"Pieq", seorang teman dulu curhat "Bilang sama saya jelek-jeleknya. Biar saya bisa lupain dia."
Teman ini hendak menikah, tetapi belum bisa move on dari mantannya.
For the record, I don't like the guy. Even he was the best student in his college, I don't like him. Period.
Tetapi saya dulu pernah diingatkan, janganlah kebencian terhadap seseorang membuat kita tak berlaku adil padanya.
Dan saya percaya, kebaikan hanya akan dicapai dengan cara yang baik pula. Dan mengumbar aib orang lain agar ia dibenci tanpa alasan yang kuat bukan salah satunya.
Dear ladies, kalian nggak bakal bisa move on sebelum mau menerima kenyataan bahwa Mr. Perfect bukanlah Mr. Right.
I know he is cute and sweet, handsome and care, makes you laugh and give you surprises, belum lagi dia itu mapan, pangan, sangdang, papan penggilesan..
But he is simply not yours! But other's.
Buktinya bukan dia yang menjabat tangan walimu ketika ijab kabul. Malah jabat tangan sama wali perempuan lain.
Tapi masih cinta gimana dong? Well, saya juga cinta sama Angora tetangga, tapi gimana..
Tapi kan susah ngelupain dia? Bikin skripsi juga susah, tapi akhirnya kelar juga. Yang nggak selesai sutralaaa ya? Terserah sih kalo mau masuk golongan itu.
Tapi yang sekarang nggak ada apa-apanya dibandingkan dia. Baiknya cuman seujung kuku dibanding si ono. Hmmm.. Katanya, kebahagiaan tidak akan pernah bisa datang pada seseorang yang tidak bisa mensyukuri apa yang ia miliki saat ini.
Bahasa kerennya, rumput tetangga selalu kelihatan lebih ijo. Padahal mungkin dia rajin nyiram sedangkan kita tidur lagi setelah Subuh.
Tapi nggak bakalan deh bisa jatuh cinta lagi seperti sama dia..
Sebenarnya orang tuaku juga lebih sreg sama dia..
Harusnya dua minggu lagi anniversary kami yang ketujuh..
Stop, stop!
Udah gini aja deh. Mau pilih bubarin kenangan sama mantan atau NKRI yang bubar?
Katanya NKRI harga mati loh..
*karena move on dan hidayah, sepenuhnya dari Allah. Namun kita sebagai hamba wajib berusaha dan jangan gampang menyerah.
Comments
Post a Comment