"Menurutku, orang-orang yang jadi TKI ini cuman orang yang nggak mau berjuang. Pasti ada pekerjaan di negeri sendiri ngapain susah-susah ke negeri orang? Udh sampe sana disiksa, belum lagi kalo mereka kena kasus. Jadi nambah-nambah urusan pemerintah." Komentar yang pedas, namun tak urung memiliki sejumlah kebenaran di dalamnya. Jika kita melihat dari satu sisi. Well, selalu ada dua sisi mata uang bukan? Sewaktu mendengar komentar ini, reaksi saya hanya tersenyum dan menjawab satu dua yang tak membenarkan atau membantah. Tak punya cukup ilmu tentangnya pun tak memiliki pengalaman menjalaninya. Bagaimanapun, memiliki keduanya berpengaruh besar pada keyakinan akan benarnya pendapat. Dan pagi ini, saya berkesempatan mencicipi sedikit apa yang mungkin menjadi pemantik seorang memilih jalan hidup sebagai TKI. Pagi ini saya terbangun dengan kepala pusing, hidung tersumbat, dan tenggorokan terasa kering. Entah darimana datangnya yang jelas kondisi fisik saya menurun. Ditambah dat...
Sebuah muara dari aliran-aliran kata yang tak tertumpahkan di tempat bernama bumi.