Ketika mengantar Yani pulang dua minggu lalu, ada kesadaran yang tetiba hadir di tengah perjalanan. Yani, baik fisik maupun umurnya, secara harfiah jauh lebih kecil dariku. Meskipun demikian, aku memberikannya kesempatan untuk menggantikanku membawa motor karena aku tak hafal jalan ke rumahnya. Maka, dimulailah petualangan kami dan kekhawatiranku. Pada awalnya Yani sempat kagok untuk naik ke jalan raya karena aku berhenti di sisi jalan yang tak rata. Sisanya, mulus. Demikian juga dengan kekhawatiranku. Semula rasa khawatir terus menerus merayap di hatiku. Dengan badan yang mungil, Yani harus memboncengku dan Oga, sepupuku yang berusia 8 tahun. Beban yang tak ringan. Apakah Yani akan menyebut? Bagaimana jika Yani tak familiar dengan motorku dan terjadi masalah? Bagaimana jika terjadi sesuatu dan Yani tak bisa menyeimbangkan motor? Puluhan apa dan bagaimana berkecamuk di benakku. Tak sekali dua tanganku pun ikut 'membenarkan' cara mengemudi Yani dengan meletakkannya di pinggang...
Sebuah muara dari aliran-aliran kata yang tak tertumpahkan di tempat bernama bumi.