"Maaf Bu, kalo mau masukin lamaran kemana ya?" Tanyaku pada ibuq ibu yang berdiri di meja resepsionis.
"Oh sama ibu ini bagian kepegawaian" Jawabnya sambil menunjuk dua orang ibu berseragam di depannya. Yang kemudian antara ku dengar atau tidak menghela napas.
"Ikuti aja ibunya Dek" Katanya lagi. Akupun manut mengikuti dua orang ibu itu melangkah ke dalam.
Aku tahu yang mereka pikirkan. Buat apa sih aku repot-repot. Toh surat lamaranku hanya akan menambah onggokan kertas di sudut kantor. Karena yang bisa masuk bekerja hanyalah mereka yang punya orang dalam.
Tapi sekali lagi. Mungkin juga ini hanyalah rasa pesimis yang dipengaruhi buruk sangkaku. Aku tak tahu rencana Allah. Bagaimanapun manusia merencanakan Makar, bukankah Ia Pembuat Makar Yang Paling Baik?
Jadi ku ringankan langkah kaki dan beban di dada. Niatku hanya untuk menuruti perintah orang tua yang baik. Tak kurang dan tak lebih.
Mengenai rezeki, Allah telah mengatur ya dengan sebaik-baiknya. Jadi, untuk apa menyakiti diri?
Comments
Post a Comment