Skip to main content

Posts

Showing posts from January, 2019

Catatan Perjalanan Berdua Part 3

"Fayyadh ki, anak'e plengeh yo?" (Pak Ahmad, 2018) Plengeh adalah terminologi bahasa Jawa yang kurang lebih berarti ramah, atau murah senyum (Mbak Yanti, 2018). Alhamdulillah, bayi tiga bulan yang tiga bulan lalu kami boyong ke Solo berkembang baik kemampuan sosialnya. Jika tiga bulan lalu rata-rata tetangga di Lombok maupun Solo heran melihatnya begitu sering menangis dan jarang mau digendong orang lain. Maka Fayyadh enam bulan adalah bayi yang ramah. Kadang terlalu ramah sampai cenderung SKSD. Saking mudahnya akrab dengan baru, saya sampai bertanya-tanya. Kapan kira-kira ia akan mulai fase stranger anxiety? Stranger anxiety sendiri adalah salah satu fase dalam perkembangan personal sosial bayi. Dimana mereka merasa takut pada orang asing dan lebih memilih digendong atau bermain dengan ibu atau seseorang yang sudah mereka kenal baik. Jangan khawatir, hal ini baik karena menunjukkan kedekatan emosional bayi dengan orang tua. Biasanya dimulai pada umur 6-9 bulan dan be...

Catatan Perjalanan Berdua Part 2

"Abah, yang ridho sama kami ya? Biar perjalanan kami lancar." Tak sekali dua saya mengatakan hal itu pada suami. Selain diucapkan langsung, saya kirim juga lewat wa. Was-was tentu saja ada. Ini pertama kalinya kami berdua pergi jauh tanpa Abahnya Fayyadh. Kalimat itu saya ulang lagi dalam perjalanan kami ke bandara di pagi buta. Setelah malam sebelumnya tidur Fayyadh tak nyenyak dan akhirnya bangun dan menangis kencang pukul tiga. Seperti paham kami akan menempuh perjalanan dan abah tak ikut. Kalimat yang kemudian dijawab dengan senyum tipis dan sebait kata, "Iya." Alhamdulillah, perjalanan dari rumah ke bandara lancar. Di bandara pun demikian. Sampai setengah perjalanan, Fayyadh mulai menangis di pesawat. Bosan karena kami hanya duduk untuk waktu yang lama. Mainannya tak digubris. Diajak bercanda juga tak mempan. Tapi akhirnya setelah kelelahan, dia tertidur sambil menyusui. Turun dari pesawat, kami dijemput Paman. Sempurna sudah Fayyadh bangun dan sepanjang pe...

Catatan Perjalanan Berdua

Fayyadh masih saja menangis sejak lima menit yang lalu. Jangankan menunjukkan tanda-tanda berhenti, justru yang ada tangisnya makin keras. Lengkap dengan air mata. Pertanda ia memang tak nyaman. Saya yang semula anteng juga mulai resah. "Mungkin gerah?" Kata Bibi. Benar, sudah lumayan siang dan dia belum mandi pagi. Segera saya buka baju dan celana panjang yang ia pakai. Secercah harapan timbul, sejelek apapun mood Fayyadh kalau sudah mandi dan lihat keran air biasanya membaik. Namun, harapan tinggal harapan. Dia malah makin mengamuk ketika saya bawa ke kamar mandi. Mandi yang biasanya bisa setengah jam karena main air berubah jadi secepat kilat. Tangisnya masih belum berhenti juga. Makin sulit buat saya memasangkan baju. Allah, hawa panas Denpasar dan rasa panik sempurna sudah menghasilkan bulir-bulir keringat yang besar. Tak hirau dengan kepanikan saya, enam orang tukang bangunan di rumah bibi melanjutkan pekerjaan mereka. Mengecor, menghaluskan kayu, memaku, memukul-mu...

Dear Gadis-gadis, Tolong, Jangan Bodoh!

Maafkan kalau judul tulisan saya dianggap kasar atau menyinggung. Tapi saya tak tahu lagi harus bilang apa. Kemarin saya baru berkesempatan membuka grup parenting Kren Lombok yang digagas oleh psikolog asal Lombok Timur, lalu yulhaidir. Tertanggal 29 Desember 2018, ada berita tentang kekerasan seksual yang berujung kematian korbannya. Si Mawar, sebut saja begitu diajak keluar oleh pacarnya. Lalu si pacar minum miras bersama 3 orang temannya. Setelah mabuk, si pacar menzinahi si Mawar dan menawarkan dia untuk dizinahi 3 rekannya itu. Si Mawar menolak dan minta diantar pulang. Entah bagaimana ceritanya si Mawar akhirnya mau diantar pulang oleh salah satu teman pacarnya. Di tengah jalan, ia melawan dan jatuh dari motor karena diminta berzina. Mawar yang pingsan bukannya dibawa ke fasilitas kesehatan malah diperkosa di kebun. Lalu dibawa lagi ke tempat dua orang lain masih menunggu. Singkat kata, setelah ketiganya melampiaskan nafsu bejatnya, si Mawar meninggal. Sedih, marah, sesak. S...

Senyum Awal Bulan

Ada nggak sih yang bingung kok baru tanggal 1 gaji udah berkurang banyak? Gimana nanti tanggal 2 keatas? Well, hari ini saya begitu. Pagi ini Abahnya Fayyadh menjadi panitia field trip anak-anak di Solo Berkuda. Lokasinya di Goro Assalam yang berjarak sekitar 10 km. Qadarullah, ban motor belakang pecah bahkan sebelum kami menempuh satu kilometer. Pagi-pagi di hari libur mana ada bengkel yang buka? Belum lagi kami sudah akan telat. Akhirnya motor ditinggal di parkiran bank di Nusukan dan kami pesan g*car. Tarif yang tertera bikin kening berkerut, hampir dua kali lipat dari tarif biasa. Ya sudahlah. Sampai sana, ternyata panitia yang lain belum ada yang datang. Eaaaaaa.. Singkat kata, acara berlangsung sukses meskipun mundur hampir sejam dari jadwal. Yang buat saya senang, bertemu seorang anak perempuan yang memakai kaos #ammarkids bermotif 'Princess Muslimah'. Masya Allah, berasa ketemu idola yang cuman lihat di medsos doang gitu. Maafkan emak-emak kolot. "Saya pesan di...