"Sebenarne masalahne non side Pieq. Makat de ngene laloq nane? Padahal laeq pas SMA mokoh de. Makat nane sampe tulang pipi masuk? Epe jaq masalahde?" Pertanyaan Mr. One Pack alias Lalu Kesuwu terus terang cukup membuatku tertegun. Tak pernah ada yang sefrontal itu langsung bertanya pertanyaan yang aku sendiri masih menduga jawabannya.
But again, he is Kesuwu. My best friend since we are teenagers. Sebebas aku ngolok dia, sebebas itu pula dia mengungkapkan bahan pikirannya tentangku.
Tapi bukan aku jika tak bisa menjawab, dan dalam hal ini mengelak.
"Kalaupun ada masalah, tiang ga akan bilang."
Mungkin aku keliru, tapi sekelebat ada pancaran kecewa di matanya. Atau mungkin itu keterkejutan. Entahlah, itu hanya sekejap dan langsung berganti dengan sinar mata yang penuh senyum seperti biasa. Dan dia langsung pamit karena ku usir, literally.
Ampure meton, dengan lamanya persahabatan kita mestinya side tahu tiang bukan tipe pencerita masalah pribadi. I'll be glad to hear anyone story, but I rarely want to be the storyteller itself. Cukup Allah yang tahu.
Eniwe terimakasih sudah bertanya. Dengan begitu aku tahu masih ada yang peduli. Dan pertanyaan itu sendiri, malam ini membuatku berkonfrontasi dengan diriku sendiri. Apa sebenarnya masalahku? Mudah-mudahan di akhir malam, aku bisa menemukan jawabannya. Dan mengevaluasi segalanya.
Hidup harus bergerak maju kan? Apapun masalahku, tak akan jadi beban jika aku mau berbagi. Dengan siapapun itu. Tapi maaf, mungkin tidak dengan semua orang. Aku jadi mikir, sebenarnya mungkin tujuan Kesuwu berkunjung malam ini bukan semata ingin konsul tumpukan lemak di perut, tapi untuk menginterogasiku. Haha.. you won't successed bro, not under these sircumtances. But thank you for try, and never give up on me. Never change either. And for always make me laugh, a lot.
Comments
Post a Comment