Skip to main content

Pepatah

Tak ada asap jika tak ada api.

Terjemahan bebasnya: ada akibat, pasti ada sebabnya. Kadangkala, aku benci mengakui kalau orang tua itu (seringkali) selalu benar. Mungkin ini maksud ungkapan itu: percayalah apa yang dikatakan orang tua, bukan karena mereka selalu benar, namun karena mereka memiliki lebih banyak pengalaman berbuat salah.

Karenanya mereka juga bisa belajar lebih banyak. Buktinya tercipta sekian pepatah yang jika direnungkan mengandung arti begitu dalam. Seperti kalimat pertamaku. Aku bersyukur bisa paham artinya. Meskipun harus mengalami pedih terlebih dahulu.

Ya, aku akhirnya sadar. Apapun yang orang sangkakan padaku, berawal dari apa yang ku lakukan. Baiklah, mungkin ada rumor yang tersiar. Namun tingkahku juga tak banyak membantu meredamnya. Bahkan membuatnya semakin merebak. Terlebih mungkin aku tak cukup berusaha untuk mengklarifikasinya.

Belum lagi jika dihitung kenaifanku. Percaya bahwa setiap orang bisa menilai yang terbaik dari orang lain. Nyatanya, orang-orang terdekatku pun banyak memilih percaya pada rumor ketimbang bertanya langsung padaku. Tidak menyalahkan, karena akupun seringkali melakukan hal yang sama.

Hal bodoh, terbuai isi pikiran sendiri. Padahal prasangka adalah sesuatu yang diperintahkan untuk dijauhi. Tapi berat sungguh. Meskipun terus menerus dipelajari. Old habits die hard, katanya.

Namun satu hal lagi yang patut aku syukuri. Aku paham dan menerima. Tak mungkin orang menyangka buruk jika aku sendiri tak melakukan hal-hal yang menyimpang. Atau minimal, menuju ke arah sana. Aku salah, dan alhamdulillah aku menyadari hal itu. Semoga tak akan terulang kembali. Jikapun iya, semoga aku lebih kuat menghadapinya. Aamiin.

Comments