Kemarin dulu, seseibuk menegur saya kurang kerjaan karena menuliskan panjang lebar tentang susu ibu hamil. Waktu itu sih rasanya tidak kurang kerjaan, wong kerjaan rumah aja kadang banyak yang nggak beres.
Tapi sekarang saya sadar. Seseibuk itu benar. Saya kurang kerjaan. Tepatnya, mulut saya. (Terimakasih banyak Bu).
Sudah menjadi rahasia umum jika perempuan itu banyak bicara. Konon, rata-rata dalam sehari bisa mengeluarkan 20000 kata. Sementara lelaki hanya 7000 kata. Jadi jangan heran walaupun sedang komen-komenan di grup wa, ketemu orang yang sama di tukang sayur juga perempuan bakal ngerumpi.
Lalu bagaimana dengan saya yang kadang 16 jam sehari hanya bersama bayi yang baru bisa mengoceh? Belum lagi jika dihitung 8 jam ditinggal si bayi tidur. Jadi, hitungannya saya cuma sendiri di sepertiga hari. Bagaimana bisa menghabiskan jatah pengeluaran 20000 kata? Itu baru sehari. Lainnya, silakan hitung sendiri.
Jadi, tanpa saya sadari sebenarnya menulis panjang-panjang itu mekanisme pertahanan tubuh agar pengeluaran kata-kata itu tetap adekuat dan tidak menjadi toksik di pikiran. (Bahasanya sudah berat belum?) 😅
Jadi Pak-Bapak, Bu-Ibu, Mas-Mbak, Kak-Kakak, Dik-Adik, janganlah risau jika emak-emak itu banyak omong. Yang penting omongannya berfaedah. Yang perlu dirisaukan kalau emak-emak itu diam seharian.
Apa sakit gigi? Atau ada amarah yang terpendam? Mesti waspada, meskipun rumah jadi kinclong bisa saja makan siang dan malam jadi spesial. Dengan sajian mie instan dicampur sebutir telur ayam. Ditemani sebungkus kerupuk kemarin pagi.
Tadinya saya juga nggak mau nyetatus panjang-panjang. Lagi malas dan ide mentok. Tetapi lihat semangat emak-emak juara di kelas #mantracovertselling bikin ngiri. Masak mereka bisa saya nggak?
Lagian, ternyata saya sudah melakukan dua diantara enam cara menjaring ide. Ide menulis, membuat iklan, berbisnis. Intinya, ide untuk memulai sesuatu. Yaitu mengobrol dengan Kakak Sri dan Dedek Syifa. Lalu jalan-jalan sore ke Ndalem Kopi. Tempat nongkrong ramah anak yang jaraknya cuman 5 menit dari kontrakan.
Lalu empat lagi apa? Semoga saya bisa tulis dilain hari. Sekarang persiapan bobok syantik dulu.
Selamat rehat!
Salam waras selalu..
Comments
Post a Comment