Skip to main content

TENTANG PENYAKIT 'AIN

TENTANG PENYAKIT 'AIN

Pagi ini membaca berita tentang seorang artis yang kehilangan satu dari dua janin kembar dalam kandungannya.

Turut berduka dan entah mengapa saya langsung berpikir tentang penyakit 'ain. Mungkin karena saya membaca judul artikel tentang si artis yang melakukan maternity photoshot sekitar seminggu yang lalu.

Tidak membuka linknya, hanya sekilas saja. Dan sempat kagum dengan perutnya yang sudah membuncit. Apakah karena itu? Astaghfirullah..

Penyakit 'ain sendiri secara bahasa diambil dari 'ain-yainu yang berarti pandangan mata.

Sedangkan secara istilah merupakan penyakit yang disebabkan oleh pandangan mata, tak hanya itu hati dan dengki, tetapi juga karena kagum. Baik disertai maksud buruk di hati ataupun tidak.

Yang paling sering terkena adalah balita dan anak-anak, karena mereka belum mampu membentengi diri dengan amalan-amalan yang dianjurkan. Tetapi tak menutup kemungkinan menyerang orang dewasa dan ibu hamil.

Cirinya bagaimana?
Biasanya anak akan rewel, terus menangis tanpa sebab dan tidak mau berhenti, tidak mau menyusu atau makan, bisa juga disertai kejanh. Ketika dibawa ke dokter maka tidak ada bagian tubuh yang sakit.

Lalu akibatnya anak yang tadinya sehat dan ceria menjadi lesu dan kurus kering.

Lalu bagaimana cara pencegahannya?
1. Orang tua sebaiknya sering membentengi anak dengan membacakan ayat-ayat ruqyah atau membiasakan zikir pagi dan petang di rumah.
2. Berusaha tidak menampilkan anak, terutama di era media sosial saat ini. Karena penyakit 'ain tak hanya bisa lewat pandangan langsung, tetapi juga lewat foto dan video.
3. Berusaha untuk tidak menceritakan kelebihan anak, ketika bertemu dengan orang lain.

Memang tidak semua foto, video, atau cerita tentang anak akan menjadi sumber penyakit 'ain. Semua kehendak Allah. Tetapi tak ada salahnya kita mencegah sebelum harus mengobati.

Lalu, jika sudah terjadi bagaimana solusinya?
1. Jika diketahui orang yang menyebabkan 'ain (biasanya adalah orang yang terakhir bertemu anak sebelum gejala 'ain muncul), maka orang tersebut diminta mandi. Air mandinya ditampung dan dimandikan ke badan anak.
2. Membacakan anak Surat Al Ikhlas, Al Falaq, An Nas, ayat kursi, dan 2 ayat terakhir surat Al Baqarah.
3. Membacakan doa ruqyah sesuai Sunnah.
4. Ayat-ayat dan doa diatas dapat dibacakan pada air disertai tiupan lalu diminumkan pada anak.
5. Dapat pula dibacakan pada minyak dan dibalurkan. Jika ada air zam-zam maka sangat dianjurkan, jika tidak dapat menggunakan air hujan.

Karena penyakit 'ain tak hanya karena pandangan iri hati dan dengki tapi juga kekaguman, maka disunnahkan bagi kita untuk melakukan 2 hal ketika melihat sesuatu yang menakjubkan:
1. Mendoa keberkahan untuk hal tersebut.
2. Mengucapkan 'Masya Allah, Laa Haula wala quwwata illa billah'.

Demikian, semoga kita bisa ikhtiar melindungi diri dan keluarga dari bahaya penyakit 'ain. Dan bertawakkal pada Allah setelahnya.

Sumber:
Panjimas.com (mengambil dari kitab Zaadul Maad dan At Tibn An Nabawiy karya Ibnu Qayyim Al Jauziyah).

Comments