KIDS BERKELAS JAMAN NOW
Jika masuk hotel yang rada keren dikit, biasanya anak kampuang macam saya ini rodo-rodo keder gimana getoh. Tapi tidak di Solo.
Entahlah, kota ini dengan segala sopan santunnya banyak berbicara tentang kesederhanaan pada saya.
Wong segimanapun borjuis penampilannya, pasti ngomongnya medok. Dan halus. Buat saya, orang yang masih mau ngomong pake bahasa daerahnya itu membumi. Kecuali kalau isi omongannya sudah di awang-awang tapi kakinya masih napak di parkiran, itu lain cerita.
Dan cerita sore kemarin, membuat saya yakin masa depan Indonesia masih cerah. Why? Karena ini menyangkut kids jaman now yang seringkali dikeluhkan oleh orang-orang.
Saya dan suami sedang di lobby hotel yang cukup terkenal di kota ini. Yang bikin respek, senyum dan pelayanan mas resepsionisnya tidak berubah sedikitpun meskipun tahu kami datang dengan sepeda motor dan hanya untuk mengambil titipan.
Ada dua buah kursi empuk di depan meja resepsionis. As a gentleman, suami menyuruh saya duduk sementara dia berdiri. Kursi satunya diduduki seorang anak laki-laki yang saya taksir berusia 11-12 tahun.
Ternyata, ada lobby sore itu dipenuhi gentleman karena tak lama dari sebelah saya terdengar celetukan "Mas, masnya mau duduk?"
Rupanya anak laki-laki tadi melihat gaya berjalan suami yang terpincang-pincang (yes, he's got an accident last week but now alhamdullilah everything is fine) dan spontan menawarkan tempat duduknya yang nyaman.
Eaaaaa.. saya langsung meleleh. Penampilannya memang sederhana namun tidak terlihat murahan. Tetapi sungguh, yang mahal adalah akhlaknya. Barakallah untukmu dan orangtuamu Dek. Semoga tetap begitu sampai dewasa.
Menawarkan bantuan adalah ciri anak yang tidak egois dan memiliki kecerdasan sosial yang tinggi. Diluar, kecerdasan jenis ini sangat dihargai. Dan lebih dulu dibentuk daripada kecerdasan intelektual.
Jadi emak-emak, nggak usah sedih kalo anaknya rangking terakhir tapi kalau diminta bantuan nggak pernah nolak. Belum bisa baca padahal mau kelas 3 SD tapi pas dibawa bank masih sabar antri.
Karena jika ada yang mampu mengalahkan kehebatan orang pintar, ialah akhlak dari jiwa yang santun.
Meskipun memang di negara kita orang pintar seringkali lebih dihormati, tetapi kita selalu punya pilihan. Santun dan pintar, mengapa tidak? Tapi pastikan bentuk dulu akhlaknya.
Karena Rasul pilihan itupun tidak diutus melainkan untuk menyempurnakan akhlak manusia. Jadi sudah sewajarnya kita sebagai pengikutnya berusaha menjadikan diri dan keturunan sebagai manusia berakhlak baik.
Fitria
An kids lover
Eniwe jazakillah khair buat sendal en Iker rambutnya Dik Yusi Laman. Alhamdulillah punya sandal syantik juga. Setidaknya nggak dipelototin orang-orang gegara pake sendal jepit Ar**les ke mall.
Comments
Post a Comment