Bagi yang menganggap judul tulisan saya aneh atau cenderung magis, tidak apa. Mau tertawa juga silakan. Wong saya sendiri juga beranggapan begitu ketika Pak Cah, panggilan akrab Pak Cahyadi Takariawan, konselor pernikahan yang kondang itu mengungkapkan syarat pertama pernikahan. Yaitu, "Harus dengan manusia."
Yaelah, emang hari gini masih ada yang nikah sama jin Pak? Nyinyir saya.
"Loh, saya serius. Pastikan yang ingin Anda nikahi itu seorang manusia." Tegas beliau lagi seolah membaca keskeptisan para hadirin.
"Saya tidak main-main. Kemarin lusa seorang perempuan baru lulus S1, sarjana anyar Pak, Bu, dibawa ke ruang konseling kami. Dia mau dijodohkan tetapi kekeuh sudah punya calon yang sangat dia cintai. Sudah berhubungan selama dua tahun. Namanya X, tinggal di kota Y. Ketika ditanya ketemu dimana? Jawabannya belum pernah ketemu. Dia lalu menyodorkan foto-foto si lelaki dan chat mereka."
"Saya bilang kepada si Kakak, tolong selidiki akun ini. Seminggu kemudian, si Kakak melapor. Ternyata akun ini milik seorang perempuan. Ketika ditanya kok tega ngerjain si sarjana tadi? Katanya iseng. Dia jualan onlen dan punya banyak akun. Dan beberapa akunnya memang digunakan untuk ngisengin orang. Ndak nyangka juga si cewek ini bakal jatuh cinta beneran. Jatuh sejatuh-jatuhnya."
"Lalu setelah itu gimana? Si sarjana jatuh cinta pada sosok lelaki di akun itu, padahal pemiliknya perempuan. Kan ndak bisa si perempuan menjadi laki-laki. Apa bukan jatuh cinta sama hantu?"
Yaa Allah, saya malu. Baru kemarin dulu sok bijak menasehati teman kalau pilih lelaki yang serius mengajak nikah, jangan yang cuman berani ngajak pacaran.
Eeeh, seminggu kemudian si teman chat lagi. Katanya tidak jadi dengan yang serius. Karena ternyata dia tukang tipu. Mengaku polisi dan memakai foto-foto polisi asli yang ternyata sudah menikah. Dan pak polisi asli ini mengaku banyak menerima aduan dari perempuan yang juga digombali. Naudzubillah.
Jadi, dear single ladies. Monggo diseleksi lagi teman curhat, teman tapi mesra, teman tapi berharap, atau apapun namanya yang hanya pernah ditemui di media sosial.
Jangan sampai tadinya hanya nyaman lalu menyimpan angan. Tahu-tahu nantinya ia hanya sebentuk bayangan.
Sudah sangat banyak kejadiannya. Laki-laki beneran pun, jika sudah dari awal terindikasi tak benar, segera tinggalkan. Misalnya baru kenal sudah minta pinjam duit. Atau dibayarin makanan.
Lelaki yang menjaga kehormatannya, pantang meminta pada perempuan. Dan perempuan yang cerdas, akan berhati-hati menerjemahkan arti perilaku lelaki.
Hang in there dear sister, jika memungkinkan mengadulah hanya padaNya dan atau siapa yang benar-benar telah teruji kesetiannya.
Lalu seperti kalimat di buku #tsow, tingkatkan kapasitas diri, maka keran rezeki akan terbuka lebih deras dengan sendirinya. Dan ya, jodoh itupun termasuk rezeki.
Karena jika kita sibuk meningkatkan kapasitas diri, maka akan sedikit waktu tersisa untuk merawat jatuh cinta. Terlebih yang bukan pada manusia.
Semoga segera, Allah persatukan dengan ia, yang akan membersamai membangun cinta.
Comments
Post a Comment