Kemarin adalah kali pertama Fayyadh mencicipi buah rambutan. Dan sekali duduk langsung menghabiskan sepuluh biji.
Awalnya, saya kupaskan dan pisahkan dagingnya. Dia tinggal ambil dan makan. Lama-lama, dia hanya mau dikupaskan dan makan sendiri. Saya khawatir dong, gimana kalo keselek sama bijinya? Tapi tidak. Ternyata, kalo dagingnya tidak habis diemut, itu rambutan dikunyah sama bijinya sekalian. Terus, mungkin karena rasanya jadi aneh, akan dia serahkan pada saya.
Tidur siang saya yang memang cuman tidur-tidur ayam makin tak kondusif karena dia bolak balik dari ruang tamu ke kamar, minta dikupaskan rambutan.
Okhe bhaique, yang penting bocah'e sueneng.
Saya jadi ingat tentang bahaya dan ketakutan ini itu sebagai seorang ibu pertama. Wajar jika kita ingin selalu memproteksi anak. Jika mungkin lingkungannya harus steril dari bahaya. Tak cukup begitu, mainnya juga harus ditegaskan. Ini boleh dan ini tidak.
Padahal jika terlalu banyak dilarang, maka selain ruang gerak dan pengalaman eksplorasi anak menjadi terbatas, dia cenderung akan tumbuh menjadi anak yang kurang percaya diri.
Sementara di tahun kedua anak, egonya sudah mulai bertumbuh. Ingin melakukan segala sesuatu sendiri. Terlebih jika anak termasuk tipe kepribadian sulit. Jadi, ketimbang melarang, jika tak terlalu bahaya lebih baik didampingi.
Anak akan merasa 'I'm in control.' Setiap dia merasa mampu melakukan suatu hal, itu akan menambah kepercayaan dirinya. Dan kepercayaannya kepada kita. Terlebih jika kita apresiasi. Dengan tepuk tangan atau pujian. Itu sudah cukup meriangkan hatinya dan meminimalisir kemungkinan tantrum yang juga sudah mulai di usia ini.
Soal bahaya, kita lebih tahu kemampuan anak kita. Jangan karena Ibu A bilang begini, lalu Tante B bilang begitu, kita terpengaruh dan mulai panik.
Mungkin saya yang terlalu woles, yang jelas kalau bisa, saya dan suami bertekad memberikan ruang eksplorasi seluas-luasnya pada Fayyadh dan adik-adiknya. Entah bagaimana di keluarga yang lain. Bagaimanapun, kita semua ada di tim yang sama, tim yang mencintai anak-anak kita. Meskipun dengan cara yang berbeda.
Comments
Post a Comment