Dari awal, sudah terasa ada yang kurang di lingkungan rumah sakit. Ya, kadang aku memang penakut. Sadar diri, atau mungkin lebih jujurnya, rendah diri karena skill yang jauh dari mumpuni. Tetapi hey, siapa yang bisa menguasai hal yang tak pernah dikerjakannya? Mungkin ada satu di antara seribu, dan dalam hal ini, aku masuk dalam kelompok yang 999. My point is, I can change that if I do my best. Everybody does.
Tetapi tetap saja, kenyataannya aku selalu kelelahan setiap pulang jaga. Inginnya langsung tidur meski kadang belum makan. Belum lagi baper, jika ada problem dengan pasien. Atau aturan yang tak sesuai. Satu-satunya tempat yang bisa buat senyum setelah pulang jaga itu di ICU, itupun tidak setiap hari.
Why? Padahal semua tetap bekerja, sama-sama membantu orang. Tetapi tetap saja.
Jawaban itu ku dapatkan ketika mengobrol panjang lebar dengan Bunda Yusi sepulang baksos di Panti Werdha. Tepatnya ketika beliau cerita tidak habis pikir dengan perawat atau dokter yang lempeng-lempeng aja, malah bisa bercanda, menghadapi orang sakit atau kematian. Bikin emosi, katanya. Tetapi beliau bisa menerima karena Julia, anaknya yang paramedis itu, menuturkan bahwa hal itu memang terjadi. Dia yang tadinya emosian, jadi lebih kalem dan 'menerima' setelah menjalani hidup sebagai paramedis. Ya, jika pernah menjalani maka akan mudah memahami. Dan justru hal itulah yang aku takutkan.
Aku pernah menulis bagaimana merasa bersalah ketika menertawakan sesuatu di depan pasien yang baru meninggal. Dimana letak simpatiku? Aku takut jika menghabiskan waktu lebih lama di rumah sakit, simpati itu akan terkikis sedikit demi sedikit hingga akhirnya habis. Jika aku diluar, maka aku akan tetap menjaga idealisme itu, dan dengan naifnya akan selalu mengharapkan yang terbaik untuk siapapun. Tanpa terpengaruh teori atau pengalaman.
Salahkah?
Aku tak tahu. Yang jelas, aku bahagia menjadi relawan. Kalau bisa, aku ingin selamanya seperti ini. Mungkin jadi donatur juga ke depannya. Yang jelas, tetap di dunia ini. Entahlah, aku merasa lebih bermanfaat disini daripada di ruangan manapun di rumah sakit.
Comments
Post a Comment