"Aku kesel. Dia sudah dikasi minjem barang, lama pula, masak aku yang mesti ke tempatnya ambil sendiri? Dimana sopan santunnya?" Seorang teman curhat.
Jika dia orang lain, maka saya akan bilang, "Ya udah, diikhlasin aja. Yang penting kita udah bantu."
Atau malah mencap-nya gila hormat dan tidak ikhlas 😂
Tapi tidak, dia adalah orang yang tulus. Dan tidak mengurus hal remeh remeh macam diucapkan terimakasih atau tidak. Hanya saja, jika soal attitude, dia sangat peduli.
Saya baru sadar, ternyata tidak semua orang se-cetek itu. Iya, hampir semua orang akan kecewa jika tak diberi ucapan terimakasih atas barang/jasa yang telah diberikan. Tetapi, dengan alasan berbeda.
Si teman ini, kecewa lebih karena sikapnya. Teman yang memiliki track record baik ternyata memiliki 'cela' dalam hal yang kelihatannya sepele, tapi imbasnya jauh ke hubungan mereka. Juga untuk dia pribadi.
Orang yang tak tahu terimakasih, akan sulit mendapatkan pertolongan dari orang yang sama di kemudian hari. Iya kalau orang ini maafkan terus simpan untuk dirinya sendiri. Kalau dia curhat kepada orang lain dan orang lain menyebarkan gimana (bukan saya, insya Allah #beladirimodeon)? Atau posting di medsos tak menyebut nama tapi detail lain lengkap? 😅😅😅
Maka cela seseorang itu akan tersebar, dan makin sulitlah hidupnya.
Ini sungguh pelajaran untuk saya sendiri, karena cela kita memang milik kita. Tapi teman yang peduli akan menegur. Orang lain hanya akan diam bahkan mungkin menggunjing.
Selalu berterima kasih juga tak hanya buat si pemberi, tetapi lebih pada si penerima. Karena sikap kita saat dibantu juga menunjukkan siapa diri kita. Apa kita pribadi yang bersyukur atau tidak. Bisa membalas budi atau tidak.
Jika manusia saja perhitungkan, apalagi Allah?
Fitria
Pendengar curhat
#30DWC
#30DWCJILID15
#DAY22
Comments
Post a Comment