Skip to main content

SEPERTI IBU

Katanya, seorang ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Tempat belajar segala sesuatu. Tempat mengenal hal-hal baru. Juga tempat mengadu sendu.

Maka katanya, seorang ibu harusnya pintar segala. Cerdas memilih kata. Pandai menjawab tanya. Cakap mengelola rasa.

Berat nian tugasnya, namun tak ada sekolah Bunda. Apalagi sampai berjenjang sarjana. Dengan luka persalinan masih terasa, ia tertatih belajar segala. Mengurus bayi nyaris tanpa jeda.

Maka sadar tak sadar, suka tak suka. Ia akan meniru sekolah pertamanya, sang ibunda.

Seperti malam di minggu lalu, ketika mati lampu. Bayi 9 bulan kepo melulu, meraih lilin tanpa ragu.

Ibu pun ingat cerita dulu. Ia pun sama dibujuk tak mau. Akhirnya dibiarkan meraih lampu, untuk kemudian menangis tersedu.

Tapi ibu punya cara berbeda. Diraihnya tangan mungil segera. Didekatkan pada lilin yang menyala. Tak sampai ke apinya, namun cukup hingga panas terasa.

Kekepoan terakomodir, bahaya terminimalisir. Alhamdulillah bayi tak pandir, dinikmatinya cahaya dari pinggir.

#30DJ
#30DJ2
#30DJ2Day08

Comments