Skip to main content

Wanita Tambah Cantik Setelah Menikah (dan Melahirkan), Ini Penyebabnya

Sebelumnya, judul yang saya buat sudah mirip media online jaman now nggak? 😁😁😁 #receh

Awal menulis ini, tergelitik dengan bayangan diri sendiri di cermin. Dan mengingat salah satu komentar yang tak kalah menggelitik.

"Tapi pemirsa setuju kan jika artis A ini jauh lebih cantik dan menarik setelah menjadi ibu?"

-Presenter gosip, jaman masih jahiliah.

Namanya artis cantiknya ya diatas rata-rata. Tapi tambah cantik lagi? (Emak-emak dasteran gigit jari). Lalu saya perhatikan, ya, memang si artis sekarang jauh lebih menarik dibandingkan masih single dulu.

Lalu sayapun bertanya-tanya "Iya, ya. Kok bisa?"

Dan ternyata setelah saya meluaskan pengamatan, tak hanya artis, tapi wanita-wanita di sekitar saya pun begitu. Meskipun ya banyak juga begitu-begitu aja atau malah makin tak mengurus diri.

Abaikan yang terakhir, kita fokus kepada yang makin menarik saja (saya pakai kata itu karena katanya cantik itu relatif 😅).

Setelah menjadi seorang ibu, saya memiliki beberapa teori mengenai hal itu.
Cantik dan menarik itu bisa dari dua hal, dari luar dan dalam. A.k.a outer beauty dan inner beauty.

A. Outer beauty
Penampilan fisik. Biasanya yang menimbulkan kesan pertama. Dan bisa berubah seiring waktu.

1. Perawatan dan make up
Setelah menikah, seorang wanita yang paling cuek sekalipun, akan mulai mematut dirinya demi terlihat lebih cantik di hadapan suami. Maka dia yang tadinya cuek mulailah merawat dan merias diri. Tergantung mau yang alami atau dengan make up dan perawatan salon. Intinya, semakin merawat dan mematut diri maka penampilan pun semakin menarik.

2. Bertambahnya Rezeki
Percaya tak percaya, rezeki lelaki dan perempuan biasanya akan bertambah setelah menikah. Yang tadinya hanya cukup untuk makan sehari-hari, lama kelamaan berlebih, bisa ditabung, dan membeli hal lain yang diinginkan. Tadinya makan yang penting ada, bisa mengubah menu jadi lebih sehat. Sebelumnya hanya cukup bedak karungan, jadi bisa beli skin care paket lengkap. Jadi penampilan juga makin cetar.

3. Perubahan bentuk tubuh
Yaps! Perubahan bentuk tubuh wanita tak selesai sampai masa pubertas dan dewasa, ia masih akan berubah selama kehamilan dan setelah melahirkan.

Jadi yang tadinya punya body setipis kartu ATM, setelah hamil biasa makin berisi. Yang sudah berisi biasanya makin aduhai. Belum lagi ditambah hormon kehamilan yang membuat kulit semakin cerah. 'Pregnancy glow', istilahnya.

4. Perubahan aktivitas fisik
Biasanya, setelah menikah aktivitas fisik wanita lebih banyak (baca: rempong). Tapi bukan hanya lelah yang didapat, tapi juga peredaran darah yang semakin lancar, juga bertambahnya kekuatan otot. Belum lagi ada aktivitas tertentu yang disinyalir dapat mengeluarkan hormon bahagia dan membuat wajah terlihat lebih muda.

Masih banyak sih yang lain, tapi saya cukupkan dan kita lanjut ke poin berikutnya.

B. Inner beauty
"Kamu cantik, cantik dari hatimuuuu.." kata girlband terkenal dulu. Iyups, inner beauty adalah kecantikan dari dalam, biasanya dari kepribadian seseorang. Yang biasanya membuat orang lain nyaman di dekatnya. Lalu apa yang berubah setelah menikah?

1. Semakin bahagia
Tak dipungkiri jika menikah mendatangkan banyak kebahagiaan. Sarapan nasi goreng di kontrakan dengan sebutir telur diceplok berdua saja sudah nikmat, apalagi makan nasi goreng seafood spesial di restoran nganu saat anniversary. Hati yang bahagia akan dipancarkan lewat wajah yang berseri-seri. Jadi ya, tambah cantik tentu saja.

2. Percaya diri bertambah
Setelah menikah, wanita banyak melakukan hal-hal yang tidak pernah dilakukan sebelumnya. Lalu semakin mengeksplore diri dan menjadi ahli di bidang itu. Yang tadinya nggak bisa masak jadi bisa ngalahin chef, yang nggak pernah pegang sapu jadi menteri kebersihan yang nggak bisa lihat rumah kotor, yang nggak bisa jualan malah jadi distributor besar, yang tadinya ngerajut sekedar hobi berubah jadi pendapatan, dan seterusnya. Meningkatnya keahlian ini membuat wanita merasa semakin berharga dan percaya diri. Dan percaya diri yang besar adalah satu hal yang sangat menarik bagi banyak orang.

3. Melalui banyak masalah
"Hidup itu dimulai setelah menikah." Kata seseteman. Saya yang belum menikah jadi gondok. Terus selama ini saya ngapain? Gentayangan?

Setelah menikah, saya baru sadar apa maksudnya. Selain mendatangkan banyak kebahagiaan, menikah juga berarti menghadapi banyak permasalahan.

Jika jaman single cucian numpuk kita masih bisa tidur dan mentok-mentok nge-laundry, setelah menikah boro-boro. Apalagi jika suami pecinta kebersihan. Mau nge-laundry terus sayang duitnya. Jika tak di-manage dengan baik akan menimbulkan perselisihan. Jika dibiarkan terus-menerus akan menimbulkan masalah yang lebih besar.

Tetapi namanya pasangan yang baik, tentu akan mencari jalan untuk menyelesaikannya. Dan percayalah, berbaikan setelah bertengkar itu konon memupuk cinta lebih dalam. Dan wanita yang jatuh cinta terlihat jauh lebih cantik salah satunya karena tingginya hormon cinta dalam tubuhnya.

Belum lagi jika wanita tersebut hamil kemudian melahirkan. Keduanya bukan perkara mudah. Banyak ketidaknyamanan dan ujian saat membawa bayi sembilan bulan dalam kandungan.

Pada saat melahirkan, ini adalah momen terlemah sekaligus terkuat seorang perempuan. Pertaruhan hidup dan mati, tak hanya hidupnya tapi juga bayi yang ia kandung. Karena seringkali masalah dalam diri ibu (yang tak seorangpun menginginkannya) menjadi penyebab masalah bagi bayi.

Dan layaknya pertaruhan hidup dan mati lainnya, seorang wanita yang mampu melewatinya akan membawa luka-luka. Fisik maupun batin. Nyeri dan perubahan tubuh. Trauma pada proses persalinan atau karena penolongnya. Dan masih banyak lagi.

Tetapi ketika sudah bisa diteriman dan dilalui, wanita itu akan menjelma menjadi sosok yang lebih kuat. Dan wanita yang kuat, sungguh bukan hanya cantik, tetapi juga menarik.

Jadi bagaimana? Anda tertarik bukan untuk segera menikah? Segera hubungi kami di 081987654321 dan 10 pendaftar pertama akan mendapat doa agar segera menikah. Yang tadinya butuh investasi 100 juta kami beri diskon besarnya dan cukup membayar 9,99 juta saja! #IklanNumpangLewat

Comments

Popular posts from this blog

Anggun: Ibu

Aku suka dangdut? Ngggg.. kayaknya nggak hard to believe banget. Apalagi karena aku juga suka lagu-lagu India. Lagu yang ku suka variatif, nggak terbatas di genre tertentu atau satu penyanyi. Yg penting ngena di hati. Dan malam ini, entahlah aku mesti senang atau sedih. Aku hampir menangis menyaksikan penampilan finalis DA3 dari Bima, Anggun. Mungkin karena mengetahui kisahnya sebagai TKI dan hanya pernah bertemu beberapa kali dengan anaknya. Mungkin karena di dekatku ada ibuq, dan membayangkan lagu itu adalah ungkapan hati ibuq dan ibu-ibu lainnya di seluruh dunia. Ditambah lagi aku belum bisa berbuat banyak untuknya. Atau mungkin, sekali lagi mungkin. Ini yang dikatakan: apa yang dilakukan dengan hati, akan sampai ke hati. Apalagi ketika baitnya sampai pada 'Kau adalah simbol kesempurnaan dariku yang tak sempurna'. Tuhan, sampai disini aku merinding. Betapa besar anugerah dan kenikmatan menjadi seorang ibu. Sesuatu yang kerapkali ku impikan. Tapi aku sadar, mungkin Allah ...

The Reflex

Siang ini di atas motor.. Tikungan agak tajam ke kanan tampak 50 meter di depanku. Tangan kiri sedia memegang rem. Tangan kanan yang sedari tadi konsen menarik gas mengendur dan berganti menarik rem. Lalu membawa stang motor sedikit membelok ke arah kanan. Tikungan terlewati dengan mulus. Semua dilakukan dengan spontan. Like they said, if you do something for years, you get pretty good at it. Or in my case, used to it. Because I'm not sure I'm a good or lousy rider. Sometimes it feels like the first but not rarely I feel the second. Aku melakukannya sebelum memikirkannya. Semua diatur otak di alam bawah sadar. Lalu ketika mobil dari arah berlawanan menyalip dan melewati kami dengan terpaut jarak sekian puluh senti saja, jantungku langsung seperti ingin meloncat dari rongganya. Bahkan jantungku bukan milikku sendiri. Ia bekerja mengikuti ritme tubuh. Sesuai dengan kebutuhan. Aku tak bisa mendiktenya untuk berdetak 85 kali saja. Ia memiliki mekanisme tersendiri. Pun paru-paru...

Malin Kundang

"Dimana itu Nak?" Pertanyaan protokoler akhirnya keluar di ujung sana. I almost roll my eyes if it wasn't for the answer itself. What was this place called again? My brain went blank. In panic state I running in storange room names my brain, rummaging for some memory. Nope, nada. Fortunately, there's last source of knowledge standing there. I turn to her and ask. "Dimana namanya ini lenga?" My, my. The look on her face is priceless. Just like I ask her where is my keys when its dangling in my bag. I I can't help but broke into laugh. "Ya Allah lenga beneran side lupa?! Karang Sukun." Cue for the stern-looking-mom-expression. It was so understatement. I was lived in that area for almost one year yet it's name easily slipped from my mind. I was never intended to comeback to my old landlord yet Cg's landlord came 500 kilometers across sea to attend her wedding. Yep, I can totally see the picture here. Not only that time Cg must huffing ...