MENGENAL BERCAK MONGOL
"Mbak, kamu udah keramas belum?" Tanya rekan piket begitu saya duduk sempurna di kursi.
"Hah? Nggak i Mbak? Kenapa?"
"Kan gerhana bulan. Nanti anakmu item loh.."
Jangankan keramas, mandi aja nggak sempat. Baru pulang dari satu acara terus lanjut piket malam. Untung malam itu nggak ada pasien 😅
Qadarullah, Fayyadh memang terlahir dengan kulit coklat. Coklat ya, bukan hitam. Karena kulit hitam itu sebutan untuk saudara kita dari benua Afrika.
Pagi setelah selesai piket malam kala itu saya bikin status FB yang menanyakan mengapa ibu hamil harus mandi di malam gerhana bulan.
Bermacam jawaban muncul. Lalu ada seseorang yang concern dan inbox saya. Sebut saja dia (D) dan saya (S).
D: Mbak, saya juga dulu nggak dengerin ortu disuruh mandi. Eeeeeh pas lahir anak saya ada item-item di punggungnya. S: Di daerah pantat juga ada ya Mbak?
D: Iya.
S: Kayak memar gitu?
D: Iya, tapi nggak hilang-hilang.
S: Mbak, itu memang bawaan lahir. Bukan karena gerhana. Namanya Bercak Mongol.
Qadarullah kembali, Fayyadh juga memiliki Bercak Mongol. Lalu apakah itu karena saya tak mandi dan keramas pada malam gerhana bulan? Cekidot..
Bercak Mongol sendiri adalah bercak kebiruan pada kulit bayi baru lahir. Atau bisa muncul pada minggu-minggu pertama setelah kelahiran. Berlokasi di bokong, punggung, tangan, kaki, atau bagian tubuh lainnya.
Penyebabnya adalah melanosit (sel penghasil warna kulit) terperangkap dalam lapisan kulit dalam (dermis) saat embrio bayi berkembang. Seharusnya melanosit itu keluar di lapisan kulit luar (epidermis).
Apakah berbahaya?
Untungnya tidak. Kecuali kalau lokasinya luas dan ada di beberapa tempat, mungkin bisa diperiksakan ke dokter lebih lanjut.
Karena ini bukan penyakit atau kelainan, maka tak butuh penanganan khusus. Biasanya akan hilang sendiri setelah anak berusia empat tahun atau selambat-lambatnya sebelum anak beranjak remaja.
Jika masih menetap setelah remaja, bisa dikonsultasikan ke dokter. Apalagi misalnya tempatnya di wajah atau bagian kulit yang terbuka. Karena biasanya akan muncul dampak psikologis.
So, tidak perlu khawatir ya Mak? Bukan salah Emak kok kalau anak punya tanda seperti ini. Lain kali, nggak perlu paksain diri keramas malam-malam.
Salam waras!
Comments
Post a Comment