Bochor.. Bochor.. Bochor..
Iklan ini, walaupun konsepnya nggak wah-wah amat, tapi gampang sekali diingat. Mungkin karena aksen bule yang panik karena rumahnya bocor itu lucu, atau memang karena psikologis orang Indonesia kebanyakan menganggap bule itu keren. Entahlah, yang penting pesannya sampai dan banyak orang yang (mau tidak mau) jadi tahu.
Kebocoran biasanya dianggap sesuatu yang merugikan. Seperti di iklan itu, menyebabkan banyak kerusakan peralatan elektronik, perabot rumah, bahkan tugas sekolah.
Lalu apa reaksi kita jika dikatakan bahwa semua kita sebenarnya memiliki kebocoran di rumah masing-masing?
Pasti banyak yang tidak terima, menolak, atau malah memfoto bagian-bagian rumah untuk membuktikan bahwa rumahnya tidak bocor. (Okay, mungkin ini lebay 😅)
Tidak percaya?
Coba cek pemasukan tiap bulan, kemana larinya? Apa tersimpan semua di rekening? Tentu tidak. Sudah habis untuk bayar ini itu, beli ini itu. Bahkan tak jarang berhutang untuk menutupi kebutuhan.
Nah, itu yang saya maksud. Kebocoran.
Sebenarnya semua kita sedang menempel 'kebocoran-kebocoran' itu. Rezeki dari hasil bekerja kita kumpulkan di sebuah kolam, tetapi kolam itu sudah dari sananya bocor.
Tinggal bagaimana kita mengisi dan seberapa besar kebocorannya. Jika bocornya hanya menetes dan kita mengisi kolam dengan selang tentu masih ada isi di dalamnya.
Tetapi jika bocornya mengalir deras sedangkan kita mengisinya dengan bolak balik memakai gayung tentu lain lagi ceritanya.
Selayaknya segala sesuatu, tentu keadaan ini bisa berubah. Orang yang tadinya hanya mengisi kolam dengan selang ternyata tak lama bisa membuat sumur bor. Lalu bukan lagi dia yang bolak balik memastikan kolam terisi penuh. Dia hanya menekan satu tombol dan mulai membangun kolam berikutnya.
Orang-orang jenis ini jika memang tak memiliki bakat bisnis dalam dirinya, biasanya tekadnya yang kuat. Mau berubah menjadi lebih baik.
Lalu bagaimana caranya?
Jika saya katakan ada sebuah buku yang khusus berbicara tentang rahasia kekayaan, apakah ada yang tertarik?
#tsow
Comments
Post a Comment