 derajat denganmu, 14 tahun yang lalu.' Bisik sebuah pikiran di kepalaku. Aku hanya tersenyum, menepis deja vu yang menggoda untuk...

Hamzah: Jazakallahu Khair

Kenapa anak bawel ini sampe masuk di blog? Begini ceritanya. Alkisah suatu sore, waktu saya lagi duduk mumet stadium 3 di klinik (aaapa coba maksudnya?) terdengarlah sebuah percakapan di teras luar. "Hamzah, nanti kamu kalo gede mau nikah sama Manda atau sama Ammah Fitri?" ini suara Arya. "Sama Ammah Fitri dong!" jawab si Hamzah. "Aku juga besok mau nikah sama Ammah.." kata Arya. "Yeeee, aku dong yang sama Ammah. Kan aku duluan.." Hamzah rupanya tak mau kalah. Hahahaha.. Mumet yang tadi stadium 4 langsung cair jadi tawa. Dasar anak-anak. Celoteh mereka begitu lepas dan jujur. Percakapan itu mungkin hanya semusim lalu buat mereka. Tapi sesuatu banget buat saya. Bisa buat saya mikir: gue ga jelek-jelek amat! *walaupun lakunya di kalangan anak-anak. Qiqiqiqi.. Dan yaaaah, mungkin ini tergolong narcism, tapi ingatan memang sering meluncur kembali pada kejadian itu. Apalagi jika kadar kepedean sedang di titik nadir. Dan somehow tadaaa, pede saya...

Pesan Ibu

"Lamun araq jodohne jemaq,araq sekeq naq ku pesen. Adeq ndaq bae ne sakitin angen anakku. Wah lelahne te bekeq sakit oleqne kodeq. Mudahan saq solah-solah doang mauqne, adeqsaq ndaq bae dait nasip maraq eku." *Masih bisa tergugu setiap mengingatnya. Aamiin Yaa Robb. Wahai Rabbku Yang Maha Agung, ampunilah dosa-dosa hamba dan dosa-dosa kedua orang tua hamba. Belaskasihlah kepada keduanya, seperti belas kasih mereka pada hamba selagi kecil. Aamiin, allahumma aamiin.

Study abroad, or leave the road?

Sepulang dari Poltabes mengurus SIM kemarin, alih-alih melaju ke Poltekkes untuk menyerahkan proposal pada Bu Suratiah,   aku memutuskan membelokkan stang motor ke arah RSM. Niat awalnya untuk mengedit proposal sambil menunggu jam 10, dimana aku janjian dengan Mbok Ayu Panji. Sesampai disana, niatan itu berubah 180 derajat. Bukannya takzim menyimak penuturan Mbah Google mengenai komplikasi, aku malah khusyuk mempublish notes baru di pesbuk. Hilang sudah semangatku untuk melengkapi data dan memperbaiki proposal skripsi. Ku tutup rapat pintu proposal dan mulai membuka percakapan dengan bu Novi dan mbak Susi. Iseng-iseng ku tanyakan tentang bu Suratiah, pembimbing 2-ku, yang berjilbab syar’I dan subhanallah anggun serta keibuan, dan ini yang terpenting, ternyata beliau termasuk perintis RSM dulu semasa masih bernama LKM. Mbak Susi ternyata tak tahu banyak tentang beliau, dari Bu Novilah aku mendapat cerita lengkap. Beliau orangnya memang pintar dan disiplin. Suaminya juga seorang...

Ikut Seminar Keren Lagi, Jealous Tingkat Tinggi Lagi

Ahad, 21 Juli 2013 lalu in shaa Allah tidak akan saya lupakan. Bagaimana tidak? Hari itu saya kedatangan 3 tamu istimewa, 2 dalam bentuk akhwat Lombok yang sangat bersemangat, 1 lagi dalam bentuk tamu bulanan khas seorang perempuan. Huhuhu.. Ga bisa puasa dan ibadah lain, mana tilawah belum nyampe setengah. Tapi jika saya teruskan huhuhu ini, maka tak akan selesai daftar keluhan saya. Dan akan tercatatlah saya sebagai orang yang kurang bersyukur. Okeh epribade, kita kembali ke alasan mengapa tanggal diatas in shaa Allah tidak akan terlupa. Becoooos, saya ikut even ini: Awalnya liat di pesbuk seorang teman (alhamdulillah saya punya teman-teman yang baik), namanya Mbak Mike dengan nama fesbuk ' Mike Semangatselalu Menggapaimimpi '. Sesuai banget ma namanya, si Mbak ini memang sangat-sangat bersemangat orangnya. Okay, back to the event. Event ini 3 kali pindah tempat. Di posternya tertulis: Hotel Aston, lalu saat saya bertemu panitia hari Jumat, 19 Juli 2013 diinfokan ...

Perawat Itu...

“Perawat itu dibawahnya dokter ya Mbak?” Tanya pasienku sore itu. Tersenyum, aku berusaha menjawab: “Dulunya begitu Pak.” “Maksudnya bagaimana Mbak?” rupanya beliau meminta penjelasan lebih. “Begini Pak..” “Mbak Fitri, ini pasiennya mau suntik KB 3 bulan.” Dan jawabanku terpotong tindakan yang harus aku lakukan. Seringkali demikian, profesi kami-yang bahkan oleh beberapa dosenku dipandang pesimis-sebagai profesi abu-abu. Ada, jumlahnya bahkan paling banyak di antara tenaga kesehatan lain. Tetapi pekerjaan dan wewenangnya belum jelas. Apakah benar dibawah dokter? Atau setara seperti yang diungkapkan teori? Lalu apa bedanya dengan bidan? Dan apakah perawat boleh berpraktek mandiri? Tak kunjung disahkannya RUU Keperawatan membuat pertanyaan-pertanyan tersebut tidak bisa terjawab dengan pasti. “Mbak, dirimu merasa nggak sih kalo kita ini pembantunya dokter?” di lain waktu aku bertanya pada seorang teman. “Nggak. Dokter itu partner kita. Aku punya jobdesk...

090811

Jika semalam aku merasa begitu kehilangan, berbeda halnya dengan malam ini. Malam ini begitu indah, aku sungguh merasa memiliki dan dimiliki. Aku buber ma teman-teman liqo di rumahnya Ukh Diah. N aku hepiiiiiiii bgt! Entahlah, mungkin setelah segala yang terjadi kemarin hari ini merupakan klimaks atas semua kehilangan yang kurasakan. Seru banget! Walau emang kita agak gila-gilaan abis di rumah Ukh Diah. Hehe.. Dasar! Begitulah jika wanita sudah berkumpul kawan, kau takkan bisa menghentikan teriakan-teriakan, cekikik-cekikikan, semuanya. Silakan mencoba, dan kau akan kecewa. Pertama diawali dengan keterlambatanku karena harus menjemput Puji ke Sesela, padahal Menteri Keuangan hari ini kan aku. Jadilah Mbak Vie n Itah yang harus repot-repot pergi beli pecel. Dan ternyata Ukh Diah beneran jualan tauk, mukenah, gamis, atasan gitu, aku niat se beli pasalnya ada mukenah lucu warna pink, tetapi saying seribu saying ternyata tu mukena wat anak kecil. Hiks..hiks.. Tapi tak...