Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2019

Tahun Kedua: Ketika Benih Kemandirian Ditumbuhkan

Kemarin adalah kali pertama Fayyadh mencicipi buah rambutan. Dan sekali duduk langsung menghabiskan sepuluh biji. Awalnya, saya kupaskan dan pisahkan dagingnya. Dia tinggal ambil dan makan. Lama-lama, dia hanya mau dikupaskan dan makan sendiri. Saya khawatir dong, gimana kalo keselek sama bijinya? Tapi tidak. Ternyata, kalo dagingnya tidak habis diemut, itu rambutan dikunyah sama bijinya sekalian. Terus, mungkin karena rasanya jadi aneh, akan dia serahkan pada saya. Tidur siang saya yang memang cuman tidur-tidur ayam makin tak kondusif karena dia bolak balik dari ruang tamu ke kamar, minta dikupaskan rambutan. Okhe bhaique, yang penting bocah'e sueneng. Saya jadi ingat tentang bahaya dan ketakutan ini itu sebagai seorang ibu pertama. Wajar jika kita ingin selalu memproteksi anak. Jika mungkin lingkungannya harus steril dari bahaya. Tak cukup begitu, mainnya juga harus ditegaskan. Ini boleh dan ini tidak. Padahal jika terlalu banyak dilarang, maka selain ruang gerak dan pengalaman e...