Bahkan ketika kau di hadapanku, aku masih merindukanmu (Winter Sonata)
Ini adalah ungkapan yang paling mewakili perasaanku saat ini. Ramadhan belum lagi pergi, tapi aku sudah sangat bersedih.
Dan kesedihan itu menemui puncaknya pagi ini. Subuh terakhir di bulan mulia ini.
Yaa Rabb, masih begitu sedikit amalku. Masih tak ku isi ia dengan maksimal. Target-target banyak tercecer.
Terkendala urusan dunia.
Yaa Allah, saksikanlah bahwa di antara urusan dunia itu adalah untuk membantu kedua orang tua hamba.
Karena itu terimalah semua amaliah Ramadhan hamba meskipun sedikit. Maafkanlah segala kesalahan hamba dan golongkanlah hamba sebagai orang yang bertakwa. Aamiin.
Entah apakah ini Ramadhan terakhir atau bukan. Tetapi tetap hamba sematkan doa semoga bertemu lagi dengan Ramadhan-Ramadhan selanjutnya. Semoga sudah bersama suami dan anak. Aamiin.
Semoga bekal Ramadhan ini cukup untuk menghadapi dahsyatnya godaan 11 bulan berikutnya. Dimana setan akan kembali merekrut pengikut.
Sementara jika selama ini mereka tak ada aku masih begini, apa kabar dengan diluar Ramadhan?
Tidak, menyesap manisnya bermanja padaMu semoga cukup untuk membuatku menjauhi maksiat dan segala yang menimbulkan murkaMu.
Terimakasih atas Ramadhan yang indah.
Tahun ini penuh dengan pelajaran berharga. Apapun takdirMu setelahnya, jadikan hamba ridha terhadapnya. Dan tak lupa hadapinya dengan sabar dan syukur. Aamiin.
Allahumma innaka affuw.. Tuhibbul 'afwa.. Fa'fuanni..
Comments
Post a Comment