Skip to main content

The Tale

Long time ago, three children of Adam sit together in harmony. But everything change when Fire Nation attacks. Only The Avatar Master of Four Element can save the world.

Wait, that's the other tale. Sorry, my bad.

But my point is, the harmony that noon was totally ruined when The Queen of 'Fire Nation' speak her thoughts.

"Kok kalian berdua mirip sih?" Celetuk Mak Tiri. Menghancurkan keheningan yang tadinya diisi suara ketikan keyboardnya, nada keypad smartphoneku, dan goresan pulpen Mak Tiri. Menggantikannya dengan ketidakpercayaan yang niscaya.

"What??" Sontak kami mendongak dari gadget masing-masing. Untung RSM punya dingklik jadi aku nggak jatuh dari tempat duduk yang nyaman, bed pasien.

"Iya mirip." Si Mak mesam-mesem nggak jelas.

"Mirip dari Hongkong!" Kayaknya kacamata si Mak kurang tebel.

Tak dinyana yang pegang laptop komen datar "Jodoh kali Mak.."

If looks could kill, he already buried three feet underground. How dare he presented the new menu of bullying for Mak Tiri.

"Ya.. Ya.. Bisa jadi.. Bisa jadi.." Tuh kan, cengirannya tambah lebar.

"Plis deh, keriting-keriting begini?" *cue rolls the eyes.

Mungkin saja, pintu langit siang itu terbuka luas. Sehingga ketika ada keluhan dari hati yang teraniaya dan ditambah beberapa 'doa usil', ia langsung melesat ke ArasyNya. Tanpa terhalang sedikit pun.

'Tuhan tahu, tapi menunggu' kata Andrea Hirata.

So dear single ladies, please beware of your sassy mouth. Look where it landed me! 😨

Dengan ijin dan ridha Allah, selama sisa hidup akan membersamai si rambut keriting.

Ah takdir, selalu menemukan cara menghimpunkan yang terserak, dan sebaliknya.

Terimakasih atas segala doa, ucapan, bantuan, dan kehadirannya sepanjang proses pernikahan kami. Semoga Allah membalas semuanya dengan kebaikan yang jauh lebih baik dan melimpah.

Dan mohon maaf jika ada yang tersakiti karena pernikahan ini. Mungkin dalam bentuk undangan yang tak sampai, atau penerimaan yang kurang dan mengecewakan. Dan atau lain hal. Sekali lagi mohon maaf.

Semoga hari ini dan seterusnya, Allah jadikan penuh manfaat dan keberkahan.

Comments

Popular posts from this blog

Anggun: Ibu

Aku suka dangdut? Ngggg.. kayaknya nggak hard to believe banget. Apalagi karena aku juga suka lagu-lagu India. Lagu yang ku suka variatif, nggak terbatas di genre tertentu atau satu penyanyi. Yg penting ngena di hati. Dan malam ini, entahlah aku mesti senang atau sedih. Aku hampir menangis menyaksikan penampilan finalis DA3 dari Bima, Anggun. Mungkin karena mengetahui kisahnya sebagai TKI dan hanya pernah bertemu beberapa kali dengan anaknya. Mungkin karena di dekatku ada ibuq, dan membayangkan lagu itu adalah ungkapan hati ibuq dan ibu-ibu lainnya di seluruh dunia. Ditambah lagi aku belum bisa berbuat banyak untuknya. Atau mungkin, sekali lagi mungkin. Ini yang dikatakan: apa yang dilakukan dengan hati, akan sampai ke hati. Apalagi ketika baitnya sampai pada 'Kau adalah simbol kesempurnaan dariku yang tak sempurna'. Tuhan, sampai disini aku merinding. Betapa besar anugerah dan kenikmatan menjadi seorang ibu. Sesuatu yang kerapkali ku impikan. Tapi aku sadar, mungkin Allah ...

The Reflex

Siang ini di atas motor.. Tikungan agak tajam ke kanan tampak 50 meter di depanku. Tangan kiri sedia memegang rem. Tangan kanan yang sedari tadi konsen menarik gas mengendur dan berganti menarik rem. Lalu membawa stang motor sedikit membelok ke arah kanan. Tikungan terlewati dengan mulus. Semua dilakukan dengan spontan. Like they said, if you do something for years, you get pretty good at it. Or in my case, used to it. Because I'm not sure I'm a good or lousy rider. Sometimes it feels like the first but not rarely I feel the second. Aku melakukannya sebelum memikirkannya. Semua diatur otak di alam bawah sadar. Lalu ketika mobil dari arah berlawanan menyalip dan melewati kami dengan terpaut jarak sekian puluh senti saja, jantungku langsung seperti ingin meloncat dari rongganya. Bahkan jantungku bukan milikku sendiri. Ia bekerja mengikuti ritme tubuh. Sesuai dengan kebutuhan. Aku tak bisa mendiktenya untuk berdetak 85 kali saja. Ia memiliki mekanisme tersendiri. Pun paru-paru...

Malin Kundang

"Dimana itu Nak?" Pertanyaan protokoler akhirnya keluar di ujung sana. I almost roll my eyes if it wasn't for the answer itself. What was this place called again? My brain went blank. In panic state I running in storange room names my brain, rummaging for some memory. Nope, nada. Fortunately, there's last source of knowledge standing there. I turn to her and ask. "Dimana namanya ini lenga?" My, my. The look on her face is priceless. Just like I ask her where is my keys when its dangling in my bag. I I can't help but broke into laugh. "Ya Allah lenga beneran side lupa?! Karang Sukun." Cue for the stern-looking-mom-expression. It was so understatement. I was lived in that area for almost one year yet it's name easily slipped from my mind. I was never intended to comeback to my old landlord yet Cg's landlord came 500 kilometers across sea to attend her wedding. Yep, I can totally see the picture here. Not only that time Cg must huffing ...