Kenapa anak bawel ini sampe masuk di blog? Begini ceritanya.
Alkisah suatu sore, waktu saya lagi duduk mumet stadium 3 di klinik (aaapa coba maksudnya?) terdengarlah sebuah percakapan di teras luar.
"Hamzah, nanti kamu kalo gede mau nikah sama Manda atau sama Ammah Fitri?" ini suara Arya.
"Sama Ammah Fitri dong!" jawab si Hamzah.
"Aku juga besok mau nikah sama Ammah.." kata Arya.
"Yeeee, aku dong yang sama Ammah. Kan aku duluan.." Hamzah rupanya tak mau kalah.
Hahahaha..
Mumet yang tadi stadium 4 langsung cair jadi tawa. Dasar anak-anak. Celoteh mereka begitu lepas dan jujur. Percakapan itu mungkin hanya semusim lalu buat mereka. Tapi sesuatu banget buat saya. Bisa buat saya mikir: gue ga jelek-jelek amat! *walaupun lakunya di kalangan anak-anak. Qiqiqiqi.. Dan yaaaah, mungkin ini tergolong narcism, tapi ingatan memang sering meluncur kembali pada kejadian itu. Apalagi jika kadar kepedean sedang di titik nadir. Dan somehow tadaaa, pede saya bisa serta merta balik. Jika tak semuanya minimal tingkatannya naik :D
Buat si bawel Hamzah, Jazakallahu Khair. Semoga jadi anak soleh, Allahu yubarik fiik..
#Hamzah, Arya, dan Manda adalah 3 orang anak TPA Musmandar, TPA deket klinik. Tadinya mo upload foto mereka tapi sayang ga ada. Hiks..
Aku suka dangdut? Ngggg.. kayaknya nggak hard to believe banget. Apalagi karena aku juga suka lagu-lagu India. Lagu yang ku suka variatif, nggak terbatas di genre tertentu atau satu penyanyi. Yg penting ngena di hati. Dan malam ini, entahlah aku mesti senang atau sedih. Aku hampir menangis menyaksikan penampilan finalis DA3 dari Bima, Anggun. Mungkin karena mengetahui kisahnya sebagai TKI dan hanya pernah bertemu beberapa kali dengan anaknya. Mungkin karena di dekatku ada ibuq, dan membayangkan lagu itu adalah ungkapan hati ibuq dan ibu-ibu lainnya di seluruh dunia. Ditambah lagi aku belum bisa berbuat banyak untuknya. Atau mungkin, sekali lagi mungkin. Ini yang dikatakan: apa yang dilakukan dengan hati, akan sampai ke hati. Apalagi ketika baitnya sampai pada 'Kau adalah simbol kesempurnaan dariku yang tak sempurna'. Tuhan, sampai disini aku merinding. Betapa besar anugerah dan kenikmatan menjadi seorang ibu. Sesuatu yang kerapkali ku impikan. Tapi aku sadar, mungkin Allah ...

Comments
Post a Comment