Tapi"Apa yang salah?"
Adalah pertanyaan yang belum saya temukan jawabannya ketika melihat kenakalan anak atau remaja. Jauh sebelum kasus Audrey.
Guru-guru yang saya kenal pun rata-rata mengeluh. Anak-anak sekarang itu cerdas-cerdas. Tak sedikit yang jauh lebih cerdas dari gurunya. Tapi adab? Banyak yang nol besar. Jiwa berjuangnya kurang. Sehingga ada halangan sedikit, bukannya berusaha mereka langsung menyerah.
Jika melihat anak atau remaja sekarang, berarti lahir tahun 2003-an ke atas. Orangtuanya mungkin lahir pertengahan akhir 70-an sampai 80-an.
Generasi itu jauh dibawah generasi 90-an yang sering sekali membanggakan masa kecilnya. Apa karakteristiknya? Bagaimana perlakuan orangtuanya dulu?
Apa yang salah sehingga ketika menjadi orang tua, anak-anak mereka (nauzubillah) menjadi generasi yang banyak dikeluhkan?
Pertanyaan-pertanyaan itu menghantui saya. Insya Allah bukan karena sok tahu apalagi sombong. Saya bertanya agar bisa menghindari kesalahan yang sama. Karena kini, saya juga seorang ibu.
Ibu yang takut anaknya kelak jadi korban bullying, atau malah yang lebih menyeramkan, pembully. Menjadi orang tua korban bullying butuh ketegaran dan kesabaran, karena pendampingan yang intens dan lama. Sedangkan menjadi orang tua pembully, ia adalah mimpi buruk. Karena siapa yang menyangka selama ini anak yang begitu kita manja menjelma monster.
Meskipun begitu, masih banyak yang belum sadar. Ketika jelas-jelas anak melakukan kesalahan, bukannya diberi efek jera, malah menyerang siapa yang menyalahkan.
Allah, bagaimana kami nanti? Semoga Allah jauhkan dari sifat demikian.
Tagar #JusticeForAudrey bukan gagah-gagahan. Apalagi sok menghakimi. Karena ini kasus serius, apalagi pelakunya perempuan. Ada pula yang berjilbab. Saya tak tahu kata apa yang pantas mewakili perasaan saat membaca beritanya. Sedih dan miris rasanya terlalu dangkal.
Saya percaya pada reward dan punishment. 12 orang siswa SMA itu salah. Dan mereka harus tahu dan sadar kalau itu salah. Siapapun keluarganya. Maka 'damai' bukan solusi. Lebih baik tega menghukum sekarang untuk menyelamatkan jiwa mereka di masa depan.
Untuk Audrey dan keluarga, semoga Allah kuatkan dan berikan keadilan. Juga balasan yang jauh lebih baik dari ini.
Mari belajar terus Bunda, perbaiki diri kita. Jangan putus belajar dan konsisten berusaha. Agar Allah pantaskah untuk memiliki anak-anak yang baik. Dan mampukan kita untuk mengasuh dan mendidik anak dengan sebaik-baiknya pengasuhan. Sehingga mereka tumbuh menjadi sebaik-baik manusia. Aamiin.
#30DJ
#30DJ2
#30DJ2Day10
Comments
Post a Comment