"Kalau aku janjian sama temen jenguk orang yang habis lahiran, kami biasanya beliin kado buat ibunya. Kasian, ibunya kan capek baru berdarah-darah. Butuh perhatian juga, buka. Cuman bayinya." Khas Bunda Yusi Laman, statement ini juga anti-mainstream.
Jangankan orang lain, ibu (dan calon ibu) saja biasanya lebih mementingkan bayi dari dirinya. Sedari hamil sibuk mempersiapkan ini dan itu untuk bayi, eh setelah melahirkan bingung sendiri. Ternyata banyak juga hal yang dibutuhkan tapi tidak disiapkan sebelumnya.
Sebuah postingan tentang persiapan persalinan yang ditulis sahabat saya Herniza menjadi viral. Bukti bagaimana kehamilan dan persalinan begitu disiapkan, tapi bagaimana setelah itu?
Maka saya menuliskan disini beberapa hal yang sangat diperlukan ibu setelah melahirkan sesuai pengalaman pribadi.
1. Obat Anti Nyeri
Biasanya ini sudah diresepkan begitu ibu pulang dari fasilitas kesehatan. Saya sendiri hanya minum 1 pepel yang dari Puskesmas dan tidak membeli lagi.
Vitamin selama hamil juga baik dilanjutkan untuk membantu mempercepat penyembuhan.
2. Bra menyusui
Ini sangat membantu. Apalagi jika bayi tipe yang tidak sabaran. Pertama saya hanya membeli tiga buah selanjutnya ditambah lagi karena ASI sering rembes. Sampai sekarang Fayyadh berumur 4 bulan saya masih memakainya.
3. Breastpad
Optional. Membantu mencegah rembesan ASI. Tapi saya pribadi beli sekotak tidak habis. Entah karena tidak cocok merk atau apa. Yang jelas sering terlipat jadi tidak maksimal penggunaannya.
4. Baju untuk menyusui
Tipe yang kancing atau resleting di depan. Atau yang lehernya lebar. Busui friendly-lah. Ini yang butuh banyak. Apalagi bagi yang modis 😅 Yang tipe cuek seperti saya cukup rajin dicuci. Sehari bisa ganti dua tiga kali karena ASI sering rembes dan breastpad tidak membantu.
5. CD ukuran besar
Pinggul dan bokong yang besar pasca hamil besar tak akan berkurang dalam waktu lama. CD berukuran besar juga lebih nyaman digunakan karena longgar dan tidak menggesek bagian yang rawan. Utamakan yang berbahan katun.
6. Padsicle/Pembalut
Apa itu padsicle? Pembalut yang diberikan olesan gel lidah buaya dan white hazel gel (saya pakai merk W**dah) lalu ditaruh di kulkas. Gunanya untuk mengurangi pembengkakan dan peradangan.
Jika tidak merasa nyaman, cukup pembalut biasa atau maternity pads. Yang penting sering diganti. Saya sendiri cuman beberapa hari menggunakan maternity pad karena darah tidak terlalu banyak. Jadi eman padahal sudah menyiapkan dua kemasan besar 😅
7. Rok/celana longgar
Saya baru berani memakai celana longgar setelah mendekati 40 hari. Sebelumnya setia dengan rok atau kain batik. Ngeri aja bayangin ngilunya jika terlalu tertekan.
8. Jilbab instan
Ini penolong sekali. Apalagi jilbab yang lumayan lebar dan dari bahan yang tidak panas. Bisa berfungsi juga sebagai burung cover. Asal bayi dibiasakan dulu ditutupi ketika menyusui.
9. Air minum
Selalu sediakan di kamar atau tempat biasa menyusui karena ibu baru sering haus. Hal ini juga penting untuk memantau kita cukup minum atau tidak.
10. Jamu/pelancar BAB
Biasanya BAB pertama kali setelah melahirkan adalah momen menakutkan. Karena nyeri dan takut jahitan terbuka. Akibatnya banyak yang menunda BAB yang justru menyebabkan kotoran lebih keras. Saya beruntung para bibi dan tetangga banyak yang memberi jamu melahirkan yang komposisinya dari kunyit, berbagai rimpang dan rempah. Hasilnya BAB pertama saya agak lembek dan tidak menyebabkan nyeri pada jahitan.
Jika takut sekali, bisa membeli pencahar yang dimasukkan lewat anus di apotek sebelum BAB pertama.
11. Botol plastik/air mineral gelas
Bisa botol yang dilubangi diisi air atau air mineral gelasan yang sudah dicoblos. Intinya air yang bisa nyembur untuk cebok. Bisa saja pakai selang tapi repot.
12. Bengkung
Sebuah ajaran nenek moyang yang sangat membantu mengempiskan perut. Saya sendiri cuman betah pakai sampai 40 hari karena sering gatal 😅
Tapi memang terbukti efektivitasnya.
13. Jarik
Bayi baru lahir belum bisa dipakaikan gendongan macam-macam. Jarik sangat membantu karena praktik, ringan, dan gampang dicuci jika terkena pipis atau gumoh.
14. Tas bayi
Optional sih. Tapi saya pribadi sangat terbantu dengan adanya tas khusus bayi. Jadi bayi punya tas sendiri dan barangnya tidak bercampur dengan kita. Sudah tahu item-item apa yang mesti dibawa. Tak jarang barang habis pakai tidak saya keluarkan atau kalau habis tinggal restok.
15. Dipan/Bed Tinggi
Optional juga. Saya tulis karena ebanyakan ibu hamil di daerah saya tidur di kasur yang sudah diturunkan dari ranjang. Padahal tidur di ranjang yang tinggi lebih memudahkan ibu baru karena tinggal duduk dan mengatur kaki. Sementara jika tidur dibawah harus menekuk kaki terlebih dahulu.
Itu yang berupa barang-barang berwujud, yang gaib #eh jasa maksudnya juga tidak kalah penting, yaitu:
16. Perhatian
Ya, sekali lagi tak hanya bayi. Tapi ibu baru juga butuh diperhatikan. Apalagi karena perubahan peran yang besar dan mendadak seringkali kebutuhan pokok tidak terpenuhi. Tanyakan apakah sudah makan atau cukup minum.
17. Cukup istirahat
Tidur saat bayi sedang tidur adalah nasehat yang sangat sering didengar. Tetapi sering susah dilaksanakan karena ibu sendiri kadang tidak bisa tidur. Atau ingin tidur tapi malu nanti dibully karena tidur terus. Sering-sering minta ibu istirahat dan yakinkan itu bukan hal buruk.
18. Dukungan moril
Ibu baru rentan mengalami baby blues. Tentang ini saya pernah menulis khusus dengan judul 'Hantu Itu Bernama Baby Blues.' Intinya, ibu baru perlu didengarkan dan diberi dukungan moril. Bukan dikata-katai cengeng atau manja apalagi sedikit-sedikit disalahkan atas pengasuhan bayi.
19. Bantuan/PRT
Ibu baru masih butuh pemulihan sehingga pekerjaan rumah tidak ada yang mengerjakan. Bantulah ibu dalam kondisi ini. Setidaknya sehingga dia sudah bisa bergerak lebih leluasa. Saya sangat bersyukur di Lombok kami begitu dimanjakan sampai 40 hari lamanya.
20. Doa bersama
Ditulis terakhir bukan berarti paling tidak penting. Justru biar diingat. Bagi yang muslim, masa nifas berarti tidak bisa beribadah seperti biasanya. Tidak jarang kemudian berimbas pada iman yang menurun dan rentan terjadi stres. Ajak ibu berdoa bersama atau bacakan Al Qur'an di sampingnya. Insya Allah akan membuat ibu lebih tenang dan bahagia.
Nah, itu sedikit dari saya. Berdasarkan pengalaman dan ingatan pasca persalinan normal (efek nggak langsung ditulis dulu 😂).
Bagaimana dengan yang SC? Well, saya tidak bisa berkata banyak. Tapi overall mungkin sama. Dengan penambahan disana-sini.
So, ada yang mau ditambahkan lagi Mak?
Comments
Post a Comment