Skip to main content

Romantisme Mawaddah, Sakinah, dan Rahmah

"Ibu-ibu, ada ndak disini suaminya yang ndak romantis?" Tanya Bu Vida saat memulai sesi materi.
"...ada.."
"Haaaah? Ndak ada?"
"Ada Buuu, hampir semua."

Hehe.. rupanya kecipak suara hujan membuat jawaban ibu-ibu menjadi tidak jelas. Sore kemarin kami mengadakan kajian ibu-ibu dengan tema "Romantisme Pernikahan Setelah Satu Dasawarsa". Uhuks..

Pemateri kami adalah seorang konselor pernikahan yang insya Allah nama dan prestasinya akan muncul banyak jika digoogling, yaitu Ibu Vida Rabiatul Adawiyah. Beliau aktivis ibu dan anak serta menginisiasi kelas pra nikah di Solo.

Ada beberapa pernyataan yang menarik. Seperti "Pernikahannya itu adalah gerbang untuk masuk dalam masalah tanpa henti. Apalagi bagi perempuan." 😂

Nah, karena masalah terus ada, maka "Membahas pernikahan adalah seperti menasehati diri saya sendiri", lanjut beliau.

Lalu mengapa memilih tema diatas? Karena 1) Yang hadir kebanyakan usia pernikahannya sudah diatas 10 tahun. 2) Romantisme di usia pernikahan segitu biasanya adalah barang langka.

Mengapa langka? Wong dari awal menikah banyak yang merasa suami ndak romantis kok. Apalagi sudah sepuluh tahun, mawaddah biasanya makin meredup.

Padahal romantis sama dengan cantik atau ganteng. Persepsi yang dibangun otak berdasarkan apa yang sering kita lihat dan dengar sehari-hari. Menurut Bu Vida, romantis sebenarnya adalah 'diperlakukan secara baik oleh pasangan.' Dan baik ini Mak, cakupannya luaaaaaaas sekali. Sedalam samudra, setinggi langit di angkasa.. kepadamu.. #eh

Oh iya, bicara soal mawaddah. Sebenarnya jika diurutkan, ucapan semoga sakinah, mawaddah, wa rahmah itu kurang tepat. Karena biasanya yang hadir pertama adalah mawaddah, selanjutnya sakinah, baru kemudian rahmah.

Apa itu mawaddah?
Cinta yang menggebu-gebu. Yang 'aku mencintaimu karena...' Bisa cantik, shalihah, kaya, fisik sempurna, pintar, ramah,.. (silakan isi sendiri). Spiritnya adalah menerima. Jadi semakin menerima perhatian, pujian, hadiah, dkk maka akan semakin besar mawaddahnya. Disini rindu sedang berat-beratnya, karena inginnya selalu bersama. Uhuks.. Biasanya ini hadir saat lima tahun pertama pernikahan.

Lalu sakinah. Ia adalah ketenangan yang didapatkan seseorang dari suami/istri masing-masing. Tenang jika bersama, juga tenang saat berpisah. Karena mengetahui dimana pun berada akan saling menjaga hati. Eaaaaaa..
Dalam prakteknya, sakinah juga tak mudah. Kuncinya, adalah fokus pada kebaikan pasangan. Karena kita seorang manusia, menikah dengan manusia juga, yang tempatnya salah dan lupa, bukan menikah dengan malaikat.

Kemudian rahmah. Bisa dikatakan sebagai 'aku mencintaimu meskipun..  kamu gendut, mulai botak, jarang di rumah, masakanmu kurang sedap, kena penyakit ini, dan seterusnya. Spirit rahmah adalah memberi. Karena ia sudah tak begitu peduli dengan kekurangan yang remeh temeh. Fokusnya adalah memberi sebanyak-banyaknya. Sudah nyaman tak lagi sering bersama karena kesibukan masing-masing. Dan ini biasanya terjadi pada pernikahan diatas umur 10 tahun.

Well, apalah artinya daku yang baru mencicipi dunia pernikahan bak anak SD kelas 2. Meskipun begitu, semoga bisa mengikuti jejak emak-emak kece yang usia pernikahannya sudah mau kuliah.

Barakallah Bu Cindar dan Bu Farida Santoso. Semoga pernikahan kita termasuk yang dimulai, diiringi, dan diakhiri dengan Al Qur'an.

Fitria

Yang baru menikah setahunan

Comments

Popular posts from this blog

Anggun: Ibu

Aku suka dangdut? Ngggg.. kayaknya nggak hard to believe banget. Apalagi karena aku juga suka lagu-lagu India. Lagu yang ku suka variatif, nggak terbatas di genre tertentu atau satu penyanyi. Yg penting ngena di hati. Dan malam ini, entahlah aku mesti senang atau sedih. Aku hampir menangis menyaksikan penampilan finalis DA3 dari Bima, Anggun. Mungkin karena mengetahui kisahnya sebagai TKI dan hanya pernah bertemu beberapa kali dengan anaknya. Mungkin karena di dekatku ada ibuq, dan membayangkan lagu itu adalah ungkapan hati ibuq dan ibu-ibu lainnya di seluruh dunia. Ditambah lagi aku belum bisa berbuat banyak untuknya. Atau mungkin, sekali lagi mungkin. Ini yang dikatakan: apa yang dilakukan dengan hati, akan sampai ke hati. Apalagi ketika baitnya sampai pada 'Kau adalah simbol kesempurnaan dariku yang tak sempurna'. Tuhan, sampai disini aku merinding. Betapa besar anugerah dan kenikmatan menjadi seorang ibu. Sesuatu yang kerapkali ku impikan. Tapi aku sadar, mungkin Allah ...

The Reflex

Siang ini di atas motor.. Tikungan agak tajam ke kanan tampak 50 meter di depanku. Tangan kiri sedia memegang rem. Tangan kanan yang sedari tadi konsen menarik gas mengendur dan berganti menarik rem. Lalu membawa stang motor sedikit membelok ke arah kanan. Tikungan terlewati dengan mulus. Semua dilakukan dengan spontan. Like they said, if you do something for years, you get pretty good at it. Or in my case, used to it. Because I'm not sure I'm a good or lousy rider. Sometimes it feels like the first but not rarely I feel the second. Aku melakukannya sebelum memikirkannya. Semua diatur otak di alam bawah sadar. Lalu ketika mobil dari arah berlawanan menyalip dan melewati kami dengan terpaut jarak sekian puluh senti saja, jantungku langsung seperti ingin meloncat dari rongganya. Bahkan jantungku bukan milikku sendiri. Ia bekerja mengikuti ritme tubuh. Sesuai dengan kebutuhan. Aku tak bisa mendiktenya untuk berdetak 85 kali saja. Ia memiliki mekanisme tersendiri. Pun paru-paru...

Malin Kundang

"Dimana itu Nak?" Pertanyaan protokoler akhirnya keluar di ujung sana. I almost roll my eyes if it wasn't for the answer itself. What was this place called again? My brain went blank. In panic state I running in storange room names my brain, rummaging for some memory. Nope, nada. Fortunately, there's last source of knowledge standing there. I turn to her and ask. "Dimana namanya ini lenga?" My, my. The look on her face is priceless. Just like I ask her where is my keys when its dangling in my bag. I I can't help but broke into laugh. "Ya Allah lenga beneran side lupa?! Karang Sukun." Cue for the stern-looking-mom-expression. It was so understatement. I was lived in that area for almost one year yet it's name easily slipped from my mind. I was never intended to comeback to my old landlord yet Cg's landlord came 500 kilometers across sea to attend her wedding. Yep, I can totally see the picture here. Not only that time Cg must huffing ...