Pertanyaan diatas menjadi status BBM-ku sore ini. Foto yang ku pajang diambil di ruangan Dara 1, tepatnya di pintu belakang. Entahlah, ada rasa berbeda ketika memandang langit sore ini. Sepertinya tempatku berdiri adalah sebuah tempat terisolir, sempit, dan asing dari dunia luar. Sejenak aku merasa seperti boneka yang ada di dalam kotak kaca, yang menari-nari seiring lagu yang diputar. Saat aku tengadah, aku berpikir. Semua kita jika mendongak, pasti akan melihat langit yang sama. Langit yang membatasi pandangan dari luasnya yang tak terukur. Bahwa tersebutlah disana bermilyar-milyar galaksi. Yang adanya kehidupan masih menjadi misteri. Lalu apa yang terjadi disana? Tentunya Allah tidak menciptakan segala sesuatu dengan sia-sia. Aku kemudian teringat suatu ungkapan: Setiap hari, berjuta bintang mati. Dan berjuta pula yang lahir kemudian. Lantas dimana kita? Bukankah kita hanyalah satu bintang? Lalu bagaimana jika kita hanya menjadi suatu bintang yang lahir kemudian mati tanpa ada y...
Sebuah muara dari aliran-aliran kata yang tak tertumpahkan di tempat bernama bumi.