Skip to main content

090811


Jika semalam aku merasa begitu kehilangan, berbeda halnya dengan malam ini.
Malam ini begitu indah, aku sungguh merasa memiliki dan dimiliki. Aku buber ma teman-teman liqo di rumahnya Ukh Diah. N aku hepiiiiiiii bgt!
Entahlah, mungkin setelah segala yang terjadi kemarin hari ini merupakan klimaks atas semua kehilangan yang kurasakan. Seru banget!
Walau emang kita agak gila-gilaan abis di rumah Ukh Diah.
Hehe..
Dasar!
Begitulah jika wanita sudah berkumpul kawan, kau takkan bisa menghentikan teriakan-teriakan, cekikik-cekikikan, semuanya. Silakan mencoba, dan kau akan kecewa.

Pertama diawali dengan keterlambatanku karena harus menjemput Puji ke Sesela, padahal Menteri Keuangan hari ini kan aku. Jadilah Mbak Vie n Itah yang harus repot-repot pergi beli pecel. Dan ternyata Ukh Diah beneran jualan tauk, mukenah, gamis, atasan gitu, aku niat se beli pasalnya ada mukenah lucu warna pink, tetapi saying seribu saying ternyata tu mukena wat anak kecil.
Hiks..hiks..
Tapi tak papelah, yang penting dah dapet nyoba.
dan memang wanita sebagian besar walaupun tak semua, akan tak tahan melihat barang-barang bagus, termasuk aku tentunya, tapi balik lagi, sekedar window shopping kan ga papa yak?

Keseruan season 2 dimulai.
Dah Ukh Diah pun sukses menjual satu mukenah pada Suya. Gkgkgkgkgk…
Selanjutnya, ternyata Mbak Vie beliin kita pecel porsi Fahri yang jadi kuli pas lagi puasa.
Nah loh, kebayang gak porsinya kaya gimana. Dan tu oleh Ukh Diah Yth, harus kita habisin. Waaah, kliatan kemurobbiahannya (emang ada??) beliau tu. Kita udah pada nyerah, dimana ternyata Suyalah the winner kali ini, disusul oleh Puji, dan kemudian podium tiga berhasil direbut oleh Ukh Diah, dan aku sendiri pada akhirnya hanya berhasil menyabet posisi juara harapan 1. (idiiiih,. Bikin-bikin sendiri, padahal ngabisinnya pun dibantu Puji) biar ajah, pi kan yang penting abis n ga mubazir.
And keseruan season 3 begins..
Apa pasal??
Duren bo, duren…
Bayangin mata animasi yang berbinar-binar.
Dah berhari-hari aku pengen duren, pi berharap pun tak berani. Dan ternyata hari ini kau dapet makan dengan puas, gratis pula.
Alhamdulillah Yaa Rabb, inilah keberkahan bersaudara dan menyambung silaturrahim, sungguh janjimu takkan pernah ingkar.
Makan duren pun penuh dengan drama bak di meja persalinan (yaiyalah, temennya anak bidan, kalo anak hokum baru judulnya di meja persidangan). Dari bukaan yang ga maju-maju, drip oksi, letsu, forsep, sampe CPD semuanya keluar.
Aku bayangin seandainya ada dari disiplin ilmu lain yang ada hadir dan mengerti, gimana jadinya? Orang kita menyamaratakan belah duren dengan proses persalinan, pake nyebut-nyebut plasenta segala lagi.
Orang ‘biasa’ pasti dah jijik minta ampun deh, Ukh Diah tu contohnya. Pi untunglah beliau tak menyukai duren sama sekali, jadi Ami yang bawa buletnya, Ami juga yang bawa sampahnya.
Duuuh, kasian Ami.

Semoga Allah melapangkan rizqinya dan selalu diberikan keberkahan di dalamnya, begitu juga dengan saudara-saudaraku yang lain, Ukh Diah, Mbak Vie, Itah, Puji, Wenda, Anti, n Suya.
Aku menyayangi mereka Yaa Rabb.
Semoga Engkau juga menyayangi kami semua, dan menjadikan persahabatan ini sampai di surga-Mu kelak Yaa Rabb.
Amin Yaa Robbal ‘alamin, dan Alhamdulillah untuk segalanya di hari ini wahai Zat Yang Maha Rahim..



Comments

Popular posts from this blog

Anggun: Ibu

Aku suka dangdut? Ngggg.. kayaknya nggak hard to believe banget. Apalagi karena aku juga suka lagu-lagu India. Lagu yang ku suka variatif, nggak terbatas di genre tertentu atau satu penyanyi. Yg penting ngena di hati. Dan malam ini, entahlah aku mesti senang atau sedih. Aku hampir menangis menyaksikan penampilan finalis DA3 dari Bima, Anggun. Mungkin karena mengetahui kisahnya sebagai TKI dan hanya pernah bertemu beberapa kali dengan anaknya. Mungkin karena di dekatku ada ibuq, dan membayangkan lagu itu adalah ungkapan hati ibuq dan ibu-ibu lainnya di seluruh dunia. Ditambah lagi aku belum bisa berbuat banyak untuknya. Atau mungkin, sekali lagi mungkin. Ini yang dikatakan: apa yang dilakukan dengan hati, akan sampai ke hati. Apalagi ketika baitnya sampai pada 'Kau adalah simbol kesempurnaan dariku yang tak sempurna'. Tuhan, sampai disini aku merinding. Betapa besar anugerah dan kenikmatan menjadi seorang ibu. Sesuatu yang kerapkali ku impikan. Tapi aku sadar, mungkin Allah ...

The Reflex

Siang ini di atas motor.. Tikungan agak tajam ke kanan tampak 50 meter di depanku. Tangan kiri sedia memegang rem. Tangan kanan yang sedari tadi konsen menarik gas mengendur dan berganti menarik rem. Lalu membawa stang motor sedikit membelok ke arah kanan. Tikungan terlewati dengan mulus. Semua dilakukan dengan spontan. Like they said, if you do something for years, you get pretty good at it. Or in my case, used to it. Because I'm not sure I'm a good or lousy rider. Sometimes it feels like the first but not rarely I feel the second. Aku melakukannya sebelum memikirkannya. Semua diatur otak di alam bawah sadar. Lalu ketika mobil dari arah berlawanan menyalip dan melewati kami dengan terpaut jarak sekian puluh senti saja, jantungku langsung seperti ingin meloncat dari rongganya. Bahkan jantungku bukan milikku sendiri. Ia bekerja mengikuti ritme tubuh. Sesuai dengan kebutuhan. Aku tak bisa mendiktenya untuk berdetak 85 kali saja. Ia memiliki mekanisme tersendiri. Pun paru-paru...

Malin Kundang

"Dimana itu Nak?" Pertanyaan protokoler akhirnya keluar di ujung sana. I almost roll my eyes if it wasn't for the answer itself. What was this place called again? My brain went blank. In panic state I running in storange room names my brain, rummaging for some memory. Nope, nada. Fortunately, there's last source of knowledge standing there. I turn to her and ask. "Dimana namanya ini lenga?" My, my. The look on her face is priceless. Just like I ask her where is my keys when its dangling in my bag. I I can't help but broke into laugh. "Ya Allah lenga beneran side lupa?! Karang Sukun." Cue for the stern-looking-mom-expression. It was so understatement. I was lived in that area for almost one year yet it's name easily slipped from my mind. I was never intended to comeback to my old landlord yet Cg's landlord came 500 kilometers across sea to attend her wedding. Yep, I can totally see the picture here. Not only that time Cg must huffing ...