"Adik asuh itu bukan milik pribadi, tetapi tanggung jawab bersama. Jadi silakan mengingatkan jika memang ada yang salah. Dan adik-adik juga tidak boleh hanya patuh pada Kakak asuhnya saja."
Ini teguran sahabat saya dulu waktu kami jadi panitia Masa Orientasi Siswa dulu. Ada gesekan di antara kami ketika rekan OSIS lain dianggap 'terlalu ikut campur' pada kelompok adik asuh yang bukan adik asuhnya.
Qadarullah, beliau menjadi seorang guru sekarang. Barakallah..
Adalah rasa memiliki atau mungkin ego yang saya rasakan saat itu. Bahwa adik asuh saya yang terbaik, mereka disiplin dan patuh, sehingga rekan lain tidak boleh seenaknya memarahi atau menghukum. Yang paling tahu mereka kan saya.
Padahal, interaksi hanya di kelas saja. Dan hanya beberapa saat saja. Siapa yang bisa menjamin perilaku mereka saat tak berada di pengawasan saya?
Mungkin kesalahan ini yang dimiliki orang tua jaman now. Terlalu sayang, rasa memilikinya besar, dan merasa tahu segala. Sehingga tak ada yang boleh marah kepada anak kecuali mereka sendiri.
Atau mungkin kecilnya terlalu sering dimarahi atau ada trauma tertentu pada guru sehingga memancing gampangnya melakukan kekerasan pada guru ketika anak melapor dimarahi.
Wallahu'alam. Saya belum menjadi orangtua, akan insya Allah. Karena itu saya sangat bersyukur kesalahan masa remaja saya dulu langsung mendapat teguran dan saya menyadari jika saya salah.
Dan dari segala hal yang harus dipersiapkan, semoga saya sudah punya bekal mental. Sehingga esok lusa ketika si kecil menangis dan merajuk mengatakan dimarahi gurunya di sekolah, saya akan menunggu tangisnya reda. Lalu bertanya baik-baik. Jika dirasa ada yang tak beres, akan berangkat ke sekolahnya dan bertanya baik-baik apa yang sebenarnya terjadi.
Kepada teman-teman yang telah dan akan menjadi orang tua. Tantangan jaman now semakin berat. Karena itu, jika ingin anak tak bermasalah maka selesaikan dulu masalah dengan diri sendiri.
Ibu yang tidak pede dengan k fisiknya bisa tanpa sadar 'menurunkan' kerendahdirian yang sama pada anaknya. Sehingga ketika ada yang kurang sedikit, maka anak akan mulai mengeluh dan tidak bersyukur.
Rasa tidak terima, trauma masa lalu, kekecewaan yang dipendam. Semuanya. Maafkan, dan selesaikan. Karena tak jarang, ia menjadi hantu ketika mendidik anak-anak.
Sehingga ketika menjadi orang tua, bukan hanya umur yang bertambah. Tetapi kita juga bisa mendewasa dalam setiap proses.
Comments
Post a Comment