Skip to main content

Jangan Kaget, Hal Berikut Bisa Terjadi Setelah Melahirkan

"Memang sakit Mbak. Tapi nanti itu kalau sudah muncul rasa kayak pengen BAB, Mbak Fit tinggal ngeden sekian kali. Keluar deh bayinya. Langsung lupa deh sakitnya gimana. Malah langsung pengen nambah lagi." Ibu tukang sayur tertawa.

Lagi, cerita ibu-ibu biasanya hanya tentang sakitnya melahirkan. Atau larangan tidak boleh ini itu yang sebagian besar adalah mitos 🙃

Melahirkan adalah momentum besar. Sebuah pertaruhan nyawa. Tetapi semua tak selesai disana. Sebab, petualangan panjang menjadi seorang ibu justru baru dimulai.

Ternyata, banyak hal yang terjadi pada tubuh wanita setelah melahirkan tapi tidak ada yang pernah cerita pada saya 😅

Berikut saya tuliskan dari berbagai sumber dan dari pengalaman pribadi.

1. Wajah dan kulit
Disebut 'makin hitam dan kusam' adalah makanan saya sehari-hari saat hamil 😥 Terutama menjelang trimester akhir. Itu baru wajah, belum lagi di area lipatan. Ada juga garis hitam horizontal di perut yang dinamai linea nigra. Hiperpigmentasi akibat hormon adalah sesuatu yang wajar. Kadang muncul bintik hitam di wajah yang disebut kloasma gravidarum. Setelah melahirkan kulit akan berangsur-angsur kembali normal.
Tetapi tidak dengan strechmark. Ia akan tetap disana meski samar. Sejauh ini yang paling efektif untuk menghilangkan/menyamarkan strechmark adalah metode laser.

2. Rambut rontok
Pada saat hamil, rambut cenderung lebih lebat dan berkilau karena tingginya hormon estrogen.
Setelah melahirkan, hormon ini berkurang drastis dan disertai pula dengan kerontokan rambut ekstra lebat tadi.
Rontok 100 helai perhari masih dikatakan normal meskipun melihatnya membuat hari merana 😂
Biasanya terjadi setelah 3 bulan dan akan normal kembali setelah 6 bulan.

3. Payudara membengkak
Ternyata, proses menyusui tidak segampang memasukkan puting susu ke mulut bayi kemudian dihisap 😅
Banyak drama yang dilalui masing-masing ibu dan bayi.
Biasanya payudara menjadi bengkak beberapa hari di minggu pertama. Puting juga bisa lecet karena pelekatan bayi yang tidak sempurna.
Bisa diatasi dengan terus menyusui bayi, kompres hangat sebelum menyusui, lalu mengosongkan payudara dengan cara memompa ASI. Puting lecet ringan bisa diatasi dengan mengoleskan ASI sebelum dan sesudah menyusui.

4. Perut masih buncit
Perut akan bergelambir dan pusar yang tadinya keluar akan masuk kembali. Meskipun memakai bengkung, kita akan terlihat seperti masih hamil beberapa bulan.
Dapat juga terjadi nyeri seperti nyeri haid karena kontraksi uterus yang akan kembali ke ukuran semula.
Biasanya perut akan mengempis setelah 1,5 bulan. Bisa dibantu dengan sit up dan olahraga lain untuk mengencangkan perut.

5. Vagina nyeri
Vagina adalah kumpulan otot yang menjadi jalan lahir.
Tindakan episiotomi (digunting untuk memperlebar jalan lahir) bukan pada vagina tetapi perineum (daerah antara vagina dan anus). Biasanya terjadi nyeri dan pembengkakan. Hal ini bisa dikurangi dengan cara dikompres dengab ice pack dan duduk memakai bantalan yang lembut.
Meskipun sudah melebar untuk mengeluarkan bayi, vagina sendiri bersifat elastis dan bisa kembali ke bentuk semula meskipun tidak 100%. Tergantung seberapa besar trauma dan perlukaan selama persalinan.
Darah dan cairan sendiri akan keluar selama kurang lebih 40 hari.

6. Mengompol
Pada hari-hari pertama biasanya kencing tidak bisa ditahan terutama ketika sudah di kamar mandi. Juga tak jarang sedikit keluar saat bersin atau batuk.
Hal ini terjadi karena melemahnya otot dasar panggul. Akan berangsur-angsur membaik. Bisa dipercepat dengan latihan Kegel.

7. Sembelit
Jika saat hamil sudah mengalami sembelit, hal iniasih hisa menjadi masalah setelah melahirkan. Karena biasanya takut BAB karena nyeri dan takut luka kotor. Jadi kotoran makin keras dan sulit dikeluarkan.
Banyak minum air putih, tingkatkan konsumsi buah dan sayur, serta beraktivitas sesuai kemampuan dapat membantu mengatasi sembelit.

8. Kentut sembarangan
Kentut juga tidak bisa ditahan dan cenderung bersuara besar. Memang malu, tapi bagaimana dong?
Hal ini terjadi karena adanya saraf-saraf dan otot yang terputus akibat persalinan. Juga karena organ perut yang kembali ke posisinya setelah bayi keluar.
Bisa dikurangi dengan membatasi makanan yang menimbulkan gas seperti kol, sawi, dan soda.

8. Kaki bengkak
Kaki yang bengkak biasanya akan kembali ke bentuk semula setelah melahirkan. Ada juga yang sering merasa kesemutan di kaki.

9. Sering berkeringat
Terutama di malam hari. Terjadi karena perubahan hormon dan penting untuk mengeluarkan cairan ekstra yang tertimbun selama kehamilan.

10. Tidak segera haid
Terutama jika menyusui ASI eksklusif. Karena menurunnya hormon estrogen. Tergantung perempuan masing-masing. Ada yang langsung haid setelah nifas tetapi ada pula yang baru haid sampai satu tahun kemudian.

11. Perasaan negatif
Hampir 90% wanita mengalami perasaan negatif setelah melahirkan. Apakah stres, merasa tidak berdaya, tidak mampu. Merasa kewalahan, atau semisalnya.
Hal ini disebabkan oleh perubahan hormonal yang drastis, psikologis ibu sendiri, juga pengaruh lingkungan.
Apalagi jika ada tetangga, keluarga, dan netijen julid 😂
Curhat, terima apa yang dirasakan, minta bantuan orang lain jika tidak bisa adalah hal-hal yang mungkin dilakukan.
Hang on there Mom! Anda tidak sendirian.

12. Tidak segera mencintai bayi
Kau adalah cahaya hidupku, harta paling berharga, malaikat yang Allah turunkan di bumi. Dan sebagainya adalah ungkapan yang sering ibu tujukan untuk bayi.
Tapi eits, jangan merasa bersalah jika belum merasa mencintai bayi sepenuhnya.
Apalagi jika kehamilan ini tidak direncanakan apalagi diharapkan 😢
Ibu baru menjalani proses persalinan yang melelahkan. Urus bayi sendiri sesegera mungkin, susui, peluk dan cium. Intinya lakukan bonding dan rasa cinta yang besar itu akan datang dengan sendirinya.

13. Lebih bergantung pada suami
Bagaimanapun banyak ibu atau wanita lain yang mendukung kita, ada hal-hal yang hanya bisa seorang istri bicarakan dengan suami.
Apalagi jika ibu tinggal dengan orang tua atau mertua dan memiliki pandangan yang berbeda tentang pengasuhan anak, disini peran suami sangat sentral untuk meminimalkan konflik.

Lah, kok jadi nakut-nakutin? Nggak ada bahagia-bahagianya jadi ibu baru?

Bukan begitu, saya hanya menulis apa kemungkinan yang biasa terjadi agar ibu tidak gusar. Minimal tahu apa yang bisa terjadi sehingga tidak menambah stressor.

Tidak seperti saya yang bingung dan segera Googling begitu ada yang membuat khawatir. Lalu bolak-balik bertanya pada orang lain untuk meyakinkan diri.

Kelihatannya banyak sih, tapi itu semua mekanisme tubuh untuk adaptasi dan mengembalikan fungsi beberapa organ seperti sebelum hamil. Dan kembali lagi, semua tergantung kondisi fisik dan psikis ibu masing-masing.

Tentang bahagia, tidak ada yang mampu menggambarkan bahagianya menjadi seorang ibu selain ibu itu sendiri.

Maka tanyalah, apakah semua ketidaknyamanan diatas sepadan dengan hadirnya bayi mungil itu?

Jawabannya pasti iya, dan kebanyakan ibu takkan ragu mengulanginya kembali.


Comments

Popular posts from this blog

Anggun: Ibu

Aku suka dangdut? Ngggg.. kayaknya nggak hard to believe banget. Apalagi karena aku juga suka lagu-lagu India. Lagu yang ku suka variatif, nggak terbatas di genre tertentu atau satu penyanyi. Yg penting ngena di hati. Dan malam ini, entahlah aku mesti senang atau sedih. Aku hampir menangis menyaksikan penampilan finalis DA3 dari Bima, Anggun. Mungkin karena mengetahui kisahnya sebagai TKI dan hanya pernah bertemu beberapa kali dengan anaknya. Mungkin karena di dekatku ada ibuq, dan membayangkan lagu itu adalah ungkapan hati ibuq dan ibu-ibu lainnya di seluruh dunia. Ditambah lagi aku belum bisa berbuat banyak untuknya. Atau mungkin, sekali lagi mungkin. Ini yang dikatakan: apa yang dilakukan dengan hati, akan sampai ke hati. Apalagi ketika baitnya sampai pada 'Kau adalah simbol kesempurnaan dariku yang tak sempurna'. Tuhan, sampai disini aku merinding. Betapa besar anugerah dan kenikmatan menjadi seorang ibu. Sesuatu yang kerapkali ku impikan. Tapi aku sadar, mungkin Allah ...

The Reflex

Siang ini di atas motor.. Tikungan agak tajam ke kanan tampak 50 meter di depanku. Tangan kiri sedia memegang rem. Tangan kanan yang sedari tadi konsen menarik gas mengendur dan berganti menarik rem. Lalu membawa stang motor sedikit membelok ke arah kanan. Tikungan terlewati dengan mulus. Semua dilakukan dengan spontan. Like they said, if you do something for years, you get pretty good at it. Or in my case, used to it. Because I'm not sure I'm a good or lousy rider. Sometimes it feels like the first but not rarely I feel the second. Aku melakukannya sebelum memikirkannya. Semua diatur otak di alam bawah sadar. Lalu ketika mobil dari arah berlawanan menyalip dan melewati kami dengan terpaut jarak sekian puluh senti saja, jantungku langsung seperti ingin meloncat dari rongganya. Bahkan jantungku bukan milikku sendiri. Ia bekerja mengikuti ritme tubuh. Sesuai dengan kebutuhan. Aku tak bisa mendiktenya untuk berdetak 85 kali saja. Ia memiliki mekanisme tersendiri. Pun paru-paru...

Malin Kundang

"Dimana itu Nak?" Pertanyaan protokoler akhirnya keluar di ujung sana. I almost roll my eyes if it wasn't for the answer itself. What was this place called again? My brain went blank. In panic state I running in storange room names my brain, rummaging for some memory. Nope, nada. Fortunately, there's last source of knowledge standing there. I turn to her and ask. "Dimana namanya ini lenga?" My, my. The look on her face is priceless. Just like I ask her where is my keys when its dangling in my bag. I I can't help but broke into laugh. "Ya Allah lenga beneran side lupa?! Karang Sukun." Cue for the stern-looking-mom-expression. It was so understatement. I was lived in that area for almost one year yet it's name easily slipped from my mind. I was never intended to comeback to my old landlord yet Cg's landlord came 500 kilometers across sea to attend her wedding. Yep, I can totally see the picture here. Not only that time Cg must huffing ...