Skip to main content

Telepon Ibuq

Saya masih belum berhenti tertawa ketika suami tiba-tiba bertanya "Ada pulsa?"
"Ada."
"Mau telpon Ibuq."
"Oh, ini dah telepon." Lalu saya mengambil hape dan memencet tombol dial. Belum tersambung, hape langsung direbut dan disentuhlah tombol cancel.
"Nanti aja."
"Lah, kenapa?"
Suami memasang raut wajah serius dan berkata "Mau balikin anaknya."
"Oh ya? Hayuk segera!"
"Hah?! Kok malah seneng? Ku pikir kamu bakal sedih."
Saya menggeleng dan menjawab dengan semangat.
"Iya, kan disana lagi banyak duren, rambutan, manggis." Sambil menangkupkan kedua tangan di dada lengkap dengan ekspresi dreamy plus memejamkan mata.

Ketika buka mata, tampaklah ekspresi suami yang shock berat.

Dear, sorry to say. Tapi aku udah lulus tes bullying dari pasukan bulliers elit didikan CIA sejak 5 tahun lalu.

Jangan sedih, silakan coba lagi!

Efek liat duren, rambutan, manggis, duku, daaaaaan sepupu-sepupunya seliweran di timeline tiap buka FB.

Comments