Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2015

Jogja

"Jadi kamu mau kesini karena mau nemuin temen-temenmu?" Tanya Bunda Yusi. "Iya Bund", aku menjawab setengah mantap. Masih belum sepenuhnya percaya setelah sekian lama akhirnya aku menapakkan kaki di Jogja. Namun tanpa sambutan apapun dari mereka, orang-orang yang ku anggap saudaraku. Air mataku hampir menitik saat itu. Hatiku seperti terhantam palu godam. Inilah kenyataan, menghubungi merekapun aku sungkan. Bagamana berani berharap mereka akan menemuiku? Namun ku tepis hal itu. Ku lanjutkan makan yang entah mengapa seperti membaca suasana hatiku. Sukses membuatku tak menghabiskan makan malam yang sudah sangat terlambat. Pukul 02.19, dan masih belum ada tempat bagi kami untuk menginap. Untungnya, setengah jam kemudian ada wa dari relawan 1001 buku yang menawarkan tempat menginap seadanya. Dengan taksi kami meluncur ke Radio Buku, bekas galeri bertingkat dua yang disulap menjadi perpustakaan dan radio. This is heaven. Buku berderet-deret sekian rak. Seminggu disini...

In the air

"Yah, nggak bisa ngeliat apa-apa!" Sesalku ketika akan menaiki pesawat. Bunda Yusi hanya terkekeh. Beberapa pertimbangan akhirnya membuat kami mantap mengambil penerbangan malam, tepatnya jam 23.00 dengan AirAsia. Delay setengah jam. Namun pada kenyataannya, penerbangan malam saat akan take off memberikan pemandangan yang breathtaking. Masya Allah, lampu-lampu yang hidup di Pulau Dewata tampak seperti berlian bertaburan. Aku bisa melihat jalur jalan Tol Bali Mandara yang berwarna putih dan mengira-ngira jalur berwarna keemasan sebagai jalan By Pass Ngurah Rai. Lambat laun, ketinggian pesawat semakin naik dan semua di bumi semakin mengecil. Mungkin titik-titik di laut yang ku lihat adalah kapal pesiar dan sebagainya, atau mungkin kapal nelayan. Entahlah, yang jelas aku seperti melihat langsung pemandangan seperti yang sering ku pakai depe di BBM. 'Fear Me, not human kind.' Aku lupa ayat berapa. Kombinasi gelap malam dan terbatasnya ruang di ketinggian, membuatku memi...